Pada hari minggu, 2 Juni 2013 di GKJ Manahan Surakarta pada jam kebaktian 8.30 diadakan kebaktian mingguan sekaligus peneguhan Badan Pembantu Majelis. Badan Pembantu Majelis adalah komisi-komisi yang memiliki tugas membantu majelis untuk melakukan pelayanan sesuai dengan tujuan dan sasaran masing-masing. Adapun komisi-komisi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Komisi liturgi
2. Komisi kesehatan/ poliklinik
3. Komisi pendidikan
4. Komisi perkunjungan
5. Komisi jempon
6. Komisi seni dan budaya
7. Komisi taman kanak-kanak
8. Komisi hub lokal, nasional, regional, dan internasional
9. Komisi ekonomi jemaat
10. Komisi wekasan
11. Komisi anak
12. Komisi remaja
13. Komisi pemuda
14. Komisi warga dewasa
15. Komisi adiyuswa
16. Komisi pengkaderan
17. Komisi sosial, politik, dan hukum
18. Komisi persekutuan doa
19. Komisi rumah doa Mr. Soewidji
20. Komisi katekisasi
Dalam kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si. disampaikan pula Firman Tuhan yang diambil dari Lukas 7: 1-10. Perikop tersebut mengisahkan tentang seorang perwira Romawi yang memohon pertolongan Yesus untuk hambanya yang sakit. Perwira itu termasuk orang yang dihormati oleh bangsa Yahudi, meskipun dirinya adalah orang asing. Rasa segan orang-orang Yahudi bukan disebabkan karena kedudukan perwira itu namun karena kecintaan perwira terhadap bangsa Yahudi. Perwira tidak berani datang kepada Yesus secara langsung untuk memohon kesembuhan bagi hambanya, ia merasa tidak pantas karena bukan orang Yahudi. Yesus melihat iman yang besar di dalam diri perwira itu, yang tidak didapatiNya pada bangsa Yahudi.
Perwira tersebut adalah contoh orang yang dihormati karena perilakunya. Banyak orang yang melakukan banyak cara agar dirinya dihormati atau disegani antara lain dengan berpakaian, cara bertutur, atau cara duduk. Kita, manusia, diciptakan Tuhan berharga sehingga kita harus bisa menjaga ajining diri. Bagaimana caranya? Yaitu melalui sikap dan tindakan kita. Dengan sikap rendah hati dan memperhatikan sesama.