
Bersama dengan umat beriman di seluruh dunia saat ini kita merayakan Perjamuan Kudus Sedunia. Perjamuan Kudus ini diselenggarakan untuk mengingatkan ulang bahwa sebagai umat beriman, meskipun kita berasal dari tempat yang berbeda, kita terikat dalam satu tubuh Kristus.
Bersama dengan segenap warga GKJ dan GKI wilayah Jawa Tengah, Minggu ini kita juga kita memasuki Bulan Keluarga. Dua peristiwa ini tentu saling terkait diantara satu dengan yang lain. Hal ini didasarkan bahwa kedua peristiwa ini menyadarkan bahwa setiap orang percaya disatukan sebagai sebuah keluarga besar dalam diri TuhanYesus Kristus.
Sebagai sebuah keluarga, sudah semestinya kita saling menopang dan menguatkan terlebih di tengah perziarahan iman yang saat ini kita alami. Hal ini penting karena dalam perziarahan iman kita, ada banyak sekali tantangan dan godaan yang hendak merenggut atau pun melemahkan iman percaya kita. Di tengah perubahan jaman yang begitu cepat ini, tak dapat dipungkiri perkembangan teknologi sangat berpengaruh dalam mengubah perilaku seseorang. Di jaman modern ini, rasa-rasanya hampir semua kehidupan kita sudah tersentuh dengan teknologi. Mulai dari kita bangun tidur sampai kita akan tidur kembali. Mulai dari yang hidup di desa, apalagi di kota besar.
Memang manisnya kemajuan tehnologi dapat kita rasakan setiap hari. Melalui kemajuan teknologi ini ada banyak kemudahan yang kita dapatkan. Namun teknologi juga mempunyai potensi untuk merusak hubungan antar manusia dan menghancurkan kemanusiaan. Kemajuan teknologi telah mengubah orientasi manusia jaman ini. Anak-anak semakin fasih menggunakan gadget.
Kedekatan mereka dengan gadget seakan-akan membuat mereka tidak terpisahkan. Bahkan gadget sudah menjadi gaya hidup. Ada orang yang merasa ketinggalan kalau belum memiliki gadget yang baru.
Dalam situasi seperti ini menjadi orang yang anti teknologi, rasa-rasanya merupakan hal yang mustahil. Namun membiarkan diri dikuasai teknologi dan menjadikan teknologi sebagai illah baru, juga hal yang tidak bisa dibenarkan. Karenanya sikap yang semestinya kita lakukan adalah bagaimana menggunakan kemajuan teknologi untuk mengembangkan kehidupan dengan terus bersikap kritis akan dampak negative yang diakibatkan oleh teknologi. Bahkan kemajuan teknologi sebenarnya dapat kita gunakan untuk menyatakan Kerajaan Allah.
Kewaspadaan terhadap kekuatan-kekuatan hendak menghalangi pekerjaan Allah menyatakan KaryaNya. Hal ini diungkapkan oleh Tuhan Yesus melalui perumpamaan penggarap-penggarap kebun anggur Tuhan dalam Matius 21:33-46. Tuhan Yesus mengingatkan Gereja Perdana dan kita semua, supaya jangan sampai ikut-ikutan terbawa arus para penggarap kebun anggur Tuhan yang tidak bertanggung jawab itu, yaitu para imam kepala dan ahli Taurat. Para penggarap kebun anggur Tuhan yang tidak bertanggung jawab itu memberontak Tuhan, berencana merebut kebun anggur Tuhan itu dari tangan Tuhan, untuk dijadikan miliknya. Para penggarap kebun anggur Tuhan yang memberontak itu tidak menempatkan Taurat Tuhan sebagai teman seperjalanan yang akan membimbing hidupnya, melainkan justru menguasai Taurat Tuhan agar Taurat Tuhan itu dapat memenuhi keinginan para penggarap kebun anggur Tuhan tadi menjadi pemilik kebun anggur.
Melalui Perjamuan Kudus Sedunia dan Bulan keluarga, kita disadarkan bahwa dijaman modern ini ada banyak kekuatan-kekuatan yang dapat merampas orientasi kita kepada Tuhan, merampas kebersamaan kita sebagai umat percaya, merampas kebersamaan kita sebagai keluarga. Untuk itu kita harus terus waspada. Kita memfokuskan diri kita kepada Tuhan. Setiap anggota keluarga kita bimbing untuk senantiasa mencari Tuhan. Amin.
Bacaan I : Keluaran 20: 1-4, 7-9, 12-20;
Mazmur Tanggapan : Mazmur 19
Bacaan II : Filipi 3: 4-14 ;
Bacaan Injil : Matius 21 : 33 – 45
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 5 Oktober 2014