
Hari ini, Senin (13/6) di GKJ Manahan telah diselenggarakan Persekutuan Doa Masa Pentakosta Tahun 2011. Persekutuan Doa hari pertama ini menyatakan tema "Kasih dan Sukacita" dengan kotbah yang didasarkan dari Galatia 5: 22-26. Kotbah disampaikan oleh Pdt. Nunung Istining Hyang, S.Si dari GKJ Joyodiningratan.
Berikut ini ringkasan kotbahnya. Dari buah perbuatan kita, dari apa yang bisa dilihat orang lain dari diri kita, orang akan tahu apa yang bekerja di dalam diri kita, apakah kedagingan atau Roh Kudus. Tentunya kita dalam masa pentakosta ini menghayati bagaimana peran Roh Kudus dalam kehidupan kita. Dalam bacaan Firman Tuhan disebutkan buah-buah roh.
Rasul Paulus mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus Kristus telah membawa kemerdekaan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, kehidupan moral orang yang telah dimerdekakan haruslah dipimpin oleh Roh Kudus yang telah memerdekakan kita dari perbuatan dosa dan memimpin hidup kita dalam hidup yang benar.
Hidup menurut daging atau roh? Adalah pilihan bagi kita. Dalam buah roh, disebutkan sembilan aspek, tetapi sebenarnya semua itu adalah satu kesatuan. Tidak bisa terpisahkan, tidak mungkin kita memiliki hanya satu dari buah roh tersebut.
Kasih, ada beberapa ciri yang menyertainya, pertama, kasih pasti rela berkorban. Seseorang yang mengasihi tentunya mau berkorban bagi orang lain, batas minimalnya adalah rela terganggu batas nyamannya. Rela mengorbankan kenyamanannya demi orang lain. Ciri kedua adalah kasih harus nyata dalam sebuah pengampunan. Kasih tidaklah ada gunanya bila tida diwujudkan dalam sebuah pengampunan.
Dalam hal sukacita, Rasul Paulus terus menyatakan sukacita kepada jemaat sekalipun dirinya sedang menderita dalam penjara.
Mari kita menerapkan kasih dalam hidup kita. Kalau kita memikirkan hawa nafsu kita sendiri, tidak akan pernah cukup. Selagi masih ada waktu, kita pergunakan sebaik-baiknya, sehingga ketika Tuhan datang Ia mendapati kita setia berbuah roh yang nampak dalam perbuatan hidup kita.
Add comment