
Hari Sabtu sampai Minggu (19-20/11) ini, Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan Surakarta mengadakan retreat bersama. Mengambil tempat di Villa River Hill, ibadah-ibadah dalam retreat ini tidak seperti ibadah yang biasa dilakukan oleh jemaat, begitu ungkap Bp. Prawianto Hadipradono selaku ketua Komisi Warga Dewasa sekaligus ketua panitia retreat ini.
Tema Retreat ini adalah “Merasakan Hadirat Tuhan”. Menurut Bp. Prawianto Hadipradono selaku ketua I, latar belakang pemilihan tema ini adalah kesadaran akan apa yang telah dilalui dalam kehidupan ini, ada kepahitan hidup dan ada pula kesuksesan yang telah diraih. “Tetapi kadang yang terus kita rasakan adalah kepahitan hidup itu dan hal tersebut membuat kita sulit bersyukur kepada Tuhan, sulit menyatakan diri hidup dalam pengaturan Tuhan. Maka tema ini dipilih untuk mengajak peserta retreat merefleksikan diri mengenai kehadiran Tuhan dalam hidup kita,” lanjutnya.
Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pendeta Fritz yang mengajak jemaat untuk merefleksikan kehadiran peserta dalam retreat ini, “Kita meninggalkan hidup kita sehari-hari dan datang secara khusus untuk fokus mengenal Tuhan dalam Retreat ini” kata Pendeta Fritz membuka acara ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pujian dari Kidung Jemaat 33: 1-3, melalui kidung-kidung yang telah dipersiapkan sebelumnya, Pendeta Fritz mengajak jemaat berkontemplasi merenungkan keberadaan diri dan mempersiapkan hati mengenal Allah lebih lanjut.
Kotbah didasarkan dari Injil Lukas 22: 39-46. “Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan”, demikian ungkap Pendeta Fritz mengajak jemaat berefleksi, sudahkah kita bangun dan berdoa, mendekatkan diri kita pada Tuhan Yesus? Kidung Jemaat 51: 1 dan Kidung Jemaat 361 mengiringi refleksi jemaat sebelum dilaksanakan doa penyerahan jalannya retreat.
Sesi kedua ibadah dalam Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa dipimpin oleh Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dari Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Tema yang disampaikan adalah “Mengalami Allah”.
Setelah makan malam, acara dilanjutkan makan bersama sebelum melaksanakan Ibadah Taize. Sebelum ibadah Taize ini dimulai, jemaat diajak berlatih menyanyikan beberapa lagu dan melihat latar belakang Taize, bagaimana Bruder Frère Roger memulai pelayanan ibadah Taize sampai perkembangannya sekarang ini.
Selesainya ibadah Taize malam itu, beberapa peserta beranjak untuk tidur, sedangkan beberapa lainnya asik bercengkerama sambil menikmati jagung bakar dan pisang goreng.
Minggu pagi (20/11) kegiatan dimulai dengan Doa Pagi yang dipimpin oleh Sdr. Sularto sebelum dilanjutkan dengan Senam Sendi Tulang bersama-sama. Tampak banyak peserta retreat yang antusias mengikuti senam ini di lapangan, sekalipun beberapa mengikuti dari teras kamar yang menghadap ke lapangan.
Ibadah Sesi ketiga, dimulai dengan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dipimpin oleh Ibu Ervin. Firman Tuhan dilayankan oleh Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dengan tema “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih SetiaNya”. Pendeta Stefanus mengajarkan bagaimana bersyukur dengan melihat kehidupan Pemazmur. Pemazmur tidak munafik, tidak menipu dirinya sendiri ketika sedang mengalami kepahitan hidup. Mereka menyatakan semua hal hidup mereka dalam mazmur, mereka memang meratap tetapi juga dengan mengingat iman mereka pada Tuhan. Mereka terus melihat bahwa Allah turut menyertai dalam segala hal kepahitan hidup pemazmur.
Dalam sesi ini, Pendeta Stefanus mengajak untuk melihat secara detail Mazmur 22, bagaimana Pemazmur melihat kepahitan hidup dan tetap bersyukur dalam imannya kepada Tuhan Allah. Selain itu, jemaat diajak pula untuk merasakan Mazmur dengan berlitani bersama.
Ibadah Rekomitmen menjadi sesi terakhir dari Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa, dilayankan oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Dalam sesi penutupan ini disampaikan ringkasan singkat mengenai pembelajaran-pembelajaran Firman Tuhan pada sesi-sesi sebelumnya. Firman Tuhan akan berkarya dalam hidup kita jika kita percaya kepada Tuhan.
Pendeta Fritz mengajak peserta retreat untuk membaca Mazmur 88 secara litani. Dalam sesi ini dibagikan kertas pembatas alkitab yang disebaliknya akan ditulis komitmen masing-masing peserta. Peserta diajak untuk menggali masa lalu, baik itu kegetiran hidup maupun masa-masa manis dalam hidup, untuk kemudian mengambil komitmen untuk diterapkan.
Selesainya Ibadah penutupan, peserta masih akan berada di River Hill untuk packing, makan siang dan jika masih ada waktu menyempatkan diri untuk jalan-jalan atau berbelanja ke pasar Tawangmangu.
Retreat kali ini memang baru awal dari retreat yang diselenggarakan GKJ Manahan bagi jemaat dewasa dan Adiyuswa. Kedepannya, harapan Bp. Prawianto selaku ketua Komisi Warga Dewasa adalah akan diadakannya retreat keluarga, mengajak seluruh anggota keluarga untuk sejenak menarik diri dari rutinitas hidup untuk datang pada Allah, bersekutu dengan Allah. [SePur]
Add comment