Riyaya Undhuh-Undhuh GKJW Mojowarno "Syukur Bukan Sekedar Ucapan"

Jemaat Blok VII dan Blok XI GKJ Manahan Surakarta beserta beberapa gereja lain hari ini, Minggu (12/05) turut memeriahkan Riyaya Undhuh-Undhuh GKJW Jemaat Mojowarno. Sejak pagi pukul 06.00 WIB persiapan ibadah sudah dilaksanakan, mulai dari perarakan persembahan dari jemaat-jemaat blok diantaranya Mojodukuh, Mojowangi, Pepanthan Mojotengah, Mojowarno, Mojojejer, Mojoroto dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Perarakan yang disebut pawai bangunan ini unik, sebab persembahan-persembahan yang diarak ini ditaruh dalam kereta serta hiasan patung yang menggambarkan cerita Kitab Suci. Ada visualisasi patung Yakub sedang bergumul dengan Tuhan, Abraham yang siap mempersembahkan Ishak, Musa yang datang pada Bangsa Israel yang sedang menyembah patung anak lembu emas dan banyak ragam tema yang tersaji berbeda antar jemaat blok. Tahun ini, Riyaya Undhuh-Undhuh dijiwai semangat bahwa syukur diwujudkan tidak sekedar ucapan, didasarkan dari Injil Lukas 19:8.

Ibadah Riyaya dipimpin oleh Pendeta Wimbo Sancoko, S.PAG yang membuka ibadah dengan bacaan dari 1 Tawarikh 16:29 "Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan."

Pelayanan pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari Injil Lukas 19: 1-10 tentang kisah pertobatan Zakheus. Pendeta Wimbo menyatakan dalam kotbahnya bahwa kata 'syukur' memiliki berbagai makna : pertama, syukur bisa ditujukan pada hidup yang baik dan beruntung; kedua, bisa ditujukan pada orang yang tidak disukai ketiga, syukur bisa ditujukan pada pengharapan, biasanya harapan para orang tua pada anaknya dan yang keempat, syukur bisa dinyatakan jika seseorang merasakan kasih karunia Tuhan sehingga ingin mengucapkan syukur pada Tuhan.

Lanjut dalam kotbahnya, Pendeta Wimbo menanyakan apakah syukur hanya diucapkan dengan kata-kata? Dengan perkataan adalah hal yang sangat mudah, akan tetapi menjadi sulit jika diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pendeta Wimbo mencontohkan, Zakheus menyatakan syukur dan terima kasih pada Tuhan Yesus yang telah berkenan hadir dalam rumahnya. Zakheus yang tidak disukai banyak orang, mendapat belas kasih Tuhan Yesus, sehingga Zakheus menyatakan syukurnya dengan memberi kepada orang lain untuk mewujudkan kemuliaan nama Tuhan. Demikianlah syukur Zakheus tidak hanya dalam perkataan tetapi dalam tindakan yang memberikan hartanya.

Apakah kita bisa bersyukur tidak hanya dalam perkataan tetapi juga dalam tindakan nyata? Riyaya Undhuh-Undhuh merupakan tindakan nyata Jemaat Mojowarno bersyukur atas kasih karunia Tuhan dalam hidup jemaat.