
Dalam ibadah pagi hari ini, Minggu (24/7) Jemaat GKJ Manahan merayakan Hari Anak. Ibadah dikemas menggunakan lirtugi khusus Hari Anak dengan melibatkan anak-anak untuk berperan dalam ibadah. Diawali dengan perarakan anak-anak dengan Pendeta dan Majelis memulai ibadah, selain itu, banyak pula anak yang terlibat dalam musik dan pemandu nyanyian jemaat. Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny melayani dalam ibadah pagi, mendasarkan kotbahnya dari Efesus 6: 1-4
Dalam kotbah yang disampaikannya, Pdt Fritz menyampaikan mengenai menjadi orang tua idaman. Pdt. Fritz menyatakan bahwa anak-anak tentunya memiliki gambaran ideal orang tua menurut mereka, bisa disebut papa-mama idaman. Akan tetapi kenyataannya, banyak orang tua yang tidak bisa menjadi idaman bagi anak-anak mereka sendiri.
Mengapa orang tua sulit menjadi idaman bagi anak-anaknya? Bisa jadi karena cara mendidik orang tua terhadap anak yang keras. Disiplin yang diajarkan dengan kekerasan, padahal kenyataannya cara ini tidak efisien bagi anak. Lagi pula cara ini tidak sesuai baik dengan teori pendidikan masa kini maupun dengan Firman Tuhan.
Pdt Fritz juga menyatakan bagaimana cara menjadi orang tua yang diidolakan anak-anaknya. Pertama dengan menjauhkan diri dari sikap mendidik yang keras, sehingga anak-anak tidak menjadi sakit hati dan kecil hati. Kedua, dengan menjadi pendukung, pendengar dan penuntun bagi anak. [SePur]
Add comment