Renungan

Daftar Renungan GKJ Manahan

Tuhan adalah Gembala dan Pemelihara Jiwa

Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan,
Menghayati peran Allah sebagai Gembala dan sekaligus sebagai Pemelihara Jiwa umat percaya, sangat penting bagi kehidupan orang beriman yg menyadari panggilan hidupnya. Kita, yang telah menerima kasih karunia Tuhan, dengan dipilih sebagai domba-Nya, harus bersedia “memilih hidup” dipadang rumput hijau, namun bagaimana realitanya?

Berharap Pada Pembaharuan Tuhan

Bapak Ibu yang dikasihi & mengasihi Tuhan,

Gambaran situasi negeri kita saat ini mirip saat Israel dikuasai orang Asyur di kitab Yesaya, rakyat dibuat resah oleh sekelompok orang dengan berbagai intimidasi, sehingga ketakutan hadir, dan keadilan musnah karena berita yg tendensius, ke-teladanan pemimpin dan keadilan jadi mimpi orang lemah yang selalu tertindas oleh ketidakjujuran (ay 4), sehingga kehidupan bernegara tidak kokoh bersatu tanpa pemimpin yg punya otoritas. Quo vadis?

Menjadi Persekutuan yang Berhikmat

Melaui tema ini kita diajak untuk merenungkan arti ibadah yang sejati di tengah banyaknya peribadatan yang menarik akan tetapi apakah sesungguhnya membawa pengenalan yang benar kepada Allah. Persekutuan orang percaya memang membawa kepada kedekatan dengan Allah, akan tetapi disadari juga banyak persekutuan yang ada hanya untuk mencari keuntungan jasmani menjadi sekedar hiburan bagi jiwa yang lelah. Bacaan Alkitab mengingatkan akan hari Tuhan yang semakin mendekat.

Berani Membuka dan Melepas Topeng

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.

Perjalanan kehidupan keimanan seseorang bukan tergantung kepada pemikiran diri sendiri “ini adalah hidupku”. Kehidupan beriman juga terletak kepada kerendahan hati seseorang untuk mengakui ketidakberdayaannya atau “membuka topeng”. Manusia sering kali jatuh dalam ketidaktaatannya kepada Allah terlebih dalam menjalani imannya.

Berdoalah Dengan Kerendahan Hati

Menjelang tahun 2017, atmosfer politik mulai memanas dengan tampilnya beberapa kandidat pemimpin daerah yang akan maju berkompetisi dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA). Perang pengaruh telah gencar dilakukan oleh masing-masing calon atau tim sukses yang lazimnya dengan mempromosikan kelebihan-kelebihan calon dan adakalanya dibarengi dengan mengungkapkan kelemahan rival-rivalnya. Fenomena ini juga nampak dalam proses pemilihan presiden di negara adidaya. Mungkin hal bersikap tinggi hati dan memandang rendah pihak lain merupakan sesuatu yang lazim dalam dunia perpolitikan.

Menghapus Kesenjangan Ekonomi

Renungan hari ini membahas masalah kesenjangan ekonomi. Renungan ini berangkat dari kenyataan kesenjangan ekonomi di Indonesia saat ini. Kesenjangan ekonomi di Indonesia sangat besar. Ada yang mengatakan: 10 persen warga Indonesia menguasai 70 persen kekayaan di Indonesia ; 90 persen warga Indonesia memiliki 30 persen kekayaan. Banyak orang miskin dan sedikit orang super kaya. Jadi, renungan kita adalah tentang Alkitab dan kesenjangan ekonomi. Firman Allah dan kesenjangan ekonomi. Yang dimaksud dengan kesenjangan ekonomi di sini adalah kekayaan ekonomi yang dibagi secara tidak merata.

Bangsa Merdeka Hidup Dengan Bijaksana

Minggu ini ibadah di GKJ Manahan disertai Perjamuan Kudus. Allah, di dalam Tuhan Yesus Kristus, mengundang setiap orang menikmati perjamuan dalam kerajaan-Nya. Pemerintahan Allah memperlakukan setiap pribadi secara sama, tidak membeda-bedakan. Gereja, secara pribadi dan bersama, patut merayakan keadilan, kebenaran dan kebaikan Allah ini dalam kehidupan di tengah bangsa dan negara Indonesia yang sebentar lagi akan merayakan hari kemerdekaan yang ke-71.

Pekerja yang Terpercaya

Setiap kita tentu ingin dipercaya oleh orang lain. Rasa-rasanya sedih kalau kita tidak dipercaya. Membangun relasi dengan orang lain baik dengan pasangan, atasan, teman bisnis, tetangga dll membutuhkan sikap saling percaya. Ketika kita sudah tidak percaya maka hubungan kita dengan pihak lain akan luntur dan rusak. Sementara untuk mengembalikan kepercayaan kembali bukanlah hal yang mudah. Hanya saja untuk menjadi orang yang dipercaya butuh proses yang tidak singkat.

Memberdayakan Pemberian Dengan Tepat

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kaya? Punya harta yang begitu banyaknya, sehingga tidak habis dipakai tujuh turunan? Kalau seperti itu ukurannya, orang kaya dalam perumpamaan Yesus ini benar-benar kaya! Namun, mengapa Yesus menyebut bahwa orang kaya ini bodoh, dan juga bahwa orang kaya ini "tidak kaya di hadapan Allah" ? Siapa yang tidak ingin menjadi orang kaya? Semua orang pasti menginginkannya.

Siap di Utus, Siap di Tolak

Sikap manusia sangat mudah berubah-ubah,ibarat air mengikuti bentuk wadahnya. Satu sisi baik karena menyesuaikan diri, tetapi di satu sisi sangat tidak tetap pendirianya. Manusia cenderung berubah dan sangat bervariasi. Terkadang perubahan itu membahayakan walau terkadang menguntungkan. Ketidaktepatan itu mencerminkan ketidakkekokohan pemahaman akan Tuhan. Maka sebaiknya manusia mulai belajar memahami Tuhan seperti Tuhan memahami manusia sehingga manusia tidak ditolak-Nya.

Pages