“MENUNGGU ......”
Submitted by gkjmanahan on Thu, 26/11/2009 - 14:21PL : Yeremia 33:14–16
PB : 1 Tes. 3: 9–13
Tanggapan : Mazmur 25:1–10
Injil : Lukas 21: 25–36
Teman saya dokter prakteknya laris, tak putus heran melihat pasiennya setia duduk antri menunggu giliran periksa. Beda pengalaman teman dokter juga, tapi jarang praktek. Ia heran karena masih ada pasiennya yang memilih menunggu daripada periksa ke dokter lain. Agaknya bagi pasien, demi kesembuhan setia menunggu waktu-dokternya adalah wajar, keniscayaan, bukan beban bukan kebodohan.
“KRISTUS RAJA SEGALA RAJA”
Submitted by gkjmanahan on Fri, 20/11/2009 - 12:14PL : II Samuel 23:1–7
PB : Wahyu 1:4b–8
Tanggapan : Mazmur 93
Injil : Yohanes 18:33–37
Jemaat yang terkasih Dalam Tuhan Yesus Kristus,
Hari–hari ini masyarakat digemparkan adanya penayangan film yang mengangkat kedahsyatan bencana global atau “Kiamat” berjudul 2012. Film yang terinspirasi dari ramalan kalender Maya Kuno bahwa “kiamat” akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Visualisasi proses kehancuran alam dikonsep dengan jelas dan detail.
Christian Conference of Asia
Submitted by gkjmanahan on Tue, 17/11/2009 - 14:24
Hari kamis, 12 November 2009, GKJ Manahan menerima kunjungan dari Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa yang bekerjasama dengan Christian Conference of Asia (CCA) dalam rangkaian acara Ecology, Economy and Accountability Conference, Asian Ecumenical Consultation on Climate Change.
Setia dalam Perkara yang Kecil
Submitted by gkjmanahan on Mon, 16/11/2009 - 12:43
Bacaan : Lukas 16: 9-15
Dalam kehidupan ini ada pemilahan perkara. Ada perkara penting dan perkara tidak penting, ada hal/ perkara besar dan perkara kecil, sehingga mau tidak mau ada skala prioritas apa yang akan diputuskan dan dilakukan. Seringkali orang menyepelekan atau menganggap remeh perkara kecil. Perkara kecil acap kali dianggap tidak memiliki arti. Inginnya hanya meraih yang besar dan terpandang.
“Berjaga–jaga Menyambut KedatanganNya”
Submitted by gkjmanahan on Sat, 14/11/2009 - 11:46Bacaan; Leksionari:
PL : Daniel 12:1–3
PB : Ibrani 10 : 11–14
Tanggapan : Mazmur 16
Injil : Markus 13:1–8
Saudara yang terkasih Dalam Tuhan Yesus Kristus.
Sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus, kita yakin bahwa kita memperoleh keselamatan. Namun keselamatan itu akan mencapai kesempurnaan ketika Tuhan Yesus datang yang kedua kalinya, atau yang sering disebut dengan akhir jaman atau kiamat.
Untuk itu kita dipanggil untuk memelihara keselamatan tersebut supaya kita tetap setia sampai akhirnya. Hal ini penting karena dalam mempertahankan keselamatan itu ada banyak godaan, tantangan yang dapat membelokkan iman kita. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memelihara keselamatan tersebut, diantaranya hidup dalam kewaspadaan, selalu berjaga-jaga, sehingga ketika akhir jaman itu tiba, kita tidak dalam keadaan terlena, namun dalam kondisi siaga.
Daniel 12:1-3. Penyusun Kitab Daniel percaya bahwa orang-orang yang setia akan dibangkitkan untuk mendapatkan hidup yang kekal. Sedang orang fasik akan mengalami kengerian yang kekal.
Pemuda yang Maju adalah Pemuda yang Peduli Lingkungan
Submitted by admin on Mon, 09/11/2009 - 13:25
Komisi Pemuda GKJ Manahan, sabtu kemarin (7/11) mengadakan event Malam Puncak Sumpah Pemuda di GSG Lt. 1 GKJ manahan. Event yang bertajuk "Go Generation!" ini merupakan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan yang sudah di selenggarakan beberapa minggu sebelumnya. Acara yang cukup banyak mendapatkan respon dari para pemuda GKJ Manahan ini, dimulai dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Sdri. Fanny dari Pepanthan Tohudan. Dalam kegiatan ini, ditayangkan pula slide video yang mengajak para pemuda untuk melihat realitas yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Memelihara Kehidupan Dengan Rahmat Allah”
Submitted by gkjmanahan on Fri, 06/11/2009 - 13:54Bacaan; Leksionari:
PL : Rut 3:1-5; 4:13-17 atau 1 Raja-raja 17:8-16
PB : Ibrani 9 : 24–28
Tanggapan : Mazmur 127 atau Mazmur 146
Injil : Markus 12:38–44
Dengan semakin pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah dihasilkan manusia, mestinya kehidupan manusia semakin damai sejahtera dan sukacita. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian, prosentasi manusia yang dapat merasakan hidup damai sejahtera dan sukacita lebih sedikit daripada yang menderita dan kesusahan, hanya orang yang mengandalkan Rahmat Allah yang dapat menikmati hasil Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karena meyakini bahwa Allah memperkenankan manusia mengembangkan isi dunia, termasuk melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bukan untuk kemegahan diri tetapi untuk memuliakan Allah.
