Renungan

Gambaran tentang seorang raja biasanya tidak jauh dari status, kedudukan dan kekuasaan. Gelar “raja” akan diberikan kepada seseorang yang membawa kemenangan dalam peperangan yang besar. Namun teladan Yesus sebagai Raja bukan berbicara soal status, kedudukan dan kekuasaan. Yesus meneladankan nilai–nilai seorang raja yang sejati, bukan soal status saja tetapi soal fungsi bukan soal kekuasaan melainkan soal nilai.

Kisah seputar kayu salib di Bukit Golgota, Yesus bergumul dengan penderitaan yang amat sangat. Dia harus menghadapi olok–olok dan tantangan dari orang – orang yang berada di sekitar salib. Menantang Yesus untuk membuktikan kuasa-Nya yang selama ini dikenal hebat. Olok – olok dan tantangan tersebut terasa lebih menyakitkan tatkala diatas kepala-Nya diberi tulisan, “Dialah Raja Orang Yahudi”. Namun Yesus memilih untuk tidak melawan dan mendendam. Yesus bertahan setia dengan panggilan untuk menderita demi menanggung dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Bahkan Ia memberikan nyawa-Nya bagi mereka yang menyiksa-Nya. Inilah keluruhan batin seorang raja sejati.

Melalui kejadian kisah salib, kita diajak untuk menghayati bahwa Kristus meneladankan nilai–nilai sebagai seorang raja sejati, nilai–nilai tersebut antara lain.

  • Berempati
    Kesediaan untuk memahami dan melakukan seruan sesama yang membutuhkan pertolongan.
  • Adil
    Menegakkan keadilan serta melindungi sesama dan penindasan.
  • Menyatakan kasih tanpa kekerasan
    Memiliki kelembutan hati, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, serta mau mengampuni kepada sesama yang menyakiti.

Arti dari hidup adalah hidup yang berarti, selamat menjalaninya. Amin

Kategori