Ibadah jam 16.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, calon pendeta GKJ Manahan. Kotbah disampaikannya berdasar Roma 8: 12-17. Di awal kotbahnya, Sdr. Samuel menyampaikan ilustrasi mengenai angin, yang sekalipun tidak tampak tapi bisa kita rasakan. Angin juga bisa memberi daya untuk pembangkit listrik, kapal layar dan banyak lagi manfaat angin dalam hidup kita. Jika saja tanpa angin, kita tidak bisa hidup, karena tidak bisa bernafas. Seandainya kita berada dalam ruangan tanpa ventilasi, bisa saja lama-lama kita menjadi sesak.
Sebagaimana angin, demikian pula Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus dalam hidup kita, kita bisa mati. Seperti perkataan Paulus dalam Roma 8: 9, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Maka sewajarnya, kita tidak melakukan apa yang disebutkan Paulus dalam Galatia 5: 19-21 mengenai perbuatan-perbuatan daging, diantaranya: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Supaya Roh Kudus berkarya dalam hidup kita, kita perlu membuka hati kita terhadap kehadiran Roh Kudus. Bagaimana caranya? Roma 8: 13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Dalam hidup kita, mungkin kita merasakan banyak kesulitan. Jika kita hidup dalam Roh Kudus, maka kita akan dimampukan untuk mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita, dan kita tidak lagi memandang hidup dengan cara kedagingan.
Mari membuka hati pada Roh Kudus, supaya kita dikuatkan menghadapi semua tantangan hidup kita. Amin.
Add comment