
Pdt. Widya Notodiryo, S.Th melayani ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, kamis pagi 13 Mei 2010 di GKJ Manahan. Dengan mengambil dasar dari Injil Lukas 24: 44-53, Pdt. Widya menyampaikan bahwa ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke surga kurang mendapat perhatian dari jemaat, tidak hanya di GKJ Manahan tetapi juga di gereja-gereja lain. Secara statistik, Pdt. Widya mengungkapkan, jumlah kehadiran jemaat dalam ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke surga masih kalah dibandingkan dengan ibadah Natal atau Paskah. Padahal, kenaikan Tuhan Yesus ke surga tidak kalah penting dibandingkan dengan peristiwa Natal ataupun Paskah.
Kenaikan Tuhan Yesus ke surga menegaskan bahwa Ia memang datang dari surga dan kembali ke surga. Karena kasihNya yang besar pada manusia, Ia datang dari kemuliaanNya dan menanggung dosa manusia di kayu salib, dan sekarang Ia kembali kepada kemuliaanNya. Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini juga sekaligus menegaskan tanggung jawab pelayanan Tuhan Yesus untuk diteruskan oleh para murid.
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga tampak seperti ada jarak antara Kristus dengan pengikutNya. Antara Kristus dengan kita. Namun, hal ini tergantung pada diri kita sendiri, kalau dengan peristiwa ini kita berpikir bahwa Allah semakin menjauh dari kita, maka seperti itulah yang terjadi. Sebaliknya, bila kita berpikir bahwa kenaikan Tuhan Yesus mempererat persekutuan kita dengan Allah, maka Kristus pun akan dekat dengan kita.
Kita harus merasa, bahwa sebenarnya kita mendapatkan kehormatan besar, bukan hanya karena kita mendapatkan keselamatan dan kemuliaan oleh karya Kristus, kita juga mendapatkan kepercayaan untuk menjadi rekan sekerja Allah mewartakan keselamatan ke seluruh dunia.
Dalam Kisah Para Rasul 1: 6, kita melihat ada dua kesalahan yang terjadi diantara para murid. Pertama, mereka sangka perjuangan Guru mereka sangat dangkal, terbatas pada pemulihan kerajaan Israel saja, padahal karya Kristus ini adalah untuk seluruh dunia. Hal ini terjadi karena para murid memiliki nasionalisme berlebihan, dan mereka masih memandang rendah bangsa-bangsa non Yahudi. Yang Kedua, karena masa pelayanan Yesus di dunia ini sudah selesai, pikir para murid, maka sekarang datang masa bagi Yesus untuk memulihkan kerajaan Israel. Tentang masa (waktu) mereka pikir dapat menentukan waktu yang mereka kehendaki. Sebenarnya, bukanlah mereka yang menentukan masa dan waktu dalam pelayanan, akan tetapi Allah-lah yang menentukannya.
Hal lain juga terjadi, yaitu ketika para murid dan pengikut-pengikutNya melihat Yesus naik ke surga, mereka terlalu lama terpesona. Hal ini boleh saja, akan tetapi jangan lama-lama. Jangan kita penuhkan konsentrasi hanya untuk melihat dan mengagumi karya Kristus saja. Roh Kudus dikaruniakanNya supaya kita segera bergerak proaktif memberikan pengaruh positif yang nyata dalam segala aspek kehidupan kita. (SePur)
Add comment