Aktual

Informasi Terkini

“Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih SetiaNya”

“Syukur identik dengan memuji Tuhan, praise, tehilim adalah hal yang sangat fundamental dalam pemahaman theologis dalam seluruh kitab Mazmur. Mazmur sesungguhnya berbicara tentang perjalanan iman dari orang-orang percaya.” kata Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dalam sesi ketiga Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa, minggu lalu (20/11) di River Hill, Tawangmangu.

Bagaimana pemazmur bersyukur? Pemahaman secara umum, syukur lebih berupa uangkapan bahasa verbal yang diungkapkan secara bagus, sehingga kalau ada orang yang mengungkapkan dalam ratapan atau mengeluh (complaint) dipandang tidak bersyukur.

“Hidup adalah Perziarahan”

“Hidup adalah Perziarahan.” demikian dinyatakan Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dari Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta ketika menyampaikan pelajaran Firman Tuhan dalam Retreat Adiyuswa dan Warga Dewasa GKJ Manahan, Sabtu (19/11) kemarin di Villa River hill, Tawangmangu, Karanganyar. Pendeta Stefanus menunjukkan perziarahan melalui sebuah gambar labirin, dikatakannya hidup ini seperti labirin. Selain labirin, hidup ini digambarkannya pula dengan anak tangga. Itulah penggambaran tangga kehidupan kita. Dimulai sejak dari bawah, yaitu sejak kita bayi dengan berbagai keterbatasan yang kemudian bertumbuh menjadi anak-anak sampai akhirnya mencapai usia dewasa dan usia lanjut usia.

Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan Surakarta “Merasakan Kehadiran Tuhan”

Hari Sabtu sampai Minggu (19-20/11) ini, Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan Surakarta mengadakan retreat bersama. Mengambil tempat di Villa River Hill, ibadah-ibadah dalam retreat ini tidak seperti ibadah yang biasa dilakukan oleh jemaat, begitu ungkap Bp. Prawianto Hadipradono selaku ketua Komisi Warga Dewasa sekaligus ketua panitia retreat ini.

Tema Retreat ini adalah “Merasakan Hadirat Tuhan”. Menurut Bp. Prawianto Hadipradono selaku ketua I, latar belakang pemilihan tema ini adalah kesadaran akan apa yang telah dilalui dalam kehidupan ini, ada kepahitan hidup dan ada pula kesuksesan yang telah diraih. “Tetapi kadang yang terus kita rasakan adalah kepahitan hidup itu dan hal tersebut membuat kita sulit bersyukur kepada Tuhan, sulit menyatakan diri hidup dalam pengaturan Tuhan. Maka tema ini dipilih untuk mengajak peserta retreat merefleksikan diri mengenai kehadiran Tuhan dalam hidup kita,” lanjutnya.

Ibadah Penutupan Bulan Keluarga Tahun 2011 “Merendahkan Diri”

Ibadah minggu (30/10) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Janoe Widyapramono, S.Si menggunakan Liturgi Khusus Penutupan Bulan Keluarga 2011 dengan nats pembuka dari Efesus 5: 20-21. Kotbah didasarkan dari bacaan Leksionari diantaranya Mikha 3: 5-12, I Tesalonika 2: 9-13 dan injil Matius 23: 1-12. Tema kotbah hari minggu ini adalah Merendahkan Diri. Merendahkan diri tidak sama dengan rendah diri. Rendah diri berarti tidak memiliki kepercayaan pada dirinya sendiri. Sedangkan merendahkan diri merupakan sikap positif yang seharusnya dimiliki para pengikut Kristus. Lebih lanjuat mengenai merendahkan diri, bisa kita baca dalam Filipi 2. 5-8 yang menyatakan “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Persekutuan Gabungan Pemuda dan Remaja Klasis Kartasura "Tiga Masalah Duniawi"

Para pemuda dan remaja dari gereja-gereja se-klasis Kartasura, pada hari Minggu (2/10) yang lalu mengadakan persekutuan gabungan di GKJ Plaur yang berlokasi di sekitar daerah bandara Adi Sumarmo, kota budaya ini. Dengan mengusung tema “Pencobaan dan Pedang Roh” acara ini dimulai pukul 12 WAT (WAKTU ANAK TUHAN.

Ibadah yang berlangsung selama 2 jam ini dibuka dengan lagu “Bapa Engkau Sungguh Baik ini”. Pemuda dan remaja GKJ Manahan sejumlah sekitar 15 orang, melewati sesi demi sesi yang dipandu oleh WL dari gereja Plaur dan dilengkapi dengan games dari Sdr. Lukas, sebelum firman Tuhan disampaikan.

Ibadah Minggu, 9 Oktober 2011

Ibadah minggu (9/10) jam 16.00 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Vikaris Samuel Arif Prasetyono, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Surat Filipi 4: 1-9. Diawal kotbahnya, Samuel mengenakan blangkon. Dengan blangkon ini, hendak ditunjukkannya bahwa blangkon telah menjadi ciri identitas bagi orang jawa. Mengapa blangkon menjadi cirikhas jawa? Siapakah yang menentukan bahwa blangkon harus menjadi ciri khas orang jawa? Atau mungkin koteka menjadi ciri khas orang Papua dan lain-lain. Bukan Tuhan atau raja yang menentukan, melainkan komunitas. Jika banyak orang menyatakan sebuah ciri tertentu menjadi simbol bagi suatu suku tertentu, maka istilah khas itu dilekatkan.

Ibadah Emiritasi Pdt. Widya Notodiryo, S.Th “Syukur Karena Kasih Setia Tuhan Dimampukan”

Hari Jumat (7/10) yang lalu, jemaat GKJ Manahan menyelenggarakan kebaktian Emiritasi Pdt. Widya Notodiryo, S.Th. Ibadah dimulai jam 17.00 WIB dengan pembuka berupa perarakan Majelis, Pdt. Widya dan para pendeta gereja sekitar. Votum dan Salam dilayankan oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si, kemudian Pelayanan Emiritasi dilayankan oleh Pdt. Nomolas Daryanto selaku Pengunjung Gerejawi Sinode XXV GKJ.

Ibadah Perjamuan Kudus Sedunia, 2 Oktober 2011

Minggu lalu (2/10) di GKJ Manahan diselenggarakan ibadah dengan menggunakan liturgi khusus dari Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) dalam rangka peringatan Hari Perjamuan Kudus Sedunia dan Hari Pekabaran Injil Indonesia. Dalam hal jam ibadah, khusus hari ini dilakukan perubahan jam ibadah bagi ibadah siang dari seharusnya jam 08.30 WIB diundur menjadi jam 09.00 WIB untuk memberi jeda waktu persiapan antar jam ibadah yang menggunakan liturgi khusus. Ibadah pagi jam 06.30 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, sedangkan ibadah jam 09.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Matius 21: 33-46.

Ibadah Minggu, 18 September 2011 “Teruslah Bersemangat Untuk Tuhan”

Ibadah Minggu (18/9) jam 18.0 WIB di GKJ Manahan menggunakan liturgi khusus hari Alkitab yang diadaptasi dari model liturgi Model Liturgi dari Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Gunung Sitoli – Nias – Sumatra Utara. Pelayanan Firman oleh Bp. Drs. Ec. Dwi Danan PP, M.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Roma 12: 11 dan Ibrani 6: 11. Berikut ini ringkasan kotbahnya yang bertema “Teruslah Bersemangat Untuk Tuhan”.

Mengapa kita diminta bersemangat? Pertama, karena Firman Tuhan adalah suatu kebenaran. Tidak ada kebenaran yang lain. Kedua, karena Firman Tuhan itu menuntun kita kepada karya keselamatan. Firman Tuhan itu yang membimbing kita sehingga kita selamat.

Ibadah Minggu, 11 September 2011 “Pengampunan Yang Tiada Batas”

Ibadah Minggu (11/9) jam 08.30 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, Ssi, dengan kotbah yang didasarkan dari Matius 18: 21-35. Berdasarkan bacaan tersebut, kotbah membahas mengenai pengampunan yang tiada batas. Di awal kotbahnya, Pdt. Fritz menunjukkan sebuah buku berjudul Dua Tahun Pertama Hidup Berkeluarga, karangan Kathleen Fischer Hart dan Thomas N. Hart. Satu bagian buku tersebut menyatakan kisah tentang Toni dan Santi yang telah lima tahun berkeluarga tetapi sejak tahun pertama sudah mengalami konflik. Masing-masing merasakan tidak ada yang spesial dalam kehidupan berkeluarga mereka. Oleh sebab mereka saling memendam kemarahan dan merasa susah dan tidak mampu mengenal pasangannya dengan baik, akibatnya mereka tidak merasakan ada yang istimewa dalam hubungan mereka.

Pages