Senin sore kemarin, (29/7) Komisi Rumah Doa Meester Soewidji GKJ Manahan menyelenggarakan persekutuan doa ucap syukur atas 6 tahun pelayanan di rumah doa ini. Persekutuan dimulai pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Ibu Widyarti Riani Hutapea sebagai pemimpin pujian, didukung iringan musik oleh grup Punakawan GKJ Manahan.
Doa Pembukaan dilayankan oleh Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, sedangkan pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.
"Orang Kristen diajar untuk selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, dalam kondisi senang maupun susah." Demikian pernyataan pendeta Fritz mengawali kotbahnya.
Hari ini, lanjutnya, dalam Persekutuan Doa Ucap Syukur Rumah Doa Meester Soewidji yang ke-6, kita melihat hari yang indah, yang luar biasa karena kita bisa melihat kasih Tuhan melalui keberadaan Rumah Doa Meester Soewidji. Melalui rumah doa ini kita mendapatkan fasilitas untuk berdoa, sehingga iman kita tumbuh. Sedangkan di daerah lain, saudara-saudara kita rumah ibadahnya ditutup oleh pemerintah daerah setempat. Ditengah-tengah suasana ini, bersyukurlah dalam suasana yang tidak toleran kita masih memiliki tempat untuk bersekutu dan berdoa. Janganlah kita berhenti dengan hanya bersyukur, kita mesti melanjutkan langkah iman kita, perjalanan iman kita.
Melalui Tema "Allah Kehidupan, Kami Siap Menjadi UtusanMu", yang merupakan doa, ketika kita mau melangkah melanjutkan perjalanan iman dalam hidup kita, kita dasari dengan doa. Sekalipun doa yang singkat, tetapi disinilah kita bisa menghayati bahwa gereja bukan sekedar bersekutu saja melainkan ada hal lain, yaitu Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Matius 28: 19-20 merupakan amanat agung Tuhan yang harus kita kerjakan. Dalam ibadah dua minggu yang lalu kita membaca kitab Yesaya 6: 1-13, mengenai panggilan Yesaya untuk melayani Tuhan.
Gereja ada bukan untuk diri kita sendiri, bukan oleh karena kita sendiri. Kita ada oleh karena misi Allah, misi Kristus, maka ada tugas perutusan oleh gereja.
Apakah misi Tuhan dalam dunia ini? Sehingga kita harus menjalankannya? Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Melalui kehadiran AnakNya, Yesus Kristus, Tuhan ingin menunjukkan kasihNya yang terdalam bagi manusia, supaya semua orang diselamatkan dari dosa dan penghukumannya. Dan Gereja diminta untuk memberitakan hal ini kepada dunia.
Kita sebagai Gereja harus mengerti apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan dalam kondisi sekarang ini. Untuk mewujudkan misi Allah, ada tiga hal yang harus melakukan :
Pertama, Gereja harus melakukan 'diakonia' atau persekutuan. Gereja harus membangun persekutuan yang terbuka. Rasul Paulus tidak membedakan orang merdeka atau budak, orang Yahudi atau Yunani, semua orang oleh bersekutu dalam persekutuan orang percaya. Kesaksian dan pelayanan tidak akan terlaksana dengan aik tanpa adanya persekutuan yang baik. Inilah pentingnya persekutuan.
Kedua, Gereja harus melakukan 'marturia' atau bersaksi. Menceritakan kepada orang lain. Kesaksian adala sesuatu yang enar-benar kita saksikan dan kita alami. Bukankah kita sudah mengalami dan menyaksikan kebaikan Tuhan? Kesaksian mengenai kasih dan kerinduan Allah supaya semua orang percaya dan beroleh keselamatan.
Ketiga, Gereja harus melakukan 'koinonia' atau pelayanan. Pelayanan dilakukan dengan murni, dengan tulus, jangan dengan pamrih. Tetapi kerjakanlah pelayanan, bukan supaya diberkati oleh Tuhan, tetapi karena Tuhan telah memberkati dan mengaruniakan keselamatan kepada kita.
Sebagai penutup kotbah, pendeta Fritz menyatakan "Kerjakanlah persekutuan dengan benar dan baik hingga Roh Allah dicurahkan bagi GerejaNya, sehingga kita dimampukan melakukan tugas perutusan kita. Sehingga kita bisa menyatakan kepada Tuhan : Allah kehidupan, kami siap menjadi utusanMu"
Menutup persekutuan doa, dilaksanakan doa syafaat dan doa penutup oleh Ir. Heri Sunarno, Ketua Bidang Ibadah GKJ Manahan Surakarta. Kemudian acara dilanjutkan perayaan HUT ke-6 pelayanan di Rumah Doa Meester Soewidji oleh Komisi Rumah Doa Meester Soewidji.