
"Saiyeg Saekakapti Mbangun Pasamuan Ingkang Dados Lantaraning Berkah Tumrap Sesami" demikian tema Ibadah HUT ke-83 GKJ Manahan Surakarta yang diselenggarakan Rabu (8/2) minggu lalu. Dalam bahasa Indonesia, "Seiya Sekata Membangun Jemaat Menjadi Saluran Berkat Bagi Sesama". Inilah salah satu tujuan GKJ Manahan yang dibawakan dalam guyon waton sebagai pembuka ibadah syukur HUT GKJ Manahan yang lalu. Kelompok Punakawan yang salah satunya diperankan oleh Vikaris Samuel sebagai Semar telah menarik perhatian jemaat GKJ Manahan dalam pembukaan ibadah syukur ini.
Kesediaan beliau berperan sebagai Semar dan menyampaikan kotbah dengan kostum Semar-pun menjadi hal yang unik. Diawali dengan paparan sekilas mengenai Renstra (Rencana Strategis) GKJ Manahan, dengan gayanya yang kocak, Vikaris Samuel (Semar), Sdr. Sularto (Bagong), Bp. Djumadi SP (Petruk) dan Bp. Joko 'kode' (Gareng) saling bercerita dengan gaya khas masing-masing tentang Renstra GKJ Manahan sampai akhirnya muncul sosok Sengkuni yang diperankan oleh Bp. Bambang Sutejo yang memprovokasi jemaat untuk menentang rencana-rencana pelayanan gereja.
Bp. Toto Suprapto, Ibu Rury dan beberapa pemuda turut membantu peran ini sebagai jemaat yang protes dengan alasan masing-masing yang terbilang unik. Ada yang keberatan merasa dituntut pelayanan setiap hari sehingga tidak ada waktu untuk keluarga, kemudian mempertanyakan konsep ibadah sebagai perayaan sampai anak-anak muda yang tidak puas kalau tidak diizinkan menyelenggarakan Natal Pemuda sendiri karena harus menjadi satu dengan Natal bersama. Akhirnya setelah mendapat penjelasan dari Semar, mereka semua mengerti dan berubah pikiran mendukung pelayanan di GKJ Manahan kecuali Sengkuni yang teguh pada pendiriannya tidak akan mendukung pelayanan.
Vikaris Samuel kemudian memimpin ibadah yang diawali dengan prosesi perarakan lilin, Kitab Suci, Pengkotbah dan Majelis. Dalam kotbah yang didasarkannya dari Keluaran 14: 9-14 menyatakan bahwa 83 tahun waktu yang telah dicapai jemaat GKJ Manahan untuk berpelayanan untuk mempermuliakan Kristus bukanlah waktu yang sebentar. Selama 83 tahun ini tentu banyak hal yang dihadapi dalam kehidupan berpelayanan di GKJ Manahan. Secara manusia, 83 tahun adalah usia yang sudah lanjut, tetapi bukannya jemaat GKJ Manahan semakin lemah, melainkan semakin bersemangat melayani dan memuliakan Tuhan.
Salah satu wujud semangat jemaat GKJ Manahan adalah dengan adanya Renstra (Rencana Strategi) gereja yang telah selesai dirumuskan. Renstra dirumuskan supaya pelayanan menjadi semakin lancar, semakin tertata dan semakin jelas arahnya, supaya jemaat dapat turut terlibat aktif melayani jika jemaat turut mengerti arah dan tujuan gereja.
Dalam melaksanakan Renstra GKJ Manahan, kita bisa ibaratkan dengan bangsa Israel yang baru saja keluar dari Mesir. Kelar dari hidup lama perbudakan mereka menuju kehidupan merdeka, kehidupan penuh impian yang telah diberikan oleh Allah. Bangsa Israel perlu mengarahkan diri kepada rencana Allah supaya memiliki kehidupan yang tertata dan merdeka.
Akan tetapi, proses mencapai tujuan itu tidaklah mudah, banyak halangan baik dari luar mmaupun dari dalam tubuh jemaat. Yaitu orang-orang yang pesimis dengan proses yang dijalani untuk mencapai tujuan. Sebagaimana bangsa Israel ketika melihat Firaun mengejar, banyak diantara mereka yang pesimis dan kemudian mulai mendambakan kembali hidup lama mereka dalam perbudakan oleh bangsa Mesir, dan memilih gagal mengejar impian sebagaimana dinyatakan dalam Keluaran 14: 11-12 demikian : dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." Inilah yang sekarang inipun masih terjadi, masih ada halangan-halangan dari dalam tubuh jemaat yang tidak menginginkan perubahan, yang masih mendambakan hidup lama.
Pelayanan tidaklah mudah, butuh pengorbanan supaya tujuan diwujudkan. Tentunya kita tahu bahwa rancangan Allah itu baik, tetapi masih ada saja diantara kita yang masih menggerutu dalam menjalani proses yang telah ditentukan Allah untuk kebaikan kita ini.
Sosok Musa yang menjadi pemimpin bangsa Israel, perlu kita teladani dalam kehidupan berjemaat. Kita perlu melihat dan mencontoh bagaimana Musa memiliki pandangan positif terhadap segala perintah Allah dan melakukan seluruh perintah Allah tanpa keraguan sedikitpun, yang akhirnya sikapnya telah membawa bangsa Israel secara penuh masuk dalam hidup kemerdekaan mereka. Mari, kita menyambut positif arah pelayanan kita, supaya kita menjadi jemaat yang maju dan mempermuliakan Allah dalam kehidupan bergereja kita.
Selesai ibadah, di halaman GKJ Manahan Surakarta diselenggarakan perayaan sederhana dengan perjamuan kasih. Diawali dengan ucapan syukur dan pemotongan kue oleh Pdt. Ftitz Yohanes Dae Pany, S.Si kemudian diserahkan kepada beberapa jemaat. Begitu pula Vikaris Samuel dan Bp. Tri Setya mewakili Majelis GKJ Manahan turut memotong kue ulang tahun tersebut.
Add comment