
Hari kamis, 12 November 2009, GKJ Manahan menerima kunjungan dari Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa yang bekerjasama dengan Christian Conference of Asia (CCA) dalam rangkaian acara Ecology, Economy and Accountability Conference, Asian Ecumenical Consultation on Climate Change.
Konferensi tersebut diselenggarakan tanggal 10-14 November 2009 di Pondok Remaja Salib Putih, Jl. Hasanudin Km. 4 Salatiga. Dengan 30 peserta, 23 diantaranya adalah warga negara asing, konferensi tersebut membahas peran gereja dalam merespon perubahan iklim.
Banyaknya bencana alam yang terjadi dewasa ini, menjadi dasar penyelenggaraan konferensi. Apalagi, Asia adalah daerah rawan bencana yang memiliki populasi terbesar. Penggunaan teknologi yang berdampak limbah juga mempengaruhi perubahan iklim secara signifikan. Oleh karena itu, organisasi masyarakat sipil, termasuk didalamnya adalah gereja sangat perlu bertindak secara nyata merespon kondisi sekarang ini.
Kunjungan ke GKJ Manahan, diawali dengan perjalanan darat dari Salatiga. Peserta juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Kampung Batik Laweyan sebelum sampai ke GKJ Manahan. Sesampainya di gereja, peserta dijamu makan bersama oleh majelis, juga disuguhi dengan pertunjukan keroncong oleh Kelompok Musik Keroncong Senandung Kasih, Blok VII GKJ Manahan. Peserta tampak antusias dengan keroncong yang menjadi budaya Jawa, beberapa diantaranya juga turut menyumbangkan lagu untuk memeriahkan suasana. Sebelum berdiskusi tentang perubahan iklim, peserta sempat juga disuguhi pertunjukan tari Gambyong, yang dibawakan oleh Sdri. Arum & Putri.
Tujuan peserta berkunjung ke GKJ Manahan adalah untuk melihat dan mencari referensi, bagaimana GKJ Manahan merespon perubahan iklim. Pendeta Retno Ratih, dalam penjelasannya kepada peserta, menyampaikan bagaimana GKJ Manahan merespon perubahan iklim dengan penyelenggaraan ibadah-ibadah yang mengajak jemaat untuk peduli pada lingkungan. Ibadah yang khusus dipresentasikan, adalah Ibadah Hari Bumi, yang mana tahun 2008 lalu mengambil tema 'tanaman', sedangkan tahun 2009 ini bertemakan 'air'.
Selain itu, juga terjadi diskusi tentang kerukunan antar umat beragama, yang mana GKJ Manahan telah melaksanakan kerukunan itu secara nyata dalam penyelenggaraan Kegiatan Nasi Murah tiap bulan Ramadhan. Peserta tampak sangat tertarik, tidak hanya peran GKJ Manahan dalam merespon perubahan iklim, tetapi juga peran GKJ Manahan di lingkungan sekitarnya dalam membangun kerukunan antar umat beragama. [sepur]