Semangat pertobatan mendasari jemaat GKJ Manahan untuk hadir dalam ibadah peringatan Rabu Abu hari ini (13/2) pada jam 18.00 WIB. Ibadah ini dipimpin bergantian oleh empat pendeta yaitu Pdt. Samuel Arif Prasetyono yang membuka ibadah, S.Si, Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan, Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, M.A memimpin penorehan abu dan Pdt. Em. Widya Notodiryo, S.Th memimpin doa syafaat dan menutup ibadah.
Pendeta Fritz menyampaikan kotbah dengan bacaan yang didasarkan dari II Korintus 5: 20 - 6: 10 dan bacaan Injil dari Injil Matius 6: 1-6; 16-21. Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz menyatakan bahwa perayaan Valentine yang besok akan dirayakan banyak orang didunia ini dan Rabu Abu yang kita peringati sekarang memang tidak berkaitan, tetapi ketika kita melihat maknanya, akankah kita menyimpulkan demikian?
Ibadah peringatan Rabu abu adalah awal bagi umat Kristen memasuki masa pra paskah. Dalam rabu abu ini kita dipanggil untuk mewujudkan pertobatan dalam hidup. Mengalami perubahan radikal dalam hidup kaitannya dengan kasih Allah. Sedangkan dalam peringatan hari Valentine, kita dituntut untuk menyatakan kasih kepada sesama manusia.
Dalam bacaan litani, dari Yesaya 58: 1-12 menyatakan bahwa ibadah puasa yang sebatas ritual itu tidak dikehendaki Allah. Yang dikehendaki Allah, selain berpantang adalah juga bagaimana kita memperhatikan orang lain yang dalam penderitaan dan kemiskinan.
Dalam Matius 6, dinyatakan bahwa orang-orang Yahudi yang bersedekah bagi orang lain namun sama seperti orang munafik. Yang berpuasa tetapi menunjuk-nunjukkan kesalehan mereka dihadapan manusia dengan tujuan dilihat orang lain dan mendapatkan pujian.
Dalam 2 Korintus 5: 20b - 6: 10, Paulus mengatakan pertobatan merupakan prakarsa Allah yang membuka diri bagi manusia berdosa. Allah memanggil semua orang, Ia hendak mendamaikan semua manusia dengan Allah. Setlah manusia berdamai dengan Allah, manusia dipanggil menjadi rekan kerja Allah untuk memberitakan pendamaian dengan Allah.
Bagaimana menjadi rekan sekerja Allah? Pendeta Fritz menyebutkan tiga hal yang dikerjakan rekan sekerja Allah diantaranya :
- Seorang partner Allah akan berjuang menghentikan semua kekejaman dan kesewenang-wenangan terhadap sesama.
- Yang harus dilakukan partner Allah adalah kemauan untuk membuka diri terhadap sesama, peduli pada mereka yang hidup dalam kesusahan dan penderitaan. Bantu dengan hal nyata, bukan sekedar doa.
- Melawan nafsu keserakahan mengenai harta benda dan hal lain.
Mengakhiri pemberitaan Firman Tuhan, pendeta Fritz menyatakan bahwa setiap partner Allah pasti mengalami halangan, rintangan dan bahkan kekurangan. Tetapi ketika seseorang menghayati pertobatan dengan Allah, iman inilah yang akan menguatkannya menghadapi persoalan pelayanan ini.
Dalam ibadah ini, dilaksanakan prosesi penorehan abu kepada jemaat oleh para pendeta setelah sebelumnya para pendeta saling menorehkan abu.