Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) menghayati eksistensinya untuk bersaksi tentang karya Allah yang menyelamatkan semesta (Yohanes 3:16) dan turut memelihara karya penciptaan Allah yang sungguh amat baik adanya (Kejadian 1:31; 2:15). Penghayatan ini membawa konsekuensi pada sikap, cara pandang dan cara hidup GKJ dalam menyikapi dan menyoroti situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Orientasi sikap, cara pandang dan cara hidup GKJ adalah demi lestarinya karya cipta Allah yang baik, yang ditandai dengan kehidupan, keadilan dan perdamaian.
Demi terwujudnya kehidupan, keadilan, dan perdamaian, melalui persidangan sinode atau musyawarah utusan Gereja-gereja Kristen Jawa yang tersebar di seluruh Nusa Jawa tahun 2012 memanjatkan doa "Allah Kehidupan, tuntunlah kami ke dalam keadilan dan perdamaian". Doa ini menjadi tema persidangan Sinode XXVI GKJ Tahun 2012 ini. Melalui tema ini ada ajakan kepada semua pihak yang berkehendak baik untuk hidup dalam keadilan dan perdamaian Allah Sang empunya kehidupan. GKJ bersyukur atas kehidupan di bumi pertiwi sebagai anugerah Allah dengan segala kemajemukan yang ada di dalamnya. Namun GKJ juga mengharapkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh bagian ibu pertiwi ini yaitu hidup dalam keadilan dan perdamaian.
- Hidup adil dan damai adalah hak semua orang dan harus diupayakan oleh semua pihak, termasuk dalam hal ini adalah GKJ sebagai bagian dari realitas sosial. GKJ prihatin dengan maraknya rasa permusuhan yang menyulut kerusuhan seperti yang terjadi di Lampung Selatan dan Lampung Tengah, yang bisa berbalutkan suku, agama, ras, dan antar golongan. GKJ juga prihatin dengan tidak terjaminnya kebebasan untuk mengekspresikan kehidupan beragama (al. sulitnya mengurus perizinan untuk mendirikan tempat ibadah, tersisihnya kelompok minor). Di tengah marak persoalan tersebut GKJ tetap menunjang tinggi HAM dan Pancasila sebagai dasar hidup bangsa Indonesia, serta menempatkan pentingnya rasa kesetiakawanan sosial sebagai cara pandang dan cara hidpunya. Rasa setia kawan sebagai seama bangsa Indonesia, sesame tumpah darah Indonesia, seama yang dihidupi Ibu Pertiwi, perlu terus dipupuk demi hidup yang adil dan damai. Di sinilah pentingnya kepemimipinan yang tegas dalam menjunjung perdamaian dan rasa keadilan bagi seluruh komponen bangsa ini, dengan keberpihakan kepada yang tersisih dan tertindas serta perlindungan kepada kelompok minoritas. GKJ mendesak pemerintah, di bawah kepemimpinan presiden Republik Indonesia, berani bertindak tegas dalam menjaga keutuhan NKRI yang bisa tercabik, pecah dan hilang karena penggunaan kekerasan dan kesewenang-wenangan terhadap liyan. GKJ menyerukan kepada pemerintah agar kebijakan-kebijakan melalui produk perundang-ungandan mendasarkan pada asas keadilan dan perdamaian sehingga tidak berpihak pada kelompok tertentu.
- Hidup adil dan damai harus diwujudkan dengan seluruh ciptaan. Manusia tidak boleh dengan serakah mengeksploitasi alam. Alam semesta harus lestari menjadi tempat kehidupan yang nyaman bagi –semua makhluk, sebab bumi adalah "rumah kediaman" bagi manusia bersama-sama dnegan semua makhluk yang lain. Terhadap rencana pendirian pabrik semen di wilayah kabupaten Pati di dua kecamatan, Tambakromo dan Kayen. Dalam hal ini GKJ menyerukan supaya kebijakan pemerintah sungguh-sungguh mengedepankan pada keutuhan ciptaan dnegan memperhatikan kearifan lokal. GKJ juga menyerukan penghentian segala bentuk aktifitas yang berakibat perusakan lingkungan dan menggantikannya dengan yang ramah lingkungan bahkan pemulihan lingkungan hidup.
- Hidup adil dan damai diwujudkan dalam perwujudan kesejahteraan bersama. Perwujudan kesejahteraan bersama dinyatakan melalui pengelolaan kekayaan bersama bagi kesejahteraan rakyat. Korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. GKJ menolak tindak korupsi dan menyatakannya sebagai musuh bersama. GKJ bersama komponen masyarakat anti korupsi mendukung sepenuhnya langkah-langkah konkret lembaga terkait dalam pemberantasan korupsi. GKJ menyerukan kepada pemerintah agar konsisten dalam perjuangan mewujudkan good governance dan clean governance.
- Hidup adil dan damai harus diwujudkan dalam pemerataan kesejahteraan. Angka keluarga miskin, penduduk miskin kota dan gejolak buruh menuntut kesejahteraan menunjukkan ketimpangan pemerataan kesejahteraan. Ironis, di era penanaman investasi masih ada kelompok masyarakat yang tidak menikmati kesejahteraan secara wajar. GKJ meminta kepada pemerintah agar kebijakan ekonomi didasarkan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Hidup adil dan damai harus diwujudkan dalam penghargaan atas kehidupan, pengharapan terhadap martabat semua manusia. Perempuan, anak-anak, kaum muda dan mereka yang berkebutuhan khusus adalah bagian masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan. Berbagai pengabaian dan ketidakadilan terhadap kelompok tersebut masih berlangsung. Ketidakadilan terhadap perempuan (perempuan kurang dilibatkan dalma pengambilan keputusan, perdagangan perempuan, pelecehan seksual dan kekerasan yang dialami TKW di luar negeri), anak-anak (tenaga kerja anak, pelecehan seksual), kaum muda (kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, korban narkoba), dan mereka yang berkebutuhan khusus (tidak tersedianya fasilitas public yang memadai bagi mereka, minimnya penerimaan dan penghargaan kepada mereka) adlaah bentuk-bentuk ketidakadilan. GKJ menyerukan kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait serta seluruh komponen masyarakat untuk secara serius melakukan upaya perwujudan keadilan gender serta perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak, kaum muda dan mereka yang berkebutuhan khusus.
Masyarakat yang adil dan damai adalah cita-cita bersama bangsa Indonesia. GKJ adalah bagian dari bangsa ini yang akan berdiri bersama siapapun, kelompok manapun, yang bekehendak baik mewujudkan keadilan dan perdamaian. Kata "kami" dalam doa "Allah kehidupan, tuntunlah kami dalam keadilan dan perdamaian" dihayati oleh GKJ sebagai kesadaran diri bahwa GKJ tidak sendirian. GKJ menyediakan diri dan mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air dari kelompok manapun (lintas iman, lintas komunitas suku, lintas social dan budaya, dan lintas golongan) untuk berjuang bersama demi masyarakat adil dan damai.
Karanganyar, 14 Nopember 2012
Pimpinan Sidang Sinode XXVI Gereja-Gereja Kristen Jawa
Pdt. TM. Eben Haezer Lalenoh, S.Th. MA
Ketua
Pdt. Kristriyanto, M.Th
Sekretaris