Ibadah minggu (22/5) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th. Dalam ibadah ini dilangsungkan pula sakramen Perjamuan Kudus. Kotbah didasarkan dari Yohanes 14: 1-14. Berikut ringkasan kotbahnya. Dalam kehidupan sehari-hari tentunya sering kita menyaksikan peristiwa orang meninggal, kita juga mungkin pernah mengalami ditinggalkan oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Peristiwa ini tentunya sering meninggalkan duka, ada perasaan sesuatu yang hilang. Ada perasaan yang secara fisik dan psikis membuat orang yang ditinggalkan menjadi tidak berdaya.
Hal ini dialami juga oleh murid-murid Tuhan Yesus. Sekalipun secara fisik mereka belum mengalami perpisahan secara fisik dengan Tuhan Yesus, tetapi mereka terlihat jelas gelisah hati mereka oleh sebab Tuhan Yesus hendak meninggalkan mereka ke rumah Bapa. Mereka yang masih berbunga-bunga hatinya karena Tuhan Yesus, merasa tidak rela ditinggal oleh Tuhan Yesus. Ketidak relaan ini diungkapkan oleh Thomas dan Filipus. Dalam Yohanes 14:5 “Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
John 14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Dengan kata lain, para murid sebenarnya ingin mengikut Yesus. Akan ada saatnya Tuhan Yesus pergi ke rumah Bapa untuk menyiapkan tempat bagi para murid, dan ada bagian para murid untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan Yesus. Bagaimana bisa mereke melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar dan tanpa penyertaan Yesus?
Tuhan Yesus menegaskan dalam Yohanes 14:12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;”
Tuhan Yesus hendak menenangkan para murid yang masih sempit pikiran mereka, yang akan ketakutan mereka bahwa tanpa Tuhan Yesus mereka tidak bisa melakukan apapun. Kuasa Tuhan Yesus tidak terbatas ruang dan waktu seperti yang pikirkan para murid. Meskipun Tuhan Yesus meninggalkan para murid, bukan berarti kuasa Tuhan Yesus-pun meninggalkan para murid. Tuhan Yesus berkuasa di bumi dan di Surga. Dia adalah Alfa dan Omega, Ia akan selalu ada menyertai kita. Dalam zaman apapun, dalam keadaan apapun, Tuhan yang sama tetap menyertai kita,Tuhan Yesus.
Kalau Tuhan Yesus pergi ke rumah Bapa, bukan berarti kuasa yang diberikan pada para murid berkurang. Kuasa bagi mereka tetap besar dan terus berada dalam iman percaya pada Tuhan Yesus sebagaimana pernyataan Tuhan Yesus dalam ayat 12.
Kemampuan seseorang melakukan pekerjaan besar, tidak ditentukan oleh faktor eksternal, melainkan faktor internal. Orang yang dalam dirinya ada kepercayaan dan iman, dalam dirinya ada kekuatan yang besar untuk melakukan pekerjaan besar dan melampaui apa yang dapat dibayangkan. Contohnya Daud, yang berpostur tubuh tidak besar, bisa menghadapi Goliat yang berbadan sangat besar. Daud datang bukan dengan senjata tetapi dengan iman pada Tuhan Allah. Selain itu, ada pula Abraham yang dalam usia 75 tahun-pun mampu melakukan pekerjaan Tuhan dengan iman sehingga keturunannya menjadi berkat bagi banyak bangsa.
Orang yang percaya pada Tuhan akan mampu melakukan pekerjaan yang hebat. Bukankah gereja saat ini berkembang, merupakan hasil kerja dari para murid? Para murid bukanlah orang yang secara fisik perkasa, mereka tak lebih orang-orang berlatar belakang kelompok marjinal. Tetapi karena mereka menaruh iman percaya mereka pada Tuhan, maka hasil pekerjaan-pekerjaan besar mereka bisa kira rasakan sampai sekarang ini.
Kita tidak dipanggil untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk menjadi orang yang luar biasa dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa. Awali pekerjaan-pekerjaan kita dengan iman percaya pada Tuhan, maka kita akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa lebih dari yang bisa kita bayangkan. [sepur]
Add comment