Renungan

Daftar Renungan GKJ Manahan

Menyambut Tuhan Dengan Pertobatan

Hari ini kita sudah memasuki Minggu Advent yang ke 2 yang ditandai dengan penyalaan 2 lilin advent, di beberapa tempat suasana menyambut Natal sudah semakin terasa. Banyak jemaat sudah mulai mempersiapkan diri, baik melalui rapat-rapat, latihan koor atau pun melakukan koordinasi dalam bentuk lain. Memang dalam menyambut kehadiran Tuhan baik dalam perayaan Natal maupun kedatangan Tuhan yang kedua kalinya kita perlu mempersiapkan diri. Semakin kita mempersiapkan diri, semakin kehadiranNya memberi makna dalam hidup kita.

Melangkah Dengan Pasti Dalam Menyambut Kedatangan-Nya

Jemaat yang terkasih,

Masa Depan adalah sebuah misteri yang menyelimuti setiap kehidupan seseorang. Meskipun banyak di antara manusia memiliki agenda yang akan dilakukan. Namun yang terjadi hanyalah sebuah kemungkinan-kemungkinan. Kemungkinan besar dapat terlaksana, akan tetapi juga ada kemungkinan tidak terlaksana. Sehingga meskipun manusia memiliki rancangan, namun belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebagian besar ketika seseorang mengalami kenyataan semacam ini, maka munculah kebimbangan dan putus asa. Keadaan inilah yang menyebabkan seseorang dapat menghentikan langkah kehidupannya. Terlebih pada saat-saat ini, banyak orang menerima berbagai macam desakan kehidupan yang acapkali tidak sesuai dengan harapan yang ada. Biaya kebutuhan hidup yang semakin meningkat yang di dalamnya meliputi: biaya pendidikan yang tidak murah dengan berbagai kompetisi yang ada; biaya pemenuhan fasilitas hidup seperti rumah, kendaraan dll. Ditambah lagi dengan berbagai persoalan kehidupan yang menyangkut relasi antar individu. Semakin memberikan kemungkinan bagi seseorang mengalami kebimbangan dan putus asa.

Pemimpin Yang Bersinar Seperti Fajar di Waktu Pagi Yang Cerah

Apakah saudara seorang pemimpin? Bukan, saya bukan pemimpin, saya orang biasa, hanya anggota, demikian jawab seorang Bapak. Dia bukan ketua RT atau pengurus suatu panitia, dia juga bukan pengurus gereja. Banyak yang menyetujui pandangan bahwa dirinya bukan pemimpin karena dia bukan ketua atau pengurus paguyuban, padahal setiap orang adalah pemimpin. Paling tidak setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.

Mengikut Yesus Tidak Mudah

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Kita sering mendengar dan bahkan berkomentar bahwa "mengikut Yesus tidak mudah", tapi benarkah "mengikut Yesus tidak mudah"?. Mungkin ada yang setuju atau tidak setuju.

Mengikut Yesus itu tidak mudah, misalnya jika hal mengikut Yesus itu orang harus melakukan segala kebaikan, jika mau diselamatkan maka harus melakukan perintah agama dengan sempurna, hal tersebut membuat seakan apa yang dilakukan Yesus sendiri menjadi pola agama pada umumnya. Hal ini jelas menjadi kontras jika dibandingkan dengan Tuhan Yesus yang menderita dan mati di kayu salib, yang semuanya itu dilakukan demi pengampunan dosa atas manusia. Tidak setuju, sebab ada dimensi lain apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dalam penyelamatan tidak sama dengan perintah agama.

Mengikut Tuhan Dengan Setia

Tema pembicaraan Minggu ini adalah mengikut Tuhan dengan setia. Dalam tema tersebut terkandung tuntutan supaya jemaat setia kepada Tuhan: tetap dan teguh hati mengikuti Tuhan Yesus Kristus meskipun menghadapi tantangan yang besar dan tawaran yang menggiurkan. Dalam tema tersebut juga terkandung gambaran ketidaksetiaan yang bisa terjadi di tengah jemaat yang dikarenakan tantangan dan cobaan.

Persekutuan Pemuda Blok XI "Pemuda Teladan"

Para pemuda Blok XI GKJ Manahan kembali menggelar acara Persekutuan Pemuda hari Jumat (14/9) yang lalu. Bertempat di rumah Sdri. Tiara Vega, persekutuan pemuda ini dihadiri cukup banyak pemuda blok XI. Perenungan Firman Tuhan dalam persekutuan ini disampaikan oleh Bp. Bambang Waluyo Hadi dengan bacaan I Timotius 4: 11-16 sebagai dasar.

Di awal renungan yang disampaikannya, jika dewasa ini kita membicarakan tentang keteladanan, rasanya seperti mimpi di siang bolong. Banyak pemimpin dalam berbagai tingkatan di institusi yang seharusnya menjadi teladan, tetapi sangat disayangkan baik moral, hidup dan tindakannya sangat tidak terpuji. Antara ucapan dan tindakan tidak sesuai.

Sekolah Minggu Remaja : Belajar Menghafal Ayat

Keceriaan anak-anak remaja GKJ Manahan hari ini (2/9) dalam kegiatan Sekolah Minggu Remaja tampak mengasikkan. Dalam sesi persekutuan besar yang dipandu oleh Sdri. Dorkas Natalina, warga jemaat blok XII, anak-anak bermain-main dengan botol bekas selai, dan bermain sambung kata dengan materi ayat-ayat firman Tuhan, yang sebelumnya telah mereka pelajari dalam kelompok-kelompok tumbuh bersama dalam setiap sesi Sekolah Minggu.

Matius 4.1-11 menjadi dasar perenungan Firman Tuhan. Kisah pencobaan Tuhan Yesus oleh iblis di padang gurun, ditunjukkan bahwa Tuhan Yesus menjawab setiap pencobaan iblis menggunakan kata 'ada tertulis'. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengerti dan hafal setiap pengajaran Firman Tuhan kepada bangsa Israel.

Persekutuan Pemuda Blok XI : "Mengikut Kristus = Merdeka"

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5: 1) Demikian ayat nats yang menjadi dasar perenungan dalam persekutuan pemuda blok XI hari ini, Jumat (10/8) di rumah Bp. Bagyo Sucahyo. Dalam persekutuan pemuda ini, Bp. Dwi Danan, MM selaku pengajar firman Tuhan mendasarkan perenungan firman juga dari bacaan Injil Yohanes 8: 30-36. Dijelaskannya dalam renungan yang disampaikannya mengenai definisi merdeka. Dalam bahasa yunani, kata merdeka diungkapkan sebagai ‘elioteria’ yang berarti kemerdekaan dari perbudakan. Orang merdeka berarti orang yang terbebas dari perbudakan.

Lantas, orang Kristen dibebaskan dari apa? Roma 8: 1-2 menyatakan bahwa orang percaya dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. I Yohanes 3: 4 mendefinisikan dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Hukum Allah yang berupa hukum kasih, yang jika kita tidak melakukannya merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah. Di dalam kasih, terdapat usaha untuk menyenangkan hati orang yang dikasihi dan berusaha pula tidak menyakiti. Demikian seharusnya kita mengasihi Allah dan sesama kita.

Pencobaan Menguatkan Iman

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.

Hidup dan kehidupan manusia merupakan proses yang harus dijalani, dari masing-masing orang tertentu prosesnya berlainan.

Sebagaimana proses hidup yang kita alami bersama pada saat ini, keadaan dan situasi ekonomi dan politik di negeri kita tercinta ini semakin hari semakin tidak menentu, sehingga menjadi tekanan dan cobaan hidup yang sangat berat bagi setiap orang, terlebih bagi kita sebagai orang yang percaya. Terkadang di pikiran kita sering muncul pertanyaan “apakah kira-kira mampu untuk melanjutkan perjalanan hidup mendatang?”, apalagi setelah adanya berita keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM bulan mendatang, masyarakat golongan menengah ke bawah itu merasakan kepanikan luar biasa, “aku mengko piye?”.

Perjalanan Penderitaan

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
Bawa pelita kepada yang gelap
Meski dihina serta dilanda duka
Harus melayani dengan sepenuh
Ref. : Dengan senang, dengan senang
Marilah kita melayani umatNya
Dengan senang, dengan senang
Berarti kita memuliakan namaNya.
(Pelengkap Kidung Pujian / PKJ 185:1)

Pages