Bangsa Merdeka Hidup Dengan Bijaksana

Minggu ini ibadah di GKJ Manahan disertai Perjamuan Kudus. Allah, di dalam Tuhan Yesus Kristus, mengundang setiap orang menikmati perjamuan dalam kerajaan-Nya. Pemerintahan Allah memperlakukan setiap pribadi secara sama, tidak membeda-bedakan. Gereja, secara pribadi dan bersama, patut merayakan keadilan, kebenaran dan kebaikan Allah ini dalam kehidupan di tengah bangsa dan negara Indonesia yang sebentar lagi akan merayakan hari kemerdekaan yang ke-71.

Apabila kita perhatikan, semarak HUT kemerdekaan telah terasa sejak awal bulan Agustus. Warga masyarakat membersihkan jalan, mengecat kembali pos-pos ronda, mendekorasi gapura, memasang umbul-umbul dan bendera. Warga masyarakat merancang macam-macam kegiatan perayaan. Ibu-ibu PKK merencanakan perlombaan-perlombaan untuk anak-anak. Pemuda-pemudi merancang acara kumpul bareng merah putih. Bapak-bapak merencanakan tirakatan, berdoa bersama warga masyarakat untuk kemakmuran bangsa dan negara Indonesia. Semaraknya hari kemerdekaan itu merupakan peristiwa tahunan dalam kehidupan bangsa Indonesia untuk memupuk kesadaran dan ingatan seluruh rakyat Indonesia akan peristiwa yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, yakni terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

Perjamuan Kudus dan HUT-RI menunjukkan dalam dan luasnya keadilan, kebaikan dan kebenaran Allah bagi gereja dan bagi bangsa Indonesia. Kitab Yeremia 23:23-29, Mazmur 82 dan Ibrani 11:29-12:2 menunjukkan upaya-upaya besar Allah untuk mewujudkan keadilan, kebenaran dan kebaikan bagi setiap orang. Dalam upayanya, Allah melibatkan hamba-hambanya, para nabi, pribadi dan kelompok yang lain. Dengan demikian, sungguh layak gereja merayakan dua peristiwa tersebut.

Dalam perayaan Perjamuan Kudus dan HUT-RI gereja diingatkan untuk tetap membuka mata, hati dan telinga terhadap ketidakadilan di berbagai bidang yang terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia. Inilah bukti persekutuan gereja sebagai bagian Kerajaan Allah. Secara pribadi dan kelompok gereja di Selain Bagaimana orang Kristen merenungkan dan memaknai perayaan ulang tahun kemerdekaan RI ini dalam terang pemerintahan Allah? Perayaan hari kemerdekaan merupakan waktu bagi gereja sacara pribadi dan bersama untuk menghadirkan pemerintahan Allah. Keadilan, kebenaran dan kebaikan Allah yang telah diterima oleh bangsa Indonesia secara khusus oleh gereja yang bertahta di dalam kerajan-Nya melihat dengan jelas setiap

Bagaimana Allah memandang penjajahan, tindakan sekelompok orang yang terkumpul menjadi suatu bangsa merendahkan dan menindak bangsa lain secara sewenang-wenang? Yeremia menceritakan dua pengalaman penjajahan yang dialami bangsa Israel. Pengalaman pertama, masa perbudakan di Mesir dan pengalaman kedua, masa pembuangan. Kedua pengalaman tersebut merentang dalam masa yang sangat panjang., ratusan tahun. Allah, menurut Yeremia, Di mata Tuhan, penjajahan merupakan tindakan yang tidak berkenan.

Bacaan: Yeremia 23:23-29; Mazmur 82; Ibrani 11:29-12:2;Lukas 12:49-56

Sumber: Warta Gereja 14 Agustus 2016

Add new comment