Kepada Gereja-gereja se Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ)
Salam Sejahtera,
- Puji syukur patut kita panjatkan kepada Yesus Kristus Raja Gereja, karena Greja-gereja Kristen JAwa (GKJ) diperkenankan melangsungkan sidangnya dengan baik. Sidang XXVI Sinode GKJ didasari dan disemangati tema "Allah Kehidupan Tuntunlah Kami ke dalam Keadilan dan Perdamaian". Berlangsung pada 11-13 September 2012 di GKJ Sidomulyo Sragen, dan 13-17 Nopember 2012 di GKJ Karanganyar, dengan Klasis Sragen dan Klasis Lawu Karanganyar sebagai Klasis Penghimpun.
- Sebagai kehidupan bersama religious, GKJ menyadari keberadaan internal gereja-gereja yang memiliki keanekaragaman meliputi : sosiologis pelayanan, jumlah dan potensi warga gereja, konsentrasi pelayanan, ekonomi gereja, maupun pergumulan teologisnya. Disisi lain, secara eksternal GKJ menyadari panggilan untuk berkarya nyata bagi masyarakat yang heterogen dalam hal social, ekonomi, politik, etnis, budaya, dan agama/kepercayaan. Keanekaragaman tersebut merupakan anugerah Allah yang pattut disyukuri. Namun di sisi lain keberagaman bisa menjadi potensi munculnya selisih pendapat yang dapat memicu pertikaian dan permusuhan. Sikap yang tidak mendukung harapan terwujudnya keadilan dan perdamaian. Untuk itu tema " Allah Kehidupan Tuntunlah Kami ke Dalam Keadilan dan Perdamaian" merupakan doa yang mendasari dan menyemangati GKJ dalam berkiprah nyata bagi gereja, Negara dan masyarakat.
- GKJ menyadari dan prihatin atas perilaku yang tidak menopang terwujudnya keadilan dan perdamaian dalam lingkup Gereja dan masyarakat. Korupsi merajalela dalam berbagai aspek kehidupan, bentrok warga antar kampung maupun antar siswa yang menimbulkan korban jiwa, konflik antar pejabat gerejawi, pengambilan keputusan berat sebelah yang mengorbankan pihak yang lebih lama, sikap menang sendiri dan tidak mau dialog dalam berkonflik, melanggar ketentuan hokum yang telah ditetapkan bersama. Bila dibiarkan, hal demikian akan merajalela dan menjadi potensi dendam maupun permusuhan antar pihak. Oleh karenanya wajib di atasi secara bijak dalam kasih dan penyertaan Kristus.
- Melalui persidangan Sinode saat ini, segenap warga GKJ dipanggil untuk :
- Mengaku bahwa Majelis Gereja dan warga gereja masih jauh dari perwujudan keadilan dan perdamaian. Masih terjadi sikap egois dan berhati dendam, menang sendiri, dan menyalahkan orang lain, bahkan merendahkan dan menindas pihak lain. Siapapun mereka dipanggil Allah agar bertobat, untuk menjalankan keadilan dan perdamaian dengan setulus hati dan sepenuh iman.
- Mendukung tegak dan berdirinya keadilan dan perdamaian dalam lingkup Gereja, Klasis, Sinode dan masyarakat dimana Gereja berada. Segenap Majelis Gereja diikuti seluruh warga gereja berhati damai, menjadi teladan dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian. Peduli pada buruh terindas, menopang orang miskin dan pihak yang terpinggirkan.
- Menyelesaikan berbagai konflik dalam lingkup Gereja maupun masyarakat dalam kasih Kristus dengan mendasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang bersengketa merelakan diri untuk hidup rukun dan damai. Saling berinteraksi dengan jujur dan sukacita, sehingga terwujud gereja dan masyarakat yang damai berkeadilan dan adil dalam perdamaian.
- Membangun dan mewujudnyatakan keadilan dan perdamaian dalam lingkup keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan negara dengan tulus ikhlas. Iman mengakui dan menerima orang lain sebagai saudara, mewujudkan cinta kasih dalam hidup bersama, meletakkan tindakan korupsi sebagai musuh bersama, yang wajib dihentikan, menyingkirkan ucapan dan tindakan yang merendahkan dan menindas orang lain. Mendukung pemulihan korban narkoba, sekaligus menentang penggunaan dan peredaran narkoba.
- Menumbuhkankembangkan rasa bersyukur dan bangga membantu pihak yang lemah. Memiliki hati berbagi kepada orang lain, dengan menyadari bahwa anugerah Yesus Kristus berlimpah bagi orang benar dan tulus hatinya. Berkat Allah dipersembahkan kembali kepada Allah dalam wujud peduli dan kasih kepada sesama umat di tengah Gereja dan masyarakat.
- Menerima lingkungan hidup, pepohonan, berbagai jenis hewan, air, udara dan tanah sebagai saudara yang wajib dilindungi dan dipelihara. Hidup bersama di dunia sebagai rumah bersama, dengan saling bergantung, hormat dan peduli satu dengan lainnya.
- Keadilan dan perdamaian terwujud bukan karena kekuatan manusia, tapi anugerah dan kasih Kristus kepada umat. Demi terwujudnya harapan mulia di hadapan Allah, marilah kita serahkan semuanya dalam doa "Allah sumber keadilan dan perdamaian, kiranya kami dimampukan menjadi pelayanMu dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian. Tuntun dan kuatkan kami dalam mengerjakan keadilan dan perdamaianMu sehingga terwujud dunia dan tatanan baru yang lebih indah, di masa sekarang dan mendatang. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin"
Bukit Hermon, Karanganyar, 17 Nopember 2012
Pemimpin Sidang XXVI Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa
Pdt. TM. Eben Haezer Lalenoh, S.Th, MA
Ketua
Pdt. Kristriyanto, M.Th
Sekretaris
Kategori: