
Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus
Dalam kehidupan sekarang ini, banyak sekali kita jumpai orang yang menginginkan sukses secara instan. Yang penting mereka segera sukses, tenar dan terkenal. Namun ketika seseorang sukses, adakalanya mereka lupa akan Tuhan. Mereka akan berkata: Saya hebat. Sebenarnya, ingin menjadi sukses itu bukanlah hal yang salah. Hanya saja, sangat sedikit orang yang menyadari bahwa semuanya itu membutuhkan proses. Orang-orang cenderung tidak sabar.
Mereka ingin segalanya serba cepat. Lihatlah, memang menjadi sukses dalam ketenaran itu mudah. Kita tinggal membuat video, tentang hal-hal yang sesungguhnya tidak penting, lalu masukkan saja dalam You tube. Mudah saja, bukan? Yang ingin diajarkan Yesus pada kita adalah sebuah proses iman. Iman itu mulanya hanya kecil seperti biji sesawi. Akan tetapi, bila bertumbuh akan menjadi begitu besar dan menjadi berkat bagi sesame manusia. Hendaklah kita memulai segala sesuatunya dari hal-hal yang sederhana. Perbuatlah hal-hal sederhana yang menyentuh hati. Bila dikaitkan dengan pendidikan keluarga, maka sudah pasti bahwa orang tua memiliki pengaruh yang utama dalam perkembangan anak. Seorang anak butuh dikasihi. Ia butuh dilindungi dan merasa disayangi. Janganlah ada kekerasan yang sampai menyakiti hati atau membuat anak ketakutan.
Ketika kita sedang beribadah dan tiba-tiba ada anak kecil yang sedang menangis, rewel atau bermain-main yang cenderung mengganggu ibadah, tentu kita merasa terganggu. Memang anak-anak identik dengan kenakalannya, tidak mau diam ketika ibadah, dan penuh dengan segala kerewelannya.
Pasti kita semua merasa terganggu. Cara pandang manusia dewasa kepada anak-anak kadang keblablasan, menganggap kalau iman anak-anak itu masih berkualitas rendah. Alasannya belum bisa khusyuk kalau ibadah. Tetapi jika mendengar “anak-anak Kerajaan Sorga ”barangkali perspektif di atas akan bergeser, mengingat Kerajaan Sorga memang tidak bisa diremehkan. “Anak-anak Kerajaan Sorga” mengingatkan bagaimana sikap Tuhan Yesus kepada anak-anak. Anak-anak adalah pewaris Kerajaan Sorga, karenanya penting untuk dirawat. Merawat anak-anak Kerajaan Sorga sesungguhnya adalah tindakan iman yang diresapi kesadaran adanya potensi baik dalam diri setiap anak-anak. Dalam diri merekalah ada potensi, ada harta terpendam dan mutiara yang indah, ada harapan yang membuat kehidupan menjadi indah karena keberadaan mereka.
Oleh karena itu marilah kita memperhatikan anak-anak. Kita didik dan bombing anak-anak kepada Tuhan Yesus. Sehingga pada waktu yang akan datang anak-anak ini dapat bertumbuh menjadi orang yang beriman kepadaTuhanYesus dan mampu menjadi saluran berkat bagi sesamanya. Amin.
Bacaan: Matius 13: 31 – 33, 44 – 52
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 27 Juli 2014