Aktual

Informasi Terkini

Ibadah Fajar Paskah "Aku Telah Melihat Tuhan"

Minggu ini (8/4) diperingati sebagai Fajar Paskah dimana Yesus Kristus - yang tersalib menebus segala dosa manusia - telah bangkit dari kematian. Jemaat GKJ Manahan merayakannya dengan ibadah paskah bersama yang dimulai jam 05.00 WIB dengan perarakan jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si

Kotbah didasarkan dari bacaan Leksionari dari Kisah Para Rasul 10:34-43; Mazmur 118:1,2; I Korintus 15: 1-11 dan bacaan Injil Yohanes 20:1-18.

Aku telah melihat Tuhan. Itu yang dikatakan Maria, yang menjadi tema paskah bagi Sinode GKJ. Tuhan yang mana yang dilihat Maria? Tentu Tuhan yang bangkit. Setelah peristiwa yang menegangkan beberapa hari yang lalu, Maria bertemu dengan Yesus. Bisakah kita banyangkan ekspresi Maria yang bertemu Tuhan? Dibandingkan dengan ekspresinya ketika kematian Yesus?

Ibadah Kamis Putih "Pembasuhan Kristus, Penyucian Kita"

Kamis putih sebagai salah satu rangkaian dari 3 hari suci masa paskah diperingati jemaat GKJ Manahan dengan sakramen perjamuan kudus bersama. Ibadah diselenggarakan jam 17.00 WIB dan 19.00 WIB dengan menggunakan liturgi khusus. Dalam ibadah dilaksanakan pula prosesi pembasuhan kaki oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany kepada beberapa jemaat sebagai pengingat akan teladan yang telah dilakukan Yesus kepada para muridNya sebelum melaksanakan perjamuan kudus.

Ibadah Minggu, 1 April 2012 "Senantiasa Menanti Tuhan"

Ibadah Hari Raya Minggu Palem hari ini, Minggu (1/4) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Ibadah berlangsung menggunakan liturgi khusus, diawali dengan perarakan Pendeta, Majelis dan beberapa anak anggota paduan suara Magnificat melambaikan daun palem, memperingati kadatangan Yesus Kristus ke kota Yerusalem.

Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz mengajak jemaat memikirkan kembali menganai mantan Presiden RI, Soeharto. Ada banyak cara yang digunakan rakyat untuk untuk menyatakan rasa cintanya kepada Presiden Soeharto ini. Semuanya ditata dengan rapi untuk menyambut Presiden Soeharto? Tapi pada tahun 1997, setelah krisis ekonomi, banyak rakyat yang semula memuja berubah menjadi menghujat. Hal ini menunjukkan ada perubahan cara menyambut seseorang. Ada kalanya kita disambut dengan penuh hormat, namun ada perubahan sikap penerimaan yang mungkin membuat kita merasa dibenci oleh orang yang semula sayang kepada kita. Betapa pahit pengalaman seperti itu.

Kesehatian Guru Sekolah Minggu

Hari ini, Minggu (1/4) Komisi Anak GKJ Manahan menyelenggarakan Kesehatian Guru Sekolah Minggu. Diawali oleh ibu Gaibbi mengajak para guru menyanyikan lagu "Hari Ini Kurasa Bahagia". Tampak kekompakan para guru sekolah minggu untuk memuji Tuhan bersama. Dalam permainan, para peserta beradu kemampuan membuat yel-yel dalam waktu singkat dan tampak hasilnya luar biasa.

Ibadah Minggu, 11 Maret 2012 "Undangan Kasih Allah dalam Kehidupan Sehari-hari"

Ibadah Masa Paskah ke III di GKJ Manahan hari ini, Minggu (11/3) bertema “Undangan Kasih Allah dalam Kehidupan Sehari-hari”. Ibadah jam 08.30 WIB menggunakan liturgi khusus dilayani oleh Sdr. Sularto dengan kotbah yang didasarkan dari bacaan leksionari Keluaran 20: 1-17; Mazmur 19; I Korintus 1: 18-25 dan Bacaan Injil dari Yohanes 2: 13-22.

Dalam kotbahnya, Sularto menjelaskan dalam kehidupan bermasyarakat, dalam berbangsa dan bernegara sering timbul rasa kuatir, takut karena kita menghadapi perkara-perkara yang membuat hati kita menjadi berat. Banyak perbuatan-perbuatan tidak baik, yang kejam, yang terjadi disekitar kita. Dalam kehidupan berkeluarga, dalam bermasyarakatpun antara satu dengan yang lainnya sering terjadi perselisihan. Banyak peristiwa yang membuat kita menjadi takut. Lalu dimana adanya kasih itu?

Memandang Sang Imam Besar

Persekutuan Doa Masa Pra-Paskah 2012 di GKJ Manahan hari ini, Selasa (6/3) diawali dengan fragmen visualisasi penderitaan Yesus Kristus, sejak perjamuan terakhir sampai penyaliban. Ditunjukkan dalam visualisasi ketika Yesus Kristus – yang diperankan Bp. Jumadi SP – memecah-mecahkan roti, kemudian pergumulan doa Yesus sampai akhirnya menghadapi pengadilan dan dihukum salib sekalipun Pontius Pilatus tidak menemukan kesalahan ada padaNya. Visualisasi ini dipandu oleh Ibu Yuli Karpono dan Bp. Joko Sugiatno sebagai Narator.

Pelayanan Firman oleh Pdt. Tulung Prasetyo, S.Ag dari GKJ Juwangi didasarkan dari bacaan Ibrani 5: 1-10. Jika kita mendengarkan kisah kesengsaraan Kristus, bila kita renungkan dengan mata hati kita, adalah suatu kejadian tragis dimana seorang yang tidak bersalah dihukum karena hasutan segelintir orang harus menerima hukuman salib, sebuah hukuman yang mengerikan. Dalam peristiwa ini kita melihat betapa hebatnya Kristus membela orang-orang yang dikasihiNya, menanggung derita karena mereka. Darah Kristus adalah sesuatu yang mahal yang dicurahkan untuk menebus dari dosa dan penghukumannya bagi setiap manusia yang percaya pada Yesus Kristus.

Ibadah Pra Paskah II “Perjalanan Penderitaan”

Hari minggu ini (4/3) kita sudah memasuki masa pra-paskah ke II dengan tema “Perjalanan Penderitaan”. Dalam ibadah minggu jam 18.00 WIB, dengan menggunakan liturgi khusus masa pra-paskah II, Sdr. Sularto menyampaikan perenungan Firman Tuhan yang didasarkan dari beberapa bacaan leksionari diantaranya Kejadian 17: 1-7, 15-16; Mazmur 22: 23-31; Roma 4: 13-25 dan bacaan Injil dari Markus 8: 31-38.

Beberapa hari lalu, kita sebagai masyarakat kota Surakarta sedang berfokus pada mobil Esemka, dengan optimisme yang luar biasa sebelum maupun sesudah proses uji emisi, dengan sambutan yang luar biasa, ternyata hasil uji emisi tersebut mengecewakan, mobil Esemka tidak lulus uji emisi, tidak sesuai dengan harapan kita bersama. Peristiwa ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan kita sebagai manusia, tidak satupun dari kita menginginkan kegagalan. Yang kita inginkan hanyalah kesempurnaan, kebaikan dalam hidup. Penderitaan bukanlah hal yang kita harapkan. Yang namanya manusia, pasti anti terhadap penderitaan. Kalaupun ada yang mau menderita atau menanggung hal tidak menyenangkan, biasanya memiliki motif tersembunyi. Manusia selalu berusaha menghindari penderitaan, selalu berusaha supaya hidupnya menjadi sempurna.

Ibadah Syukur HUT GKJ Manahan ke-83

"Saiyeg Saekakapti Mbangun Pasamuan Ingkang Dados Lantaraning Berkah Tumrap Sesami" demikian tema Ibadah HUT ke-83 GKJ Manahan Surakarta yang diselenggarakan Rabu (8/2) minggu lalu. Dalam bahasa Indonesia, "Seiya Sekata Membangun Jemaat Menjadi Saluran Berkat Bagi Sesama". Inilah salah satu tujuan GKJ Manahan yang dibawakan dalam guyon waton sebagai pembuka ibadah syukur HUT GKJ Manahan yang lalu. Kelompok Punakawan yang salah satunya diperankan oleh Vikaris Samuel sebagai Semar telah menarik perhatian jemaat GKJ Manahan dalam pembukaan ibadah syukur ini.

Ibadah Minggu, 5 Februari 2012 “Layani Sesama Demi Kristus”

Ibadah Minggu di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Idi Bangun Mulyono, S.Si dari GKJ Sukoharjo dengan kotbah yang didasarkan dari Markus 1: 29-39. Di awal kotbahnya Pendeta Idi menyampaikan latar belakang beberapa bacaan Leksionari dari Yesaya 40: 21-31, I Korintus 9: 16-23 juga Markus 1: 29-29. Sebuah pertanyaan di awal kotbahnya : “Pernahkah kita merasa bahwa hidup kita sedang tidak diperhatikan oleh Tuhan? Misalnya ketika kita sedang mengalami masalah berat, sudah berdoa sungguh-sungguh mohon pertolongan Tuhan tetapi Tuhan tak kunjung menjawab.

Pages