Ibadah minggu pagi (1/8) jam 06.30 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Aris Prasetyono, bakal calon sementara pemanggilan pendata dari GKJ Kertanegara, Semarang. Kotbah mengambil dasar dari Lukas 12: 13-24, tentang kisah orang kaya yang bodoh. Dalam kotbahnya, Samuel menyatakan apakah kasih Allah itu terwujud apabila seseorang dari kemiskinan menjadi kaya, atau dari sakit menjadi sembuh? Atau salah satu hal yang spesial terjadi dalam hidupnya? Jika orang tersebut sehat atau kaya maka dikatakan orang tersebut selalu diberkati? Lalu bagaimana dengan orang yang kurang mampu atau orang cacat? Apakah Tuhan tidak memberkati mereka?
Terkadang kita memandang bahwa kasih Allah berwujud materi. Jika demikian, kita akan merasa bahwa hidup kita akan berlanjut jika dan hanya jika kita memiliki materi yang cukup. Otang demikian tidak menyadari ada yang lebih penting. Kehidupan kita sendiri jauh lebih berharg dari apapun. Hanya karena kasih karunia Tuhan saja, kita diberi hidup. Dengan menyadari hal ini, kita akan menjalani hidup dengan damai sejahtera dengan segala kondisi yang ada.
Bukan berarti kita tidak boleh kaya atau kita harus dalam kondisi lemah untuk merasakan kasih Tuhan. Jangan pernah mengukur kasih Tuhan dari kekayaan atau kondisi yang sedang kita rasakan sekarang.
Dengan kasih Tuhan yang kita rasakan dalam kehidupan kita, kita bisa dapat membagikan kasih tersebut kepada sesama kita, karena kasih Tuhan tidak hanya milik kita, tapi juga untuk sesama kita. (SINUNG RAHARJO)
Add comment