
Para pendeta gereja yang tergabung dalam Badan Antar Gereja Kristen Surakarta, hari ini, Senin (21/3) mengadakan persekutuan doa di GKJ Manahan. Persekutuan yang diadakan di GSG Lt. 1 ini dimulai jam 18.00 WIB dengan nyanyian pujian yang dipimpin oleh Ibu Yuli Karpono, sebelum dibuka dalam doa oleh Pdt. Tanto Kristiono dari GKJ Margoyudan.
Dalam persekutuan doa ini, Pdt. Fritz yang menyampaikan firman Tuhan, mengajak peserta untuk melihat kembali pada manusia yang mati di kayu salib pada peristiwa paskah. Yesus yang disalibkan itu, kehadiranNya di dunia ini adalah suatu bentuk kehadiran yang radikal. Bagaimana tidak, jika Allah yang kudus dan mulia mengambil keputusan untuk hadir dalam dunia ini menjadi manusia, dalam wujud daging yang hina. Selain itu, Pdt. Fritz juga menyatakan bahwa Yesus datang bukan untuk menjadi tuan atas dunia ini melainkan untuk menjadi hamba yang setia bahkan sampai mati di kayu salib.
Karena Yesus mati di kayu salib itulah, maka ada persekutuan kita dalam Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak sekedar mengatakan mengenai damai sejahtera, tetapi Ia sendiri yang telah melakukan damai sejahtera itu. Pdt Fritz mengajak peserta untuk tidak hanya mengotbahkan, dan mewartakan damai sejahtera Allah itu, tetapi juga mewujudnyatakan dalam pelayanan-pelayanan di gereja masing-masing.
Acara ditutup dengan doa oleh Pdt. Roy J Piri dari GPDI Pajang Makamhaji.
Add comment