Sudahkah Kita Menjadi Gereja yang Inklusif/Terbuka?

Bacaan Leksionari
(Bacaan: Kis. 8 : 26 – 40; 1 Yoh. 4: 7 – 21; Mazmur 22: 25 – 31; Yoh. 15 : 1– 8)

Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan,

Dalam Pokok-pokok ajaran GKJ menyebutkan bahwa salah satu panggilan gereja adalah mewartakan Injil kepada mereka yang belum mendengar tentang Injil. Dengan kata lain kehadiran gereja adalah sebagai alat yang dipakai Allah di dunia ini untuk mewartakan karya keselamatan Allah sehingga melalui kehadiran gereja banyak orang dapat merasakan kasih Allah. Penghayatan gereja akan panggilan ini tentu membawa gereja pada kesadaran bahwa ia ada bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk dunia yang ada disekitarnya. Dengan kata lain gereja dipanggil untuk menyatakan buah keselamatan Allah bagi orang disekitarnya. Gereja harus peka terhadap situasi yang ada disekitarnya bahkan menjadi bagian yang integral dari masyarakat untuk menyatakan kasihNya.

Warta Gereja Edisi: Minggu, 10 Mei 2009

Kebaktian Minggu, 10 Mei 2009
Tema : "Sudahkah Kita Menjadi Gereja Yang Inklusif / Terbuka?"

Hidup Dalam Jaminan Kasih Sang Gembala

Bacaan Leksionari
(Bacaan: Kis. 4 : 5 – 12; Maz. 23; 1 Yoh 3 : 16 – 24; Yoh. 10 : 11 – 18)

Gembala baik bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang, dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan. O, Gembalaku itu Tuhanku, membuat aku tentram hening. Mengalir dalam sungai kasihku, kuasa damai cerlang hening. (KJ 415 : 1). Syair lagu ini sungguh indah menyejukkan hati, berdasarkan Mazmur 23.

Warta Gereja Edisi: Minggu, 3 Mei 2009

Kebaktian Minggu, 3 Mei 2009
Tema : "Hidup Dalam Jaminan Kasih Sang Gembala"

Kebaktian Riyaya Undhuh-Undhuh

Tanggal 31 Mei 2009, kita sebagai orang beriman akan memperingati hari turunnya Roh Kudus (Hari Pentakosta). Dalam tradisi gereja kebaktian hari turunnya Roh Kudus senantiasa dikaitkan dengan hari raya penuaian (Riyaya Undhuh-Undhuh). Sebenarnya apa Riyaya Undhuh-undhuh itu? dan bagaimana penyelengaraan akan dilakukan di jemaat kita? Melalui tulisan ini akan disampaikan hal-hal yang terkaitan dengan Riyaya Undhuh-undhuh.

Masa Penghayatan Dasar Kekristenan (MPDK) Seri II Th 2009

Sehubungan dengan telah dimulainya Minggu Pentakosta dalam rangka menghayati "Karya Keselamatan dalam diri Yesus Kristus". Panitia MPDK telah menyiapkan berbagai kegiatan dengan

Tema: "GEREJA BERPERAN SERTA MEWUJUDKAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN DALAM RAHMAT ALLAH".
Sub Tema: "ROH KUDUS MEMAMPUKAN GEREJA BERPERAN SERTA MEWUJUDKAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN DALAM RAHMAT ALLAH"

Kebangkitan-Nya Mendorong Pewartaan Pertobatan

Bacaan Leksionari
(Bacaan: KPR 3: 12 – 19; Maz 4; 1 Yoh 3 : 1 – 7; Luk 24 : 36 – 48)

Barbehr, tergopoh bergegas menyeruak kelebatan hutan. Tukang cukur istana yang baru ini menyelinap mencari pokok kayu besar Ia gagal taat perintah raja yang melarangnya bercerita kepada siapa saja. Ia pilih nekad mewartakan pengetahuannya walau hanya kepada kayu dan bukan kepada siapa, Pasalnya, ketika ia bekerja ia jadi tahu kepala raja bertanduk dikanan kiri, diatas telinganya. Ia terbeban oleh pengetahuannya, tak mau ia menanggung sendiri, ia perlu bagikan segera demi kelegaan diri. Tak peduli berguna atau tidak bagi raja atau makhluk lain. Ia bisikkan yang ia tahu kepada kayu, ia teriakkan sepuas-puasnya tentang rajanya yang bertanduk.

Kebangkitan-Nya Memberi Sukacita

Bacaan Leksionari

Pertama: Kis. 4 : 32 – 35
Kedua: 1 Yoh. 1 : 2 – 2 : 2
Tanggapan: Mazmur 133
Injil: Yohanes 20 :19– 31

Situasi yang mencekam dan menakutkan atas kematian Tuhan Yesus, apalagi dikejar-kejar orang Yahudi, menyebabkan para murid mengunci diri. Oleh karena itu ketika terjadi perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang bangkit, ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi para murid dan sangat berarti. Kebangkitan Kristus memberi sukacita, Tuhan Yesus tidak dibatasi dan dihalangi oleh apapun untuk hadir di tengah–tengah mereka. Itulah yang dialami para murid dan jemaat mula-mula

Warta Gereja Edisi: Minggu, 19 April 2009

Kebaktian Minggu, 19 April 2009
Tema : "Kebangkitan-Nya Memberi Sukacita"

Hasil Pemilihan Majelis GKJ Manahan

Berdasarkan Hasil Pemilihan Majelis GKJ Manahan pada tanggal 23 Maret 2009 dan Keputusan Sidang Majelis tanggal 2 April 2009 maka dalam kebaktian Minggu pada :
Hari/Tanggal : Minggu, 26 April 2009
J a m : 18.00 wib
akan diselenggarakan Peneguhan Majelis dengan masa Bakti Th 2009 – 2012. Adapun Majelis yang telah ditetapkan sebagai calon terpilih Penatua dan Diaken adalah sebagai berikut:

Syndicate content