Tuhan adalah Gembala dan Pemelihara Jiwa

Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan,
Menghayati peran Allah sebagai Gembala dan sekaligus sebagai Pemelihara Jiwa umat percaya, sangat penting bagi kehidupan orang beriman yg menyadari panggilan hidupnya. Kita, yang telah menerima kasih karunia Tuhan, dengan dipilih sebagai domba-Nya, harus bersedia “memilih hidup” dipadang rumput hijau, namun bagaimana realitanya?

Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan,
Keputusan semua orang percaya, yang pertama dan yang paling penting adalah mengikut Yesus, sebagai Juru selamat. Tetapi keputusan kedua yang strategis adalah memiliki komitmen dan sikap hidup untuk setia menjalani kehidupan sebagai domba yg digembalakan Tuhan Yesus, supaya jiwa kita dipelihara-Nya (Maz 23: 2 Dia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia menyegarkan jiwaku).

Keputusan pertama akan membawa kita menerima anugerah keselamatan sorgawi, karena iman percaya. Sedangkan keputusan kedua akan menentukan apakah disepanjang jalan hidup di bumi ini dipenuhi kesegaran jiwa, yaitu damai sejahtera. Hidup akan menampilkan gambar yang jelas atau sebaliknya suram, yaitu gambar Yesus Sang Gembala, tergantung dari karakter yang dipilih (1 Pet 2: 25 dahulu kamu sesat seperti domba, sekarang kamu kembali kepada Gembala & pemelihara jiwamu)

Sejauh memilih karakter sesuai teladan Yesus, dan menyadari diri sebagai domba-Nya, pasti kita memiliki damai sejahtera, karena pribadi Yesus Sang Gembala yang disembah menjadi nyata didalam kehidupan kita sehari-hari? Bagaimana caranya?

Miliki karakter seperti teladan Kristus, dengan Prioritas menjalani kehidupan spiritual melalui doa dan firman, serta berjalan didalam komunitas “memecahkan roti” (Bacaan 1, Kis 2:46, dengan bertekun dan sehati mereka berkumpul tiap hari di Bait Allah)

Bapak Ibu yang terkasih,
Kehidupan bersama Tuhan sebagai Gembala & Pemelihara Jiwa di dunia ini harus mencerminkan kehidupan sebagai orang-orang yang “HIDUP” bukan sekedar hidup. Yaitu kehidupan penuh oleh kuasa Roh dan sukacita, karena dipelihara oleh Gembala Agung. Apalah artinya menjadi domba mengikut Tuhan Yesus, tapi tersesat? Mengikut Sang Gembala tapi jiwanya kering?

Dia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, tapi kelaparan? “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10b).
Bagaimana dengan Bapak Ibu, sudahkah mempunyai hidup dengan Kuasa?
Amin.

Bacaan 1 : Kis 2 : 42 – 47
Tanggapan : Mazmur 23
Bacaan 2 : 1 Pet 2: 19 – 25
Bacaan Injil : Yohanes 10:1 – 10

Sumber: Warta Gereja Edisi Minggu 7 Mei 2017

Add new comment