Jemaat GKJ Manahan yang terkasih,
Puncak kegiatan peringatan 80 tahun GKJ Manahan telah berlangsung pada selasa, 10 Pebruari 2009. Dihadiri lebih dari 900 an orang, walaupun dalam kesederhanaan, namun terasa khidmat.
Ternyata kegiatan sosial, donor darah bekerjasama dengan PMI Surakarta juga memperoleh sambutan hangat dari warga jemaat, terdapat 31 orang yang dengan sukarela berbagi kasih dengan mendonorkan darah mereka.Tema yang diambil panitia, "Semakin Menjadi Berkat Bagi Semua", rasanya akan terus menjiwai seluruh komponen warga GKJ Manahan, tidak hanya pada tahun ini saja. Hal itu diingatkan oleh Pdt. Lukas Eko Sukoco, tema yang cukup bagus ini, hendaknya menjadi cermin bersama dalam melayani Tuhan dan sesama, amin.
Minggu 01 Pebruari 2009, kebaktian pagi hari, terdapat hal yang berbeda dari biasanya, yaitu adanya kesaksian dari Pangdama Jaya, Mayjen Darpito Pudyastungkoro, SIP, MM, siapakah dia bagaimana ceritanya... silahkan baca laporannya. Selamat Membaca!!!!
Menjadi Berkat Bagi Semua: Tidak Harus Aneh-Aneh
Sejak siang hari langit di Solo dibayangi mendung yang cukup gelap, Selasa 10 Februari 2009 yang lalu. Bahkan siang harinya di beberapa wilayah Solo Timur, sudah hujan deras. Hal itu menjadikan sebagian besar panitia Peringatan 80 tahun GKJ Manahan kawatir kalau-kalau nanti hujan, demikian pula dengan warga jemaat. Oleh karena itu, doa memohon terang dipanjatkan oleh beberapa orang yang memiliki perhatian agar acara dapat berlangsung tanpa hujan turun, sampai-sampai SMS pun dipakai sebagai sarana memantau perkembangan cuaca, saat itu.
"Terima kasih Bapa, Halleluya......hujan tidak turun di Manahan", demikian mungkin doa ucap syukur warga, karena hari itu di manahan tidak jatuh hujan.
Sore itu, satu persatu, jemaat GKJ Manahan dan tamu memasuki gedung gereja, sampai-sampai ada yang tidak kebagian tempat di dalam, terpaksa duduk di luar. Itulah gambaran betapa suasana peringatan 80 tahun GKJ Manahan meriah.
Diawali dengan iring-iringan prosesi yang terdiri dari anak-anak pengiring, warga yang berusia di atas 80 tahun, para pendeta dan majelis GKJ Manahan memasuki gedung gereja, seluruh Panitia dan Majelis kompak menggunakan pakaian adat jawa. Selanjutnya kebaktian dimulai dengan pimpinan liturgi oleh Vikaris GKJ Manahan, Fritz Johannes Dae Pany, dengan bahasa pengantar bahasa Jawa. Disela-sela kebaktian diisi dengan pujian dari Nafiri Perak, Paduan Suara Jemaat, Langen Sekar dari Adiyuswo.
Di saat penyampaian firman, Pdt. Lukas Eko Sukoco, M.Th menguraikan ayat mas 1 Petrus 3: 9. "...Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat....".
Dengan sangat jelas dan sederhana, seluruh komponen GKJ Manahan diingatkan bahwa tema yang diambil tersebut sangat berat. Tidak bermaksud merendahkan apa yang telah dicapai GKJ Manahan selama ini, Pendeta Lukas Eko Sukoco menyemangati hadirin untuk selalu menjadi berkat bagi sesama. "Menjadi berkat tidak harus selalu menunggu ada dan berpunya terlebih dahulu. Menjadi berkat tidak harus aneh-aneh", demikian pendeta yang masa mudanya tinggal di blok II Sumber, GKJ Manahan tersebut.
Lukas Sukoco memberikan teladan, bersama istri, bagaimana mereka selalu ingat kepada rekan pendeta yang tidak seberuntung keluarganya. Caranya, dengan membagikan beras yang dimiliki kepada pendeta tersebut. Menjadi berkat harus dimulai dari diri sendiri, kesediaan merelakan sesuatu yang dimiliki untuk dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan adalah hal yang tidak sulit dilakukan, asalkan mau melakukan.
Untuk itu, dia mengajak jemaat GKJ Manahan untuk selalu berupaya seimbang dalam melakukan pelayanannya, disamping untuk pelayanan internal GKJ Manahan, baik pula kalau dapat menjadi berkat bagi masyarakat sekitar. "Jangan lupa.....juga menjadi berkat bagi budaya jawa", demikian penutup dari Pendeta yang menyampaikan ulasan firman Tuhan dengan bahasa yang sederhana dan segar. Tidak jarang pula, menyindir-nyindir dengan mengundang tawa jemaat.
Acara dilanjutkan dengan persembahan, pengakuan iman dan doa penutup oleh Pendeta Widyo Notodiryo. Kebaktianpun diakhiri dan masuk ke acara perayaan.
GKJ Manahan Hebat dan Kompak
Begitu kebaktian usai, panitia dengan sigap melanjutkan dengan acara perayaan sederhana menandai 80 tahun GKJ Manahan. Diawali dengan laporan ketua panitia, Tumiriyanto, yang menyampaikan laporan kegiatan terkait dengan HUT GKJ Manahan. Tidak lupa disampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya peringatan ini, termasuk kepada Walikota, Wakil Walikota yang telah berkenan hadir dan pada pendahulu yang telah meletakkan dasar pelayanan yang kuat di GKJ Manahan.
Sambutan disampaikan oleh Ketua Majelis GKJ Manahan, dengan mengajak selalu bersyukur atas berkat Allah Bapa yang terus mengalir kepada GKJ Manahan, ucapan terima kasih disampaikan kepada yang hadir, para tamu undangan, Walikota dan Wakil Walikota serta panitia yang telah merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka 80 tahun GKJ Manahan.
Beberapa lagu rohani disampaikan oleh group keroncong dari pepanthan Tohudan dan group band dari kelompok "5 Roti 2 Ikan", sebagai selingan dalam rangka memeriahkan acara perayaan sederhana ini. Penampilan kedua kelompok musik berbeda jenis ini, telah mengundang perhatian dan aplaus dari Walikota dan Wakil Walikota Surakarta, serta para hadirin semua.
Selanjutnya dilakukan pemotongan tumpeng oleh Pdt. Widyo Notodiryo dan Pdt. Retno Ratih, sebagai tanda genap 80 tahun GKJ manahan. Potongan tumpeng dari kedua pendeta tersebut diserahkan kepada anggota jemaat, dengan ucapan semoga dapat lebih aktif melayani Tuhan di GKJ Manahan tercinta ini.
Perlu diketahui, bahwa keberadaan website di GKJ Manahan telah menjadi pergumulan majelis dalam waktu yang cukup lama, dipertimbangkan antara manfaat dan tidaknya.
Namun akhirnya, majelis memandang perkembangan jaman informasi seperti sekarang ini tidak bisa dihindari lagi, oleh karena itu GKJ Manahan memandang perlu untuk memiliki website tersendiri.
Oleh karena itu, pembuatan website dikerjakan dengan penuh cermat dan hati-hati. Pada momentum peringatan 80 tahun GKJ Manahan inilah, website tersebut akan diresmikan.
Setelah pemotongan tumpeng oleh Pdt. Widyonotodiryo dan Pdt. Retno Ratih, maka MC mengharap kesediaan Walikota Surakarta, Ir. Joko Widodo, untuk berkenan meresmikan penggunaan website GKJ Manahan.
Dengan suka cita, Pak Jokowi menyambut permohonan tersebut dan langsung berdiri menuju tempat yang sudah disediakan untuk meng-klik web berinisial www.gkjmanahan.org. Peresmian tersebut disaksikan oleh Wakil Walikota, kedua pendeta GKJ Manahan dan jemaat keseluruhan, maka bergemalah tepuk tangan hadirin semua.
Karena waktu yang sangat terbatas, maka Walikota Surakarta membatalkan untuk menyampaikan sambutannya. Namun jemaat GKJ Manahan tidak perlu kecewa, karena beliau bangga dengan aktivitas GKJ Manahan dan menyampaikan pujian yang tulus bahwa GKJ Manahan hebat dan Kompak!!!! Semoga demikian adanya... amin. (red)
Jangan lupa untuk melihat dokumentasi kegiatan ini dalam bentuk foto. Klik di sini untuk melihatnya
Comments
Pengunjung (not verified)
Peace Yo...
Sat, 28/02/2009 - 08:59Add comment