Hari ini, Jumat (30/8) pertama kalinya jemaat adiyuswa GKJ Manahan memiliki waktu ibadah khusus diperuntukkan bagi mereka. Ibadah perdana adiyuswa ini diselenggarakan dengan tema “Ginantenana Sakehing Pangorongku Kanthi Pangorong Marang Panjenengane”. Ketua Komisi Adiyuswa, Bp. Toto Suprapto menyatakan bahwa ibadah adiyuswa ini diselenggarakan mengacu pada program kerja Komisi Adiyuswa GKJ Manahan, yaitu mengembangkan pelayanan yang terjangkau dan mengembangkan variasi dan kreativitas pelayanan bagi jemaat adiyuswa.
Harapannya, melalui ibadah adiyuswa yang selanjutnya akan rutin diselenggarakan setiap bulan, akan terwujud visi Komisi Adiyuswa GKJ Manahan, yaitu mewujudkan adiyuswa yang tenteram sejahtera sebagai kawan sekerja Allah dalam karya penyelamatan Allah atas dunia.
Pendeta Emiritus Widiatmo Herjanto, dari GKJ Joyodiningratan, berkesempatan melayani jemaat adiyuswa dalam ibadah perdana ini. Kotbah didasarkan pada kitab Wahyu 21: 6 yang menyatakan “Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”
Dalam kotbahnya, pendeta Widiatmo Herjanto banyak menyatakan bagaimana supaya kehausan kita akan sumber air hidup yang kekal itu akan terpenuhi oleh Kristus Yesus. Dan beliau juga menyatakan bagaimana mengenai hidup yang mengalami kekeringan secara rohani. Bahwa siapapun yang kehilangan air kehidupan, ia akan kehilangan pengharapan dalam hidupnya, kehilangan sukacita dalam hidupnya.
Pendeta Widiatmo, melalui bacaan Yohanes 7:37-38 menyatakan “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Ibadah ditutup dengan doa oleh ketua Komisi Adiyuswa GKJ Manahan.
Sebagai informasi, pada tanggal 3 November 2013 yang akan datang, dalam ibadah jam 08.30 WIB, Komisi Adiyuswa telah mengajukan konsep pelayanan melalui wayang dalam ibadah di GKJ Manahan, dengan dilayani oleh Pendeta Fendi dari Bethesda Yogyakarta.