Menjadi Persekutuan yang Berhikmat

Melaui tema ini kita diajak untuk merenungkan arti ibadah yang sejati di tengah banyaknya peribadatan yang menarik akan tetapi apakah sesungguhnya membawa pengenalan yang benar kepada Allah. Persekutuan orang percaya memang membawa kepada kedekatan dengan Allah, akan tetapi disadari juga banyak persekutuan yang ada hanya untuk mencari keuntungan jasmani menjadi sekedar hiburan bagi jiwa yang lelah. Bacaan Alkitab mengingatkan akan hari Tuhan yang semakin mendekat.

Hari Tuhan yang semakin mendekat tentunya ditanggapi bukan dengan rasa takut hati melainkan dengan bijak dan berhikmat supaya dihari-hari yang dilalui ataupun tiba saatnya hari Tuhan, jemaat senantiasa dapat mengerti dan percaya serta teguh di dalam pengharapannya. Sebagai sebuah persekutuan jemaat, orang percaya diajak untuk saling membantu, menguatkan dan menopang menghadapi hari Tuhan dalam pengajaran yang benar sehingga tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang ada dan senantiasa menjaga kekudusan hidup dalam ketaatan dan iman.

Banyak pengajaran yang terjadi bukan untuk kemuliaan Allah, melainkan untuk kepentingan diri sendiri atau sekelompok golongan. Memang sulit untuk membedakan manakah yang menjadi kehendak Allah dan yang bukan. Kebanyakan manusia mencari pengajaran dilihat dari kepentingan dan keuntungan pribadi bukan dalam arti penyembahan yang benar di hadapan Allah. Untuk itulah fungsi persekutuan dalam mencari kehendak Allah yang benar, yaitu dengan hikmat dalam pengajaran yang benar yang pada akhirnya tertuju untuk kemuliaan nama Tuhan.

“Menjadi Persekutuan Yang Berhikmat”, Kata berhikmat berarti dapat membedakan mana yang benar dan yang dikehendaki oleh Allah. Yang dikehendaki Allah tentunya berdasarkan Alkitab yang dipahami secara benar dimana yang menjadi ukurannya adalah kebenaran Allah yang dinampakkan dalam kesetiaan, ketaatan dan hidup kudus di hadapan Allah.

Oleh karena itu, sebagai sebuah persekutuan, orang percaya harus senantiasa hidup dekat dengan Allah dengan senantiasa mencari kebenaran akan FirmanNya dan dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah persekutuan orang percaya harus senantiasa menyatakan Firman Allah dalam kehidupannya, sebagai wujud kehidupan kudus. Persekutuan orang percaya jangan sampai terjatuh didalam kekuasaan yang pada akhirnya menindas, kepentingan sesaat yang akhirnya meninggalkan kebenaran, apalagi mengatasnamakan Tuhan bagi kepentingan golongan untuk meraih tujuan tertentu. Persekutuan orang percaya harus senantiasa kritis dalam kehidupan beriman dalam kepasrahan sehingga hikmat dinyatakan dan hidup dalam kebenaran. Setiap anggota persekutuan orang percaya harus hidup introspeksi terhadap diri pribadi dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus dan sesamanya, apakah semuanya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan, kebaikan dan pertumbuhan bersama atau hanya kepentingan pribadi atau golongan.

Hari Tuhan pasti akan datang dan di Hari Tuhan akan dinyatakan keadilan Allah atas semua orang, dimana kebenaran akan dinyatakan dan kefasikan akan terbakar habis. Hari Tuhan bukanlah ancaman ketakutan bagi mereka yang benar, melainkan harapan dan semangat dimana kesetiaan akan mendapatkan keadilan dan kekudusan akan mendapatkan kemuliaan. Mari jadikan sebuah persekutuan dari orang percaya yang berhikmat yang senantiasa mencari kehendak Tuhan yang benar dan dinyatakan dalam kehidupan dalam kekudusan yang sejati, agar nama Tuhan dipuji dan dimuliakan. Tuhan memberkati...amien.

Bacaan I : Maleakhi 4 : 1 – 2a
Tanggapan : Mazmur 98
Bacaan II : 2 Tesalonika 3 : 6 – 13
Bacaan Injil: Lukas 21 : 5 – 19

Add new comment