
Bacaan nats hari ini mengingatkan kepada kita sebagai pengikut Kristus untuk ikut berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan ini untuk mewujudkan bangunan karakter yang baik bagi bangsa ini khususnya dalam menggunakan lidah kita, hendaknya kata-kata kita yang menjadi berkat, yang membangun, menyejukan, menghibur, menguatkan, memberi ketentraman, memberi rasa damai.
Kita hendaknya menjadi orang bijaksana yang mampu mengendalikan diri sendiri dalam kehidupan yang mampu berdampak terhadap kehidupan bersama. Sebagai bagian dari bangsa yang dimerdekakan oleh Tuhan, kita dipanggil untuk turut serta mengisi kemerdekaan. Dengan menjadi bijaksana, kita turut serta membangun karakter manusia Indonesia yang berkenan kepada Allah. Peran serta itu tampak dalam usaha sebagai berikut :
- Tinggal di dalam Tuhan (Yohanes 6: 51-58)
Melalui ajakan untuk “memakan dagingnya” dan “meminum darahnya” Yesus memanggil orang percaya untuk mengecap keselamatan yang telah dinyatakan Tuhan sebagai “makanan sempurna” menuju kehidupan kekal. Selain itu juga turut merasakan penderitaan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. - Membuang kebodohan (Amsal 9: 1-6)
Orang yang berhikmat adalah yang mampu menggunakan akal budinya untuk merangcang, memilih dan menjalani sikap hidup yang benar serta berguna bagi orang lain. Hikmat membawa damai sejahtera (ayat 1,2), juga memampukan seseorang berbagi kehidupan (ayat 5) serta memberi pengertian yang benar kepada sesamanya (ayat 6). Perilaku umat yang bijaksana (bukan bodoh) juga tampak melalui perilaku :- Menjaga lidah (Mazmur 34: 10-15)
Kita tahu bahwa lidah adalah salah satu bagian tubuh manusia yang penting. Bukan hanya berfungsi sebagai pengecap rasa, tetapi juga membantu mengeluarkan kata-kata. Orang yang takut akan Tuhan selalu mencari dan membutuhkan Tuhan, menjaga lidah dan bibir dari kejahatan dan ucapan yang menipu serta senantiasa hidup dalam perdamaian - Berkata-kata dalam mazmur (Efesus 5: 15-20)
Buah pikiran yang baik tentu akan menghasilkan perkataan yang membangun, menguatkan, menghibur serta membawa damai sejahtera dalam hidup bersama dengan sesama manusia. Mulut yang bermazmur adalah mulut yang digunakan sebagai representasi dari Tuhan dalam hidup bersama dengan orang lain yang mendatangkan damai sejahtera.
- Menjaga lidah (Mazmur 34: 10-15)
Akhirnya, marilah kita sebagai pengikut Kristus dapat meneladani dan berkarakter seperti Kristus, ikut berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan bangunan karakter yang baik bagi bangsa ini, khususnya dalam menggunakan lidah dan kata-kata kita.
Kiranya Tuhan semakin memampukan kita dalam menggunakan lidah dan kata-kata yang baik yang menjadi berkat, sehingga Asma Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan kita, amien...
Tuhan memberkati....
Bacaan: Amsal 9:1-6; Mazmur 34:10-15; Efesus 5:15-20; Yohanes 6:51-58
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 16 Agustus 2015