Ibadah Minggu, 2 Februari 2014 “Berbahagialah”

Ibadah hari Minggu (2/2) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si dengan menggunakan liturgi minggu pertama. Kotbah didasarkan dari Matius 5: 1-12 mengenai ucapan-ucapan bahagia. Mengawali kotbahnya, pendeta Fritz menyatakan bahwa semua orang tentunya ingin merasakan kebahagiaan, dan untuk mewujudkannya banyak usaha yang dilakukan. Dengan membeli banyak hal yang diinginkan, melakukan banyak kegiatan, termasuk salah satunya kegiatan bergereja dengan harapan merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan telah menjadi semacam magnet dimana banyak orang menginginkannya. Ada kebahagiaan yang bersifat sementara, yang sekarang ada dan hanya untuk waktu yang singkat. Misalnya harta, dengan memiliki mobil akan merasakan kebahagiaan, akan tetapi yang namanya keinginan akan terus berkembang. Jika sekarang memiliki sebuah mobil maka sesaat kemudian ingin memiliki lebih lagi supaya lebih bahagia.

Kadang kita bisa menggapai kebahagiaan, namun oleh suatu kondisi tertentu, bisa saja kebahagiaan itu hilang. Injil Matius menyatakan, salah satunya adalah kesengsaraan yang bisa menghilangkan kebahagiaan.

Demikian pula dalam kehidupan berumah tangga, kadang kebahagiaan sulit dirasakan manakala ada gesekan-gesekan, perbedaan-perbedaan pandangan diantara masing-masing anggota keluarga, yang mengakibatkan sulitnya mengalami damai sejahtera.

Mengenai kebahagiaan kekal, Firman Tuhan menyatakan mengenai kebahagiaan yang tidak mudah tersapu oleh angin kehidupan, betapapun kita dianiaya, menderita dan kesakitan. Dalam ucapan bahagia yang dinyatakan Tuhan Yesus, setidaknya ada dua hal yang perlu kita perhatikan :

Pertama, sikap hidup kita. Injil Matius pasal 5, mulai ayat yang ke-3 sampai 12 dinyatakan beberapa sikap hidup. Diantaranya adalah sikap batin memerlukan Tuhan. Sikap batin dimana kita tidak sanggup menjalani kehidupan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan pertolongan Tuhan. Selain itu, dinyatakan pula sikap lemah lembut, orang yang lapar dan haus akan kebenaran, miskin di hadapan Tuhan, suci hati dan membawa damai yang perlu terus ada dalam diri kita. Bagaimana kita memiliki sikap-sikap tersebut diatas? Dengan melatih diri secara terus menerus. Kalau kita tidak mencoba, beribu kalipun kita berdoa, kita tidak akan memiliki sikap-sikap tersebut. Rasul Paulus mengibaratkan orang Kristen sebagai olahragawan, yang selalu harus terus menerus melatih diri.

Kedua, karena kondisi. Matius 5: 4 menyatakan “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” Kebahagiaan karena kondisi tertentu, di dalam kehidupan kita sehari-hari, kondisi ditinggal oleh orang-orang yang kita kasihi akan membuat kita merasakan kesulitan merasakan damai sejahtera. Akan tetapi Firman Tuhan menyatakan bahwa kita bisa berbahagia dalam kondisi-kondisi susah.

Rasul Paulus pernah mengatakan “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4: 4). Dengan satu keyakinan bahwa Tuhan bersama-sama dengan kita dalam segala kondisi, baik dalam kondisi suka maupun duka, Tuhan ada bersama-sama dengan kita. Dalam penderitaan, Tuhan ada bersama-sama dengan kita menanggung penderitaan kita.

Surat I Petrus 1: 3-7 menyatakan “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

Taatlah kepada Tuhan dan selamat berbahagia.