Jumat, 19 Februari 2010, Komisi Pemuda dan Komisi Remaja GKJ Manahan Surakarta mengadakan acara Celebrate of Love atau sering disebut Valentine. Pada acara Valentine yang mengambil tema “Without Love We Have Nothing” ini, KOMPAREM (Komisi Pemuda dan Remaja) juga mengundang teman-teman Pemuda dari GKJ Baki- Sukoharjo.
Pada acara ini selain ada ibadah juga ada perayaan. Ibadah dimulai pada pukul 17.30 WIB. Lebih lambat 30 menit dari yang direncanakan karena menunggu teman-teman dari GKJ Baki yang sempat terhalang hujan. Hujan yang turun tidak menghalangi kerinduan sobat muda untuk bersekutu bersama dalam Tuhan. Terbukti dari banyaknya anak-anak muda yang menghadiri acara Valentine ini.
Jemaat muda disambut hangat oleh para Usher yang berdiri di pintu masuk GSG lantai 1 GKJ Manahan. Sebelum jemaat muda masuk, mereka dipersilakan untuk mengisi daftar hadir dan mendapatkan Youth Space edisi 4 yang baru terbit. (Youth Space adalah buletin dwibulanan yang diperuntukkan bagi anak-anak muda dan diterbitkan oleh komisi Pemuda GKJ Manahan).
Ibadah dipimpin oleh Sdri.Dina sebagai Worship Leader, dan sebagai pengiring ada Sdr.Arie dan Sdr.Yosi pada gitar, serta Sdr.Cahyo yang memainkan jimbe. Ibadah diawali dengan lagu pembuka yang penuh semangat. Kemudian berlanjut dengan lagu-lagu penyembahan sehingga membawa suasana penyembahan yang syahdu.
Adapun kebenaran Firman Tuhan disampaikan oleh Sylvia D.S dari GKI Coyudan. Bacaan Firman Tuhan diambil dari : 1 Korintus 13. Dengan dasar ayat tersebut, Sylvia mengajak Sobat muda untuk memahami konteks kasih diantaranya dengan melihat :
1. KEPENTINGANNYA(AY. 1-3); yaitu melihat kasih sebagai kekuatan yang paling besar dan sangat penting bahkan yang paling sangat bernilai dibandingkan dengan materi apa pun dalam dunia ini.
2.MAKNANYA(AY. 4-7); bahwa kasih itu MENERIMA, dalam artian kasih itu apa adanya, tidak berbelat-belit; bahwa kasih itu TIDAK MEMENTINGKAN DIRI, yaitu kasih membuat kita menempatkan orang lain lebih dulu; dan bahwa kasih adalah WUJUD DARI PERASAAN YANG MENDORONG KELUARNYA TINDAKAN.
3.SIFATNYA(AY.8-12); kasih bersifat TINGGAL TETAP artinya tidak boleh tidak harus dilakukan; juga bersifat DINAMIS yaitu mampu menyesuaikan diri dan kasih-pun mempunyai sifat BERPENGARUH, yaitu Mengubahkan baik diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
Dalam renungan yang disampaikannya, Sylvia juga menyampaikan implikasi dari kasih, bahwa kasih mempersatukan kita secara pribadi dengan Allah sehingga kita dimampukan untuk saling mengasihi. Kasih berbicara tentang anugerah sekaligus menunjukkan identitas kita sebagai anak-anak Allah. Kasih yang sejati berbicara tentang MEMBERIKAN HIDUP untuk MEMPERJUANGKAN kekekalan
Kotbah ditutup dengan pertanyaan refleksi: “KASIH YANG SEPERTI APA YANG AKAN KITA TUNJUKKAN KEPADA KRISTUS YANG SUDAH MEMBERIKAN HIDUPNYA DEMI KESELAMATAN HIDUP KITA???”
Setelah kotbah, acara dilanjutkan dengan permainan. Ada dua permainan yang dibawakan oleh Sdri.Sinta dan Sdr.Tiva. Permainan pertama adalah permainan regu angka. Setiap peserta harus membentuk kelompok yang berjumlah sama dengan yang dikehendaki MC. Permainan ini mempunyai makna untuk bertenggang rasa terhadap orang lain. Hadiah justru diberikan kepada peserta yang tidak mendapatkan kelompok atau orang yang dibuang dari kelompoknya. Permainan kedua adalah menjaga api. Jemaat dibagi menjadi lima kelompok yang harus membawa api dari MC kepada jemaat yang berada pada urutan paling belakang. Regu yang paling cepat menyampaikan api dan tidak mati yang menjadi pemenang.
Setelah lelah bermain, acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan perjamuan kasih yang sederhana, namun tidak mengurangi keakraban yang terjalin di antara sobat muda beda gereja ini. (VIEN)
Add comment