Dalam ibadah pagi dan siang, minggu (26/12), di GKJ Manahan dilayankan sakramen sidi, baptis dewasa dan anak. Dalam suasana Natal ini, tampak banyak jemaat yang menerima sakramen, tercatat 11 orang menerima sakramen sidi dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, sedangkan 2 orang menerima sakramen baptis dewasa dan 19 anak mengikuti baptis anak dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.
Pdt. Fritz, dalam kotbahnya, menyatakan bahwa kita sepantasnya merayakan Natal. Sebab, Natal memang pantas dirayakan oleh orang-orang yang sudah menerima keselamatan. Hal ini bukan berarti setelah mendapatkan keselamatan hal itu berhenti begitu saja, selama kita masih hidup dalam dunia ini kita masih harus hidup di dalam Kristus.
Dalam bacaan yang menjadi dasar kotbah, Matius 2: 13-23, diceritakan Yusuf yang baru menerima kondisinya untuk menjadi sarana kehadiran Allah di dunia ini, bukankah seharusnya hidupnya enak, aman dan nyaman? Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, tantangan dan kesulitan menghadangnya di depan, tidak hanya ancaman sanksi moral yang diterimanya tetapi juga ancaman dari Herodes yang berniat membunuh Yesus.
Peristiwa tersebut mengingatkan kita bahwa bagi kita yang merayakan Natal, kita masih menghadapi hidup yang penuh rintangan. Tetapi kita punya penghiburan, sebagaimana Yusuf menghadapi persoalan-persoalan, tetapi Tuhan terus menolong dan menyertai dalam setiap perkara hidup kita. Kiranya jemaat, terutama yang baru saja menerima sakramen terus melibatkan Tuhan dalam kehidupan mereka. (SePur)
Add comment