Renungan

Daftar Renungan GKJ Manahan

Kemiskinan, Sakit-penyakit, Penindasan dan Keadilan di Mata Gereja

Ada ajaran yang menyatakan bahwa kemiskinan, sakit-penyakit dan kelemahan seseorang atau sekelompok orang disebabkan oleh kutukan Allah. Seseorang atau sekelompok orang dikutuk karena berdosa. Ada juga ayat-ayat dalam Alkitab yang berbicara seperti itu. Misalnya, kitab Yeremia 25. Akan tetapi, Alkitab tidak hanya berbicara seperti itu mengenai sakit penyakit, kemiskinan dan kelemahan. Ayat-ayat dalam Alkitab juga menyebutkan bahwa sakit-penyakit, kemiskinan dan kelemahan diadakan oleh kuasa jahat. Contohnya adalah kisah bapa Ayub yang sempat menjadi miskin, sakit dan sangat lemah (Lihat kitab Ayub).

Menjadi Anak Allah

Allah Maasih asung putranya
Allah Maasih mring manungsa
Mila kula ngidung Allah Maasih
Allah Maasih mring manungsa
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 8:1)

Mengapa Engkau Mencari Aku?

Mugi cahyaning pepadhang kang mancur saking Gusti
Nunten enggal sumrambaha mring salumahing bumi
Angicalna pepetenging bodo miwah ing dosa
Amadhangi tyang sadarum pami cahyaning surya
(Kidung Pasamuwan Kristen Lami 152:6)

Tidak Harus Besar dan Hebat

Hari ini kita sudah memasuki minggu Adven ke 4, tinggal beberapa hari ini kita merayakan sukacita kelahiran Tuhan Yesus dalam perayaan Natal. Sudah banyak persiapan sudah dilakukan oleh orang percaya untuk merayakan Natal. Bahkan perayaan natal sudah digelar sejak Minggu I bulan Desember.

Buah Pertobatan

Jemaat yang terkasih,
Saat ini kita sudah memasuki Minggu Advent III, dimana bacaan kita mengambil dari seruan Yohanes Pembaptis ke seluruh daerah Yordan kepada orang Yahudi untuk menyerukan pertobatan. Jika kita membaca seruan pertobatan Yohanes Pembaptis ini ada sesuatu yang menarik karena ditujukan kepada orang Yahudi. Dimana tidak sedikit orang Yahudi atau hampir seluruhnya menerapkan apa yang dinamakan Hukum Taurat Musa dan hukum-hukum kembangan dari Taurat.

Panggilan Pertobatan

Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk 3:3)

Menanti Dia Dengan Berjaga dan Berdoa

Mangsa Adven iku mengku werdi
Pacawisan methukken rawuhNya
Nggih Yesus Kristus Gustine
Pamarta kang satuhu
Ingkang rawuh nresnani jalmi
Kinen sami pracaya
Gesangnya rahayu
Tansah setya myang sembada
Ngantu-antu klayan manah kang taberi
Jumaga lan ndedonga
(Tembang macapat Dhandhanggula)

Saling Mendorong Dalam Kasih dan Dalam Pekerjaan Baik

Apalah Arti Ibadahmu
1. Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan
Bila tiada rela sujud dan sungkur?
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan
Bila tiada hati tulus dan syukur?
Refr. : Ibadah sejati, jadilah persembahan
Ibadah sejati, kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan
Jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.

2. Marilah ikut melayani orang berkeluh
Agar iman tetap kuat serta teguh.
Itulah tugas pelayanan, juga panggilan
Persembahan yang berkenan bagi Tuhan. Refr. :

Persembahan Wujud Perhatian Untuk Kehidupan Bersama

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa kekayaan, makanan, minuman dan kebutuhan pokok yang lain yang tersedia di bumi ini cukup untuk seluruh penduduk bumi. Semestinya tidak ada seorang pun yang mengalami kekurangan makan, dan minum. Akan tetapi, kenyataannya, banyak orang mengalami kelaparan dan kehausan.

Mencari Yesus

Prioritas itu penting. Apa yang paling penting dalam agama atau beragama? Ialah pada saat orang mengasihi Tuhan-nya dengan serius, progresif dalam komitmen yang dilandasi cinta dan bukan keterpaksaan. Singkatnya, dari hati. Hanya itu? Tidak. Jika hanya itu saja maka agamanya hanya menjadi agama doktrin belaka. Tidak sedikit orang yang malah berperang, membenci dan menyakiti orang lain dengan alasan membela dan mencintai Tuhan-nya. Cinta kasih kepada Tuhan harus beriringan dengan cinta kasih kepada sesama manusia. Jika dua dimensi ini menjadi prioritas dalam agama, maka agama menjadi katalisator yang berdampak bagi perbuahan sosial kemasyarakatan.

Pages