Kotbah

Daftar Kotbah GKJ Manahan

“Roh Kudus Dicurahkan, Umat Dimampukan”

Minggu, 23 Mei 2010 pada semua jam kebaktian, GKJ Manahan mengemas ibadah secara khusus untuk memperingati hari turunnya Roh Kudus. Ibadah pagi, jam 6.30 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si yang mendasarkan kotbahnya pada bacaan leksionari dari Kejadian 11: 1-9, Mazmur 104: 24-30, Kisah Para Rasul 2: 1-21 dan Yohanes 14: 8-17.

Ibadah Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga

Pdt. Widya Notodiryo, S.Th melayani ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, kamis pagi 13 Mei 2010 di GKJ Manahan. Dengan mengambil dasar dari Injil Lukas 24: 44-53, Pdt. Widya menyampaikan bahwa ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke surga kurang mendapat perhatian dari jemaat, tidak hanya di GKJ Manahan tetapi juga di gereja-gereja lain. Secara statistik, Pdt. Widya mengungkapkan, jumlah kehadiran jemaat dalam ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke surga masih kalah dibandingkan dengan ibadah Natal atau Paskah. Padahal, kenaikan Tuhan Yesus ke surga tidak kalah penting dibandingkan dengan peristiwa Natal ataupun Paskah.

Ibadah Sakramen Perjamuan Kudus

Minggu, 9 Mei 2010, GKJ Manahan mengadakan ibadah sakramen perjamuan kudus. Ibadah jam 18.00 dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Dalam kotbahnya, Pdt. Fritz menyampaikan banyak hal mengenai pelayanan dalam hubungannya dengan persekutuan dengan Tuhan.

Sadarkah Kita Bila Kita Dikasihi Tuhan?

“Sadarkah kita, bila kita dikasihi Tuhan?” demikian perkataan Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dalam kotbah yang disampaikannya, minggu, 25 April lalu. Dalam kotbah dengan tema “Berharga di Mata Tuhan” ini, Pdt. Fritz mengajak jemaat GKJ Manahan untuk menghargai bumi sebagai ciptaan Allah. Tidak hanya dalam rangka hari Bumi yang diperingati dalam ibadah minggu ini, akan tetapi juga supaya penghargaan atas ciptaan Allah itu menjadi gaya hidup keseharian jemaat.

Setia dalam Perkara yang Kecil

Bacaan : Lukas 16: 9-15

Dalam kehidupan ini ada pemilahan perkara. Ada perkara penting dan perkara tidak penting, ada hal/ perkara besar dan perkara kecil, sehingga mau tidak mau ada skala prioritas apa yang akan diputuskan dan dilakukan. Seringkali orang menyepelekan atau menganggap remeh perkara kecil. Perkara kecil acap kali dianggap tidak memiliki arti. Inginnya hanya meraih yang besar dan terpandang.

Pages