Renungan

Daftar Renungan GKJ Manahan

Menjaga Garam Tetap Asin dan Terang Tetap Bercahaya

Kita tidak hidup dalam ruang hampa. Kita hidup di tengah dunia dengan segala dinamikanya. Gagasan, perkataan, maupun perbuatan yang kita lakukan tentu sangat dipengaruhi oleh masyarakat atau dunia dimana kita hidup. Dalam kadar tentu hal tersebut bisa kita mengerti dan memang tidak bisa dihindari. Namun di sisi lain, sebagai anak –anak Tuhan juga dipanggil untuk membawa pengaruh yang baik bagi dunia. Artinya, setiap orang percaya dalam seluruh kehidupannya semestinya membawa kebaikan dan hidupnya berguna bagi sesama. Hal tersebut diungkapkan sebagai wujud ibadahnya kepada Tuhan.

Selamat Berbahagia

Kuberbahagia yakin teguh, Yesus abadi kepunyaanku
Aku warisNya ku ditebus, ciptaan baru Rohul Kudus.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
(KJ 392:1)

Melihat Terang Pengharapan yang Besar

Pernah menyaksikan matahari terbit dari atas gunung? Oh …. Sungguh indah! Tatkala ufuk timur mulai memerah, pelan-pelan terang cahaya mendominasi langit di timur. Dan saat sinar matahari timbul sedikit di balik awan, sangat indah. Langit yang semula gelap, datangnya terang matahari benar-benar mengubah keadaan dan memberi pengharapan untuk semua makhluk di bumi. Hati yang penuh harapan dan sukacita karena datangnya fajar dan terang pagi dari sang matahari, nampaknya cocok untuk menggambarkan pewartaan bacaan pertama dan Injil hari ini.

Mesias Datang di Tengah Derita Umat-Nya

Di dalam penjara, Yohanes Pembaptis bingung, meragukan jati diri Kristus, benarkah Yesus Mesias, sepupu dari ibu yang akan membebaskan umat dari derita? Benarkah DIA itu Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia? Benarkah DIA anak Allah? (Yoh. 1: 29-34) seperti yang dengan lantang ia katakan sendiri ketika dipadang gurun, diluar penjara?

Tuhan Memberkati, Keluarga Bersyukur

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Keluarga adalah unit terkecil dalam kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai kehidupan pertama kali yang diterima oleh seseorang adalah di dalam keluarga. Salah satu nilai yang tidak boleh hilang dari kehidupan adalah kemauan untuk bersyukur. Untuk dapat bersyukur, seseorang butuh kesadaran bahwa dirinya lemah, selain itu juga kesadaran bahwa ada kekuatan di luar dirinya yang memampukannya mengalami dan melalui berbagai peristiwa dalam hidup. Oleh karena itu, di akhir bulan keluarga ini, penghayatan mengenai Allah Kehidupan sampai pada kesediaan untuk bersyukur.

Persekutuan yang Menyembuhkan

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Kehidupan sosial budaya timur terkenal dengan konsep paguyubannya, terkhusus ketika kita berbicara dalam kehidupan orang Jawa. Ada beberapa falsafah yang menunjukkannya: mangan ora mangan sing penting kumpul, rukun agawe santosa. Ki Ageng Suryomentaram mengatakan: “sapa wonge golek kepenak liyane ngepenake tanggane, iku padha karo gawe dhadung sing njiret gulune dhewe” terjemahannya kurang lebih: “barang siapa mencari kenyamanan sendiri dan mengabaikan kenyamanan orang lain, bagaikan menyiapkan tali untuk menjerat lehernya sendiri”. Nampaknya melalui falsafah tersebut, kehidupan sosial masyarakat Jawa memiliki nilai yaitu hidup seseorang tidak bisa dilepaskan dari komunitas disekitarnya. Sehingga melahirkan pengertian: “Guyub punika lairing mangertos dhateng gegayuhaning sesrawungan ingkang leres inggih punika sakeca sesarengan, beja sesarengan” (Ki Ageng Suryomentaram). Guyub itu tumbuh karena ada pengertian yang benar akan gambaran tentang pergaulan, yakni enak bersama-sama dan beruntung atau bahagia bersama-sama.

Mendengarkan Firman Allah dan Bermurah Hati

Shallom, Bp/Ibu/Sdr. Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus! Ada pepatah mengatakan: LEBIH BAIK TANGAN DI ATAS DARIPADA DI BAWAH, ini sangat dalam maknanya. Ini sebuah pembelajaran yang perlu dipahami, ditanamkan dalam pikiran dan hati, serta diaplikasikan oleh setiap orang yang mengaku bahwa dirinya adalah murid Kristus Yesus (orang Kristen). Bermurah hati tidak akan menyebabkan kita menjadi miskin dalam banyak aspek. Inilah karakter utama yang seharusnya dimiliki oleh para murid Tuhan Yesus Kristus.

Mendisiplinkan Diri Membangun Kehidupan

Sanadyan rumpil marginya
Nging Gusti tansah nganthi
Nadyan ribed lan sangsara
Datan semplah ing ati

Refr : Margining Salib ingambah
Mbangun turut maring Allah
Mbabarken tresna sejati
Mrih jagad tentrem basuki
(KPK Anyar 82: 4)

Kebiasaan

Kehidupan manusia sebagian besar dipengaruhi oleh yang namanya kebiasaan. Kebiasaan merupakan pengulangan tindakan secara terus menerus sehingga membentuk gaya hidup seseorang. Kebiasaan dapat dilakukan secara pribadi atau juga dapat dilakukan secara bersama-sama. Selain itu tentunya kitapun paham jika sebuah kebiasaan memiliki dua sisi, yaitu negatif dan positif. Mudah saja kita membedakan kebiasaan yang negatif dan positif. Namun masalahnya bukan bagaimana mengerti membedakan kebiasaan yang negatif dan positif saja. Akan tetapi secara sadar beralih dari sebuah kebiasaan satu ke yang lain itu tidaklah mudah. Mengapa?? Karena kebiasaan berkembang menjadi sebuah kewajaran dan dianggap tidaklah salah apabila dilakukan.

Pages