Keceriaan anak-anak remaja GKJ Manahan hari ini (2/9) dalam kegiatan Sekolah Minggu Remaja tampak mengasikkan. Dalam sesi persekutuan besar yang dipandu oleh Sdri. Dorkas Natalina, warga jemaat blok XII, anak-anak bermain-main dengan botol bekas selai, dan bermain sambung kata dengan materi ayat-ayat firman Tuhan, yang sebelumnya telah mereka pelajari dalam kelompok-kelompok tumbuh bersama dalam setiap sesi Sekolah Minggu.
Matius 4.1-11 menjadi dasar perenungan Firman Tuhan. Kisah pencobaan Tuhan Yesus oleh iblis di padang gurun, ditunjukkan bahwa Tuhan Yesus menjawab setiap pencobaan iblis menggunakan kata 'ada tertulis'. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengerti dan hafal setiap pengajaran Firman Tuhan kepada bangsa Israel.
Yang menarik, tidak hanya Tuhan Yesus yang hafal Firman Tuhan, iblispun menggunakan ayat-ayat Firman Tuhan untuk mencobai Tuhan Yesus. Ya, iblis-pun hafal firman Tuhan.
Lalu, apa saja yang menjadi pencobaan kita? Apakah pencobaan-pencobaan melalui pemikiran-pemikiran kita? benci, dendam, iri hati dan lain-lain? Filipi 4: 8 menunjukkan apa yang harus kita pikirkan yaitu semua yang baik, yang benar dan yang berkenan kepada Allah
Roma 12: 2 menunjukkan bahwa jika kita bisa memperbarui pemikiran kita, kita terbiasa memikirkan hal yang benar, maka kita terbiasa mengetahui kehendak Allah.
Kolose 3: 16 menyatakan bahwa pemikiran yang diubahkan, maka di dalam pemikiran-pemikiran kita terdapat kekayaan perkataan Kristus. Kekayaan firman Tuhan dalam hidup kita.
Dalam permainan sebelumnya, botol berlumuran selai menggambarkan pemikiran-pemikiran kita yang didalamnya banyak hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Allah. Air menggambarkan Firman Tuhan yang mengaliri pemikiran-pemikiran kita, yang terus-menerus masuk kedalam pemikiran kita sehingga pemikiran yang tidak berkenan kepada Allah terbuang, pemikiran kita dibersihkan oleh Firman Allah.
Kita bisa melawan pencobaan-pencobaan yang kita hadapi dengan pemikiran kita yang dipenuhi oleh hikmat Firman Tuhan. Maka, menghafalkan ayat itu penting dan tidak hanya akan menolong kita menghadapi pencobaan, tetapi juga membangun hidup kita.
Add comment