
Sukacita peringatan hari Anak tahun ini dirayakan dalam ibadah oleh jemaat GKJ Manahan. Dalam ibadah pagi yang dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si, anak-anak dilibatkan dalam rangkaian prosesi ibadah. Beberapa anak sekolah minggu ada yang bermain drama pendek, ada pula yang melayani sebagai pemusik, pemandu nyanyian jemaat, pembaca firman Tuhan, pendoa, bahkan petugas persembahanpun anak-anak terlibat membantu pelayanan didalamnya. Hal ini tidak hanya untuk melatih anak-anak memiliki rasa tanggung jawab, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa kasih dan penghargaan kepada anak-anak, bukan mengesampingkan mereka dalam ibadah gereja.
Pendeta Fritz mendasarkan kotbahnya dari Injil Markus 10:13-16. Diawal kotbahnya, dinyatakannya bahwa melalui bacaan ini, kita diingatkan bagaimana sikap Allah terhadap anak-anak, dan bagaimana cara Allah menerima orang-orang yang lemah. Kita tahu bahwa dalam dunia ini, ada istilah "yang kuat adalah pemenang". Inilah sistem pendidikan dunia, orang-orang yang menganut cara pandang ini akan menempatkan orang-orang yang kuat pada tempat istimewa dan merendahkan mereka yang lemah, entah dalam hal fisik, sosial, ekonomi ataupun dalam berbagai hal kehidupan kita ini.
Para murid, sebagai orang-orang yang dekat dengan Tuhan Yesuspun memiliki sikap demikian. Mereka menghalangi kehadiran anak-anak kecil pada Tuhan Yesus. Para murid yang telah lama mengikut Yesus namun belum memiliki pola pikir yang diubahkan, khususnya terhadap orang-orang kecil, yang lemah dan terabaikan.
Cara Tuhan Yesus menerima anak-anak menunjukkan bagaima cara Allah menerima orang-orang kecil, orang-orang lemah. Tuhan Yesus membiarkan mereka datang kepadaNya.
Sekarang bagaimana pola pikir gereja - sebagai rekan kerja Allah - menerima anak-anak? Apakah gereja akan menerapkan pola pikir dunia dengan mengabaikan anak-anak? Seberapa banyak diantara kita sebagai jemaat mengantarkan anak-anak datang Sekolah Minggu? Membiarkan anak-anak datang kepada Tuhan akan membuat anak-anak meneladani nilai-nilai Kristus dalam kehidupan mereka sejak awal kehidupan mereka.
Mari kita bawa anak-anak kita kepada Tuhan. Dukung pertumbuhan rohani mereka tidak hanya dengan mengantarkan mereka ke Sekolah Minggu, tetapi juga ajaklah berdoa bersama, dan bacalah Firman Tuhan bersama anak-anak. Supaya hidup mereka dibangun di dalam Kristus dan menjadi pribadi yang mempermuliakan Allah dalam kehidupan mereka.
Selesainya ibadah, Pendeta Fritz membuka Pasar Bocah sebagai tanda dimulainya bazaar untuk anak-anak. Pasar Bocah ini diprakarsai oleh Komisi Anak GKJ Manahan, dalam bazaar ini, anak-anak berperan sebagai penjualnya sedangkan jemaat beserta anak-anak lainnya membeli dengan menggunakan kupon pembelian yang telah disiapkan sebelumnya.
Add comment