Kotbah

Daftar Kotbah GKJ Manahan

Ibadah Minggu, 29 September 2013 “Penyertaan Tuhan Melalui Kehidupan Doa”

Ada sukacita bagi jemaat GKJ Manahan dalam ibadah Minggu hari ini (29/9) saat beberapa jemaat GKJ Manahan menerima sakramen sidi dalam ibadah jam 06.30 WIB dan sakramen baptis dalam ibadah jam 08.30 WIB. Pendeta Samuel Arif Prasetyono, S.Si melayani ibadah jam 08.30 WIB dengan menggunakan liturgi khusus hari doa Alkitab. Kotbah didasarkan dari Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

Ibadah Minggu, 15 September 2013 Ketika Sampah Masyarakat Bertobat

Ibadah Minggu (15/9) di GKJ Manahan jam 16.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si dengan menggunakan Tata Ibadah Minggu I. Kotbah didasarkan dari Injil Lukas 15: 1-10 perumpamaan tentang domba yang hilang dan perumpamaan dirham yang hilang. Dalam kotbahnya, pendeta Fritz menyatakan bahwa dalam kehidupan kita bermasyarakat pasti muncul sebuah pernyataan demikian :“untuk apa menolong orang itu, orang itu layak dimusnahkan; lebih baik tidak ada di dunia ini!” Sebuah kalimat penolakan, yang mungkin sering kali telah kita dengarkan. Ada orang-orang yang menginginkan orang lain disingkirkan dari kelompok masyarakat. Dan biasanya, orang yang disingkirkan disebut sebagai sampah masyarakat.

Di tengah-tengah masyarakat, ada sekelompok orang yang dianggap sebagai sampah masyarakat. Dianggap sebagai orang yang tidak berguna dan disingkirkan dari antara masyarakat. Tetangga-tetangganyapun akan sulit  menerima keberadaan orang-orang yang di cap sampah masyarakat.

Ibadah Minggu, 2 September 2013 "Mendisiplinkan Diri Membangun Kehidupan"

Ibadah Penutupan Pekan Pendidikan Kristen tahun 2013 hari ini, Minggu (1/9) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fendi Susanto, S.Si. Dalam ibadah yang menggunakan liturgi khusus ini, Ibrani 10:36 menjadi nats pembimbing. Kotbah didasarkan dari Lukas 14: 7-11. Berkaitan dengan penutupan Pekan Pendidikan Kristen tahun 2013, Pendeta Fendi menyatakan bahwa dalam tema "Mendisiplinkan Diri Membangun Kehidupan" ada 2 kata kunci yaitu 'disiplin' dan 'kualitas'.

Keadilan dan kesejahteraan di Indonesia bisa terwujud jika anak-anak bangsa mau menjadi generasi yang berkualitas. Republik Indonesia telah merayakan kemerdekaannya selama 68 tahun, namun muncul sebuah perenungan yang muncul seiring bertambahnya usia bangsa kita. Banyak anak bangsa yang masih hidup belum merdeka, baik secara ekonomi, hukum maupun sosial. Banyak yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. 

Bagaimana mungkin cita-cita luhur bangsa ini bisa tercapai jika generasi muda tidak mendapat pendidikan berkualitas?

Hidup Benar di Hadapan Tuhan

“Semua orang tentunya ingin hidup benar, tidak hanya dihadapan Tuhan tetapi juga didepan sesama kita. Bahkan sejak kecil kita sudah dididik untuk melakukan segala sesuatu dengan benar, berbicara dengan cara yang benar, bersikap dengan cara yang benar.” Demikian pernyataan Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA mengawali kotbahnya dalam Persekutuan Doa Akhir Bulan, hari Sabtu (31/8) yang lalu.

Sekalipun hidup benar adalah panggilan, harus kita akui bahwa orang-orang yang hidup tidak benar itu lebih banyak, dan realitanya mereka ada dalam masyarakat. Dimana-mana ada kekerasan, tidak hanya secara komunal tetapi bisa antar priadi bahkan dalam rumah tangga (KDRT) dan sering kali ada pembiaran terhadap kekerasan yang terjadi.

Ibadah Syukur Komisi Pendidikan GKJ Manahan

Dalam rangka menaikkan syukur kepada Tuhan atas penyertaanNya kepada anak-anak jemaat GKJ Manahan dalam studi yang ditempuh, Komisi Pendidikan GKJ Manahan menyelenggarakan kebaktian hari ini, Jumat (30/8) jam 17.00 WIB.

Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA melayankan pemberitaan Firman Tuhan yang diawali dengan pemutaran sebuah film singkat tentang John Steven Akhwari, seorang pelari maraton dari Tanzania. Maraton adalah lari dengan jarak yang bisa mencapai 42 kilometer. Dalam pertandingan maraton di kota Meksiko tahun 1968, John Stephen Akhwari mengalami cedera pada kilometer ke 19, dengan engsel kakinya yang lepas. Meskipun demikian, ia tidak menyerah. Dari antara 75 peserta yang mengawali pertandingan maraton, 57 diantaranya mencapai garis akhir, sedangkan sejumlah 11 orang  tidak mencapai finish. Sekalipun penganugerahan juara telah selesai dilangsungkan, satu jam kemudian barulah John Stephen Akhwari sampai dan menjadi pelari terakhir yang mencapai garis finish.Ia terus berjuang berlari sampai garis akhir, menyelesaikan pertandingan yang dimulainya, sekalipun dengan demikian-pun ia tidak akan mendapatkan apa-apa.

Ibadah Minggu 18 Agustus 2013 "Berpengharapan Baru"

Ibadah minggu (18/8) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA dengan menggunakan liturgi ibadah minggu ke-III. Dalam ibadah malam ini pula, diadakan peresmian nama sebuah paduan suara oleh pendeta Retno Ratih. "Adoria Voices", Demikian nama paduan suara ini dinyatakan oleh pendeta Retno Ratih. Menurut beliau, kata 'adore' berarti menyembah. Harapannya adalah anak-anak usia SMP ini mempersembahkan suara mereka melalui lagu-lagu pujian penyembahan kepada Tuhan. Dan semoga bersama paduan suara ini, jemaat turut memuliakan Tuhan melalui pujian-pujian.

Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan Injil Lukas 12: 49-56. Mengawali kotbahnya, pendeta Ratih menyatakan bahwa kita semua senang bau yang sedap, dan pasti akan merasa terganggu dengan bau-bau yang tidak sedap. Bahkan sejak zaman dulu, telah dibuat oleh manusia berbagai produk pengharum. Semakin murni pengharum, terutama pengharum tubuh, jika dipakai, bau wanginya akan bertahan sepanjang hari. Dan untuk mendapatkan pengharum yang murni, tentunya bukan hal mudah, sebab membutuhkan resep yang pas dan cara pengolahan yang pas. Sesuatu yang murni membutuhkan usaha yang keras. Tidak hanya pengharum, dalam hal pengolahan logam pun dibutuhkan usaha yang keras untuk mendapatkan logam yang murni.

Ibadah Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!” demikian pekik kemerdekaan dengan lantang diucapkan pendeta Fritz Yohanes Dae Panny ketika mengawali kotbahnya dalam Ibadah Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 yang diselenggarakan Sabtu, (17/8) di GKJ Manahan. Ibadah diawali dengan upacara sederhana bersama warga jemaat, dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih. 

Kata “merdeka” hari ini bisa kita ucapkan dengan bebas tanpa ada siapapun yang menghalangi kita. Bayangkan dulu para pejuang meneriakkan pekik kemerdekaan, mereka mendapatkan ancaman, penganiayaan, penindasan dilarang membicarakan kemerdekaan. Maka kata "merdeka" bagi mereka memiliki makna yang mendalam. Kemerdekaan ini adalah untuk bangsa indonesia sebagai suatu kesatuan.

Ibadah Perjamuan Kudus, 11 Agustus 2013 “ Waspadalah”

Ibadah perjamuan kudus di GKJ Manahan hari Minggu ini (11/8), pada jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Samuel Arif Prasetyono, S.Si dengan menggunakan Liturgi Ibadah Minggu I dengan nyanyian Kidung Jemaat. Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan Injil Lukas 12: 35-48 mengenai kewaspadaan.

Di awal kotbahnya, pendeta Samuel menyatakan bahwa perikop yang menjadi bacaan kita diberi judul kewaspadaan. Ketika kita membacanya, teringatlah kita akan sebuah acara di sebuah stasiun televisi tentang perkataan bang Napi “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada keinginan, tetapi juga karena kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!”

Persekutuan Doa Ucap Syukur Rumah Doa Meester Soewidji ke- 6 "Allah Kehidupan, Kami Siap Menjadi UtusanMu"

Perayaan 6 Tahun Pelayanan di Rumah Doa Meester SoewidjiSenin sore kemarin, (29/7) Komisi Rumah Doa Meester Soewidji GKJ Manahan menyelenggarakan persekutuan doa ucap syukur atas 6 tahun pelayanan di rumah doa ini. Persekutuan dimulai pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Ibu Widyarti Riani Hutapea sebagai pemimpin pujian, didukung iringan musik oleh grup Punakawan GKJ Manahan.

Doa Pembukaan dilayankan oleh Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, sedangkan pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.

"Orang Kristen diajar untuk selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, dalam kondisi senang maupun susah." Demikian pernyataan pendeta Fritz mengawali kotbahnya.

Hari ini, lanjutnya, dalam Persekutuan Doa Ucap Syukur Rumah Doa Meester Soewidji yang ke-6, kita melihat hari yang indah, yang luar biasa karena kita bisa melihat kasih Tuhan melalui keberadaan Rumah Doa Meester Soewidji. Melalui rumah doa ini kita mendapatkan fasilitas untuk berdoa, sehingga iman kita tumbuh. Sedangkan di daerah lain, saudara-saudara kita rumah ibadahnya ditutup oleh pemerintah daerah setempat. Ditengah-tengah suasana ini, bersyukurlah dalam suasana yang tidak toleran kita masih memiliki tempat untuk bersekutu dan berdoa. Janganlah kita berhenti dengan hanya bersyukur, kita mesti melanjutkan langkah iman kita, perjalanan iman kita.

Ibadah Minggu, 28 Juli 2013 "Berdoa"

Ibadah Minggu (28/7) jam 08.30 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si menggunakan Liturgi Minggu I . Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan Injil Lukas 11 : 1-13 tentang hal berdoa. Dalam kotbahnya, pendeta Fritz menyatakan bahwa doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ini adalah versi singkat dari doa Bapa Kami yang tercantum dalam injil Matius. Seberapa sering kita berdoa dalam sehari? Dan seberapa lama tiap kali kita berdoa?

Pages