Rabu, 10 Februari 2010, hari bahagia bagi segenap jemaat GKJ Manahan. Bukan hanya merayakan HUT GKJ Manahan yang ke-81, tetapi juga diselenggarakan ibadah penahbisan Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Ibadah penahbisan pendeta tersebut merupakan puncak dari serangkaian acara dalam rangka penahbisan pendeta dan menyambut HUT GKJ Manahan.
Ibadah penahbisan memang dimulai pada jam 17.00 WIB, akan tetapi sebelum acara dimulai, tampak antusiasme jemaat untuk menghadiri ibadah penahbisan ini. Sejak jam 16.00 WIB jemaat sudah hadir memenuhi ruangan ibadah, bahkan menjelang ibadah mulai, tempat duduk di dalam gedung gereja sudah penuh. Karena itu, tempat duduk yang disediakan di halaman pun juga penuh oleh jemaat.
Kebaktian diawali dengan gong yang dibunyikan 3 kali lalu diikuti prosesi berupa perarakan majelis yang menjadi Imam dalam ibadah, Pendeta Widya & Pendeta Ratih, juga Vikaris Fritz Yohenes Dae Panny, S.Si disertai dengan para pendeta dari Klasis dan Sinode juga para Majelis GKJ Manahan.
Ibadah dipimpin oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, kemudian dilanjutkan dengan penahbisan pendeta yang dipimpin oleh Pendeta Widya Notodiryo, S.Th. Penahbisan pendeta dilakukan dengan Vikaris Fritz berlutut dan para pendeta berdiri di sisi kiri dan kanannya untuk menumpangkan tangan memberikan berkat atas Fritz Yohanes Dae Panny yang ditahbiskan sebagai pendeta.
Dengan selesainya prosesi penahbisan pendeta tersebut, maka berakhirlah masa Vikariat atas diri Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si yang kemudian memegang jabatan sebagai pendeta di GKJ Manahan atas dasar Surat Keputusan Majelis, Nomor : SKEP.014/GKJ.MNH/2/2010.
Seusai penahbisan dirinya, Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny.S.Si memberikan kotbah sulungnya yang diawali dengan sebuah visualisasi teater oleh para remaja gereja. Kotbah yang didasarkan pada Injil Lukas 24: 47-48 ini diberi judul “Timbalanipun Pasamuan Wonten ing Satengahing Masyarakat” atau dalam bahasa Indonesia “Peran Gereja di Tengah-Tengah Masyarakat. Dalam kotbah tersebut, Pendeta Fritz hendak menyampaikan bahwa peran gereja, atau sikap gereja terhadap orang lain, atau terhadap masyarakat akan sangat mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai Tuhan.
Dalam sambutan setelah ibadah berakhir, Bp. Bambang Waluyo Hadi selaku ketua panitia penahbisan pendeta menyatakan bahwa penahbisan pendeta ini merupakan puncak dari serangkaian acara dalam rangka penahbisan pendeta. Sebelumnya memang GKJ Manahan telah menyelenggarakan pengobatan gratis di GKJ Eromoko pepanthan Pule, Gerak Jalan Sehat dan Sarasehan di GKJ Manahan.
Tentu menjadi harapan bersama, bahwa jemaat GKJ Manahan semakin berperan aktif dan peduli dalam lingkungan sekitarnya, ditengah-tengah pluralitas dan dinamika masyarakat kota Surakarta yang berkembang. (SePur)
Add comment