Aktual

Informasi Terkini

Ibadah Natal Tahun 2012 "Aku Hadir Untukmu"

Ibadah Natal pagi ini (25/12) di GKJ Manahan dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA dengan tema "Aku Hadir Untukmu". Kotbah didasarkan pada bacaan leksionari terambil dari Yesaya 62: 6-12, Mazmur 97, Titus 3:4-7 dan Injil Lukas 2 : 8-20. Dalam kotbahnya, dikatakan dalam suasana Natal, rasanya ada nuansa yang menyenangkan tidak hanya bagi gereja tetapi juga bagi keluarga, karena dalam perayaan Natal pasti keluarga berkumpul. Dalam Natal kita diingatkan tentang kasih Allah yang hadir dalam hidup kita.

Ibadah Malam Natal "Kasih Allah Tak Berkesudahan"

Jazzy Christmas Eve, demikian konsep ibadah Malam Natal GKJ Manahan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemuda GKJ Manahan. Sesuai dengan temanya, musik dalam ibadah ini mengusung musik jazz dan jemaat tampak tidak kesulitan menyanyikan lagu-lagu ibadah dalam musik jazz. Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Daniel K Listyobudi, M.Th dari Universitas Kristen Duta Wacana dengan bacaan dari Ratapan 3: 22-23 yang menyatakan "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Ibadah Advent I "Berjaga Bersama Tuhan dan Sesama"

Memasuki Minggu Advent Pertama tahun ini, Minggu (2/12), jemaat GKJ Manahan merayakan peribadatan dengan menggunakan liturgi khusus dengan tema ibadah "Berjaga Bersama Tuhan dan Sesama". Ibadah jam 18.30 dilayani oleh Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari bacaan leksionari Yeremia 33: 14-16, I Tesalonika 3: 9-13 dan Injil Lukas 21: 25-36.

Dalam kotbahnya, Pendeta Samuel menyatakan bahwa masa Advent pertama ini bagi kita adalah minggu pertama dari masa menyongsong peringatan kelahiran bayi Kristus ke dunia ini. Tidak seorangpun tahu apa yang terjadi dalam hidup kita besok, apapun yang kita rencanakan belum tentu terjadi, banyak peluang-peluang perubahan dalam hidup yang akan merubah apapun yang mungkin terjadi besok. Masa depan masih menjadi misteri. Apa yang menjadi angan-angan manusia belum tentu bisa diwujudkan sesuaI perencanaan.

Ibadah Perjamuan Kudus, 7 Oktober 2012 “Menyambut Kerajaan Allah Seperti Seorang Anak Kecil”

Sakramen Perjamuan Kudus sedunia dirayakan segenap jemaat GKJ Manahan Surakarta dalam ibadah Minggu (7/10) pada semua jam ibadah. Ibadah jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA dengan kotbah yang didasarkan dari Injil Markus 10: 13-16. Dalam kotbahnya dinyatakan bahwa sakramen Perjamuan Kudus Sedunia yang ditetapkan setiap Minggu pertama bulan oktober memiliki tujuan yaitu : pertama, sebagai ekspresi iman, siapapun orang percaya dan dimanapun dia berada, diikat menjadi satu dalam tubuh Kristus. Siapapun orang yang percaya kepada Tuhan, apapun denominasi ibadahnya, semua adalah saudara di dalam Kristus. Perjamuan Kudus Sedunia dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa semua orang kristen adalah saudara meskipun ada perbedaan diantara kita. Kedua, bukankah format perjamuan kudus memberikan harapan bahwa kita yang setia sampai akhirnya, akan merayakan perjamuan kudus bersama-sama dalam kerajaan Allah.

KSU Lidia : Pelatihan Membuat Kue Sus Vla

Untuk ke-3 kalinya Koperasi Serba Usaha (KSU) Lidia GKJ Manahan membuat acara pelatihan. Setelah 2 pelatihan terdahulu, yaitu pelatihan membuat kroket dan pelatihan membuat lemper, kali ini pelatihannya adalah pelatihan membuat kue Sus Vla. Dan untuk pertama kalinya pelatihan ini dibuka untuk umum.

Hari minggu, 16 September 2012 dipilih pengurus KSU Lidia untuk menggelar acara ini. Pelatihan diikuti kurang lebih oleh 20 peserta, tidak hanya para ibu-ibu yang bersemangat mengikuti pelatihan, bahkan para pemuda pun ikut ambil bagian.

Ibadah Minggu, 16 September 2012 "Siap Mendengar Firman dan Siap Melakukan Firman Tuhan"

Ibadah minggu (16/9) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si. Kotbah didasarkan dari Amsal 1: 20-33. Perenungan Firman Tuhan dibuka dengan beberapa pertanyaan: Adakah orang yang tega menertawakan orang yang sedang mengalami kesusahan? orang yang mengolok-olok orang lain yang sedang celaka? Pernahkah kita sendiri yang mengalami hal itu? Orang percaya seharusnya memberikan penghiburan bagi orang yang sedang kesusahan, bukannya menertawakan maupun mengolok-olok.

Salomo, penulis Amsal, yang memiliki hikmat itu berencana menertawakan orang lain bila orang lain itu ditimpa kecelakaan? Bahkan mengatakan jika orang itu mencari dan minta tolong tidak akan ditolongnya. Benarkah demikian?

Persekutuan Pemuda Blok XI "Pemuda Teladan"

Para pemuda Blok XI GKJ Manahan kembali menggelar acara Persekutuan Pemuda hari Jumat (14/9) yang lalu. Bertempat di rumah Sdri. Tiara Vega, persekutuan pemuda ini dihadiri cukup banyak pemuda blok XI. Perenungan Firman Tuhan dalam persekutuan ini disampaikan oleh Bp. Bambang Waluyo Hadi dengan bacaan I Timotius 4: 11-16 sebagai dasar.

Di awal renungan yang disampaikannya, jika dewasa ini kita membicarakan tentang keteladanan, rasanya seperti mimpi di siang bolong. Banyak pemimpin dalam berbagai tingkatan di institusi yang seharusnya menjadi teladan, tetapi sangat disayangkan baik moral, hidup dan tindakannya sangat tidak terpuji. Antara ucapan dan tindakan tidak sesuai.

Ibadah Minggu, 2 September 2012

Ibadah Minggu (2/9) di GKJ Manahan pada jam 18.00 WIB dilayani oleh Vikaris Samuel Arif Ppresetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari Yakobus 1: 26-27. Di awal kotbahnya, diceritakan bahwa dalam sebuah surat kabar yang dibacanya, ada sebuah artikel yang berjudul "Kecelakaan Lalu-Lintas Adalah Manifestasi Agama". Apa kaitannya lalu lintas dengan agama? Menurut penulis, cara berkendara seseorang mencerminkan kualitas spiritualitas imannya. Seharusnya kalau orang beriman, dapat mengendalikan diri, sabar dan kesabaran itu membuatnya bisa terhindar dari kecelakaan lalu lintas, dan bukannya kualitas keimanan yang menjadi alasan untuk selalu menuntut selalu didahulukan.

Sekolah Minggu Remaja : Belajar Menghafal Ayat

Keceriaan anak-anak remaja GKJ Manahan hari ini (2/9) dalam kegiatan Sekolah Minggu Remaja tampak mengasikkan. Dalam sesi persekutuan besar yang dipandu oleh Sdri. Dorkas Natalina, warga jemaat blok XII, anak-anak bermain-main dengan botol bekas selai, dan bermain sambung kata dengan materi ayat-ayat firman Tuhan, yang sebelumnya telah mereka pelajari dalam kelompok-kelompok tumbuh bersama dalam setiap sesi Sekolah Minggu.

Matius 4.1-11 menjadi dasar perenungan Firman Tuhan. Kisah pencobaan Tuhan Yesus oleh iblis di padang gurun, ditunjukkan bahwa Tuhan Yesus menjawab setiap pencobaan iblis menggunakan kata 'ada tertulis'. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengerti dan hafal setiap pengajaran Firman Tuhan kepada bangsa Israel.

Ibadah Minggu, 26 Agustus 2012 “Gunakan Perlengkapan Senjata Allah”

Ibadah Minggu (26/8) jam 16.00 WIB di GKJ Manahan Surakarta dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Kotbah didasarkan dari bacaan Efesus 6: 10-20. Dalam kotbahnya, disampaikannya mengenai para pejuang kemerdekaan Indonesia. Bahwa belum lama ini kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan Jepang. Mengenai para pejuang kemerdekaan, mari membandingkan bagaimana perawakan para pejuang kemerdekaan Indonesia dibandingkan dengan warga negara Indonesia zaman sekarang ini, tentunya secara fisik beda karena para pejuang terlatih untuk berperang. Sekalipun senjata perang para pejuang kemerdekaan sangat sederhana bila dibandingkan dengan milik penjajah, tidak mengurangi semangat juang. Kemerdekaan Republik Indonesia, diraih dengan keberanian berjuang merebut kemerdekaan. Keberanian berjuang dalam segala macam keterbatasan.

Pages