Ibadah Malam Natal di GKJ Manahan berlangsung kidmat hari Sabtu (24/12) lalu. Ibadah yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB ini diawali dengan prosesi perarakan lilin, Kitab Suci, Pendeta dan para majelis. Dalam ibadah ini, panitia juga menampilkan film cerita singkat sebagai visualisasi dari tema “Terbitlah dalam Kegelapan”.
Pendeta Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D mendasarkan kotbahnya dari kisah Natal yang tertulis dalam Lukas 2: 1-14 juga mengambil bacaan dari Titus 2: 11-14. Dalam kotbahnya, Pdt. Paulus menyebutkan beberapa latar belakang perayaan Natal. Juga mengapa tanggal 25 Desember disepakati oleh gereja untuk menjadi tanggal dari perayaan Natal.
Dalam kotbahnya dijelaskan pula, bahwa gereja purba tidak merayakan Natal. Yang dirayakan adalah Paskah dan Pentakosta, sebab dua hari raya tersebut juga merupakan hari penting bagi orang Yahudi.
“Natal tidak berarti sekedar merayakan kelahiran Yesus Kristus, tetapi Natal merupakan perayaan inti kekristenan, yaitu kehadiran Allah di tengah-tengah kegelapan dunia. Tuhan hadir di titing sengsara, di titik paling gelap kehidupan kita.” terangnya sebelum menjelaskan bagaimana Natal dirayakan dari masa-ke masa.
Natal dirayakan oleh orang-orang yang berbeda dalam kurun waktu yang lama dengan berbagai motif, baik yang murni maupun yang tidak murni. Tidak hanya para pembesar, rakyat kecilpun berhak merayakan Natal.
Selamat menyongsong hari Natal, selamat menyongsong kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Tuhan memberkati kita semua. [SePur]
Ibadah Natal 2011 “
Add comment