Renungan

Daftar Renungan GKJ Manahan

Tuntunlah Kami Menurut Rencana-Mu, Menyatakan Keadilan Dan Perdamaian

Pernahkah terpikir oleh kita, mengapa Yesus memberikan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah Yesus adalah Allah? Mengapa Allah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah sebagai Allah, Yesus tahu bahwa Dia pasti menang melawan godaan Iblis? Namun, semua hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut. Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal. Pencobaan Yesus yang dicatat dalam Injil ini merupakan kejadian yang sangat penting dalam kehidupan Yesus.

Orang Muda Jadilah Teladan!

Orang muda harus menjadi teladan! Orang muda harus memberikan warna yang berbeda di tengah-tengah kehidupan di dunia ini. Demikian ucapan Bp. Ir. Heri Sunarno dalam persekutuan pemuda blok XI yang diselenggarakan jumat lalu (15/2) di rumah Sdr. Agus Setia.

Katakan Padaku Hai Tukang Kayu

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Pernah suatu kali dalam sebuah percakapan ada beberapa orang berkumpul, dimana masing-masing orang mengeluarkan pendapatnya. Yang menarik adalah pendapat yang diterima oleh banyak orang, bukan karena isi pendapatnya, namun siapa yang berpendapat. Dengan kata lain, kesepakatan bersama diterima karena melihat latar belakang orang tersebut.

Kristus, Sang Pembebas

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Pada dasarnya manusia menginginkan kebebasan. Manusia ingin bebas sebebas-bebasnya tidak suka diatur atau dibatasi sehingga peraturan-peraturan atau hukum dianggap belenggu dan layak untuk dilanggar. Tuhan Yesus Sang Pembebas. Karya pembebasannya bermakna:

Sebab Pada-Mu Ada Kehidupan

Ku beroleh berkat yang tak kunjung lenyap
Yang tidak dibri dunia
Direlung hatiku, walau sarat beban
Ada damai sejahtera baka
Yesus yang selalu tinggal serta
Ia didalamku, ku dalamNya
"Aku senantiasa menyertaimu"
Itulah janjiNya kepadaku
(Nyanyikanlah Kidung Baru / NKB 196 : 1)

Pembaptisan Tuhan Yesus

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini adalah hari Minggu kedua di tahun 2013. Dalam kalender Gereja, minggu kedua bulan Januari merupakan Hari Pembaptisan Tuhan. Bacaan Injil kita saat ini juga mengungkapkan tentang peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus oleh Yohanes pembaptis. Ketika Yohanes pembaptis menyerukan kepada banyak orang bertobat, seruan itu rupanya mendapatkan respon yang positif dari orang-orang dijamannya. Berduyun-duyun orang meminta untuk dibaptis karena mereka ingin bertobat.

Upaya Manusia Mencari Damai Sejahtera

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Siapa di antara kita yang tidak menginginkan hidup damai? Siapa yang tidak mengharapkan agar keluarganya harmonis, negara aman, adil, dan makmur? Siapa yang tidak menginginkan ibadah di gereja tenang, teduh, dan damai? Sudah pasti setiap orang menginginkan keadaan yang penuh damai sejahtera. Namun kenyataannya ketika mengupayakan damai sejahtera selalu ada hambatan.

Mengikuti Kehendak Tuhan

Merasa paling berjasa, merasa paling tahu dan merasa paling berhak! Itulah perasaan dan keyakinan banyak orang tua zaman ini terhadap anak-anaknya. Tidak sedikit orang tua yang menentukan: anakku harus jadi ini atau itu, harus sekolah di mana, harus les apa, anakku harus mendapat rangking dalam kelas, harus pinter ini-itu. Mereka marah kalau anaknya tidak menurut, bahkan kalau anaknya memilih lain dari keinginan orang tua. Melalui bacaan leksionari minggu ini, gereja mengajak para orang tua meneladan keluarga kudus.

Jangan Hanya Diam Menunggu

Hari ini gereja memasuki Minggu Adven ketiga. Pada Minggu Adven kedua jemaat telah didorong untuk menunjukkan pertobatan dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Bagaimana proses perjuangan dalam menunjukkan sikap pertobatan itu? bukankah banyak tantangan yang dihadapi? Kiranya tantangan-tantangan yang ada tidak mematahkan semangat untuk menunjukkan sikap pertobatan. Bahkan gereja diharapkan mampu menunjukkan sikap yang lainnya. Apakah itu?

Pages