Masa Adven dan Natal 2016

Mulai hari Minggu, 20 November 2016 kita telah memasuki masa Adven dan mempersiapkan diri untuk menyambut Natal. Untuk menghayati masa Adven dan Natal tahun 2016, Panitia MPAN 2016 telah mempersiapkan dengan beberapa kegiatan sbb:

  1. Tema MPAN yang telah ditetapkan oleh LPP Sinode GKJ dan GKI Wilayah Jawa Tengah adalah: “Allah Mendamaikan”

  2. Kebaktian pembukaan MPAN akan diselenggarakan pada hari Minggu, 20 November 2016 pada semua jam kebaktian dengan menggunakan liturgi khusus. Sedangkan Ibadah Penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2016 dengan perayaan Minggu Epifani.

  3. Persekutuan Doa dan Pemahaman Alkitab Untuk semakin menghayati suasana Adven dan Natal, selama Masa Adven dan Natal jemaat dihimbau untuk mengadakan Persekutuan Doa dan Pemahaman Alkitab di blok masing-masing. Bahan Persekutuan Doa dan Pemahaman Alkitab telah didistribusikan ke blok melalui koordinator blok masing-masing.

  4. Berbagi Kasih Kepada Sesama Peristiwa Natal senantiasa mengingatkan kita untuk menyatakan cinta kasih kepada sesama sebagai mana Tuhan Yesus telah datang ke dunia untuk menyatakan kasihNya kepada kita. Sebagai ungkapkan kasih dan kepedulian kepada sesama, dalam MPAN akan diselenggarakan Program Berbagi Kasih. Sasaran dari kegiatan ini adalah saudara-saudara di sekitar gereja yang membutuhkan. Bentuk dari kegiatan ini adalah dengan membagi sembako berupa: Beras, Minyak Goreng ,Gula dan Teh. Program ini akan dilaksanakan para tanggal 22 - 24 Desember 2016.

    Terkait dengan hal tersebut kami menghimbau kepada segenap jemaat untuk mewujudkan kasih natal dengan menyerahkan persembahan berupa sembako (beras, minyak goreng, gula dan teh). Bagi jemaat yang ingin menyalurkan berkatnya berupa sembako dapat diserahkan melalui kantor gerejakepada jam kerja. Untuk Informasi lebih lanjut terkait dengan program ini, bapak/ibu/ saudara dapat menghubungi Dkn Agung Juniar (No. Telp. 081 229 779 80), Marwan Handoyo (082 136 380 573), Dkn. Rahmani Widodo (081 329 634 932), Eko Purwanto (081 794 613 11) Bagi bapak/ibu/saudara yang akan berpartisipasi dalam Kegiatan Berbagi Kasih, dapat menyerahkan jenis-jenis sembako tersebut mulai tanggal 27 Nopember sampai dengan 18 Desember 2016

  5. Read Aloud

    Sesuai dengan himbauan dari LPP Sinode GKJ dan GKI Wilayah Jawa Tengah, kami juga menghimbau jemaat yang mempunyai putra/putri atau cucu usia 3 sampai 8 tahun untuk melaksakan kegiatan Read Aloud.

    Read Aloud adalah metode mengajar membaca yang paling efektif untuk anak-anak karena dengan metode ini kita bisa mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan. Juga menciptakan pengetahuan yang menjadi dasar bagi anak, membangun koleksi kata/kosakata dan memberikan cara membaca yang baik serta membangun relasi yang dekat antara orang tua dan anak. Read Aloud memberikan solusi sederhana, yaitu dengan membacakan buku cerita, yang memerlukan waktu sekitar 15 menit setiap harinya. Hal ini dapat membantu membangun fondasi minat dan kecintaan anak terhadap buku dan membaca kelak.

    Minat dan kemampuan anak tidaklah sama. Anak yang memiliki minat membaca tinggi cenderung akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan membacanya. Sedangkan anak yang memiliki kemampuan membaca namun tidak memiliki minat baca, cenderung kurang menyukai aktivitas membaca. Bagi orang tua yang ingin menjadikan putra-putri mereka memiliki pengetahuan, membaca adalah kuncinya. Namun, bagaimana caranya agar anak tidak sekedar ‘mampu’ membaca, tapi juga ‘mencintai’ aktivitas membaca? Banyak hal dapat dilakukan dari mulai memperdengarkan cerita (mendongeng), memunculkan suasana kondusif untuk membaca di keluarga atau dengan cara memumbuhkan kebiasaan Read Aloud.

    Read Aloud adalah strategi yang penting bagi Ayah-Bunda lakukan untuk menumbuhkan minat membaca. Read Aloud merupakan aktivitas bersama yang dilakukan antara orang dewasa dan anak. Metode Read Aloud membacakan buku dengan cara bersuara yang dilakukan oleh Ayah Bunda kepada anak dari usia bayi sampai usia sekolah dasar. Bagi orangtua yang ingin membangun kedekatan anak dengan orangtua dan membiasakan anak dengan suara orangtua, metode ini sangat bermanfaat. Jadi, apa pun yang orangtua baca dengan suara nyaring, baik itu koran atau majalah, sehingga anak mendengar dan terbiasa dengan suara orangtua berdampak pada relasi yang lebih dekat. Kemudian dalam mengenalkan literasi sejak dini, ternyata dengan membacakan cerita, secara otomatis kata-kata yang terekam pada anak akan bertambah.

    Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melaksanakan kegiatan ini:

    • Cari buku yang baik: yang mengandung pengetahuan dan sarat pesan moral. Mengingat saat ini kita berada dalam suasana adven dan natal, upayakan cerita anak yang terkait dengan kisah adven dan natal.
    • Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
    • Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang, dalam suasana yang menyenangkan
    • Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
    • Usahakan menggunakan suara/intonasi berbeda sesuai karakter dalam cerita

    Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak kita memiliki kegemaran untuk membaca di tengah kuatnya pengaruh gadget. Membaca adalah senjata yang pamungkas untuk melawan kebodohan, kemiskinan, dan kehancuran sebuah bangsa. Bangsa yang tidak suka membaca, tidak banyak tahu, dan akhirnya akan membuat pilihan buruk di rumah, pengadilan, dan dalam aneka situasi. Dan, keputusan-keputusan tersebutlah yang akan mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.

Add new comment