Minggu, 23 Mei 2010 pada semua jam kebaktian, GKJ Manahan mengemas ibadah secara khusus untuk memperingati hari turunnya Roh Kudus. Ibadah pagi, jam 6.30 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si yang mendasarkan kotbahnya pada bacaan leksionari dari Kejadian 11: 1-9, Mazmur 104: 24-30, Kisah Para Rasul 2: 1-21 dan Yohanes 14: 8-17.
Ibadah ini diawali dengan perarakan lilin yang merupakan salah satu simbol Roh Kudus, yaitu api, kemudian diikuti Alkitab serta Pendeta dan para majelis GKJ Manahan. Prosesi pembukaan ini hendak menunjukkan kepada jemaat bahwa Roh Kudus ada pada kita, dan dari semua penjuru, Ia akan selalu menyertai kita.
Kotbah Pdt. Fritz diawali dengan sebuah cerita sederhana tentang klub sepak bola Intermilan, sebagai sebuah klub sepak bola yang besar. Klub ini memiliki banyak prestasi diantaranya beberapa kali meraih gelar Schudeto dan yang terbaru, semalam (22/05) Intermilan menjadi juara Liga Champion. Sebelum Liga Champion ini bergulir, banyak analis yang menyatakan bahwa Intermilan memiliki kans yang kecil untuk menang. Pandangan pesimistik ini dikarenakan, Intermilan masih mempunyai kompetitor-kompetitor yang lebih besar, diantaranya Manchester United, Chelsea, Barcelona dan Real Madrid. Merekalah yang menjadi hambatan terbesar bagi Intermilan untuk menjadi juara Liga Champion.
Kaitannya dengan gereja, gereja sering kali mendapatkan pandangan dan komentar yang pesimistik. Yaitu Gereja tidak akan mampu memberitakan karya keselamatan Allah kepada dunia karena banyaknya dan besarnya hambatan dan rintangan yang menghadang. Lalu, bagaimana tanggapan jemaat akan hal itu?
Menurut Pdt. Fritz, pandangan pesimistik seperti tersebut di atas adalah keliru. Karena Roh Kudus telah dicurahkan pada gereja dan Roh Kuduslah yang menguatkan gereja melakukan tugasnya, sekalipun gereja menghadapi tantangan yang besar dari luar.
Roh Kudus sejak dulu telah dinubuatkan, oleh nabi Yoel bahkan dalam Injil Yohanes yang di baca tadi, Tuhan Yesus sendiri yang menegaskan kembali bahwa Allah akan mengaruniakan Roh Kudus bagi gereja, yaitu semua orang percaya.
Roh Kudus datang dan mengaruniakan banyak kemampuan kepada gereja, diantaranya: Pertama, Roh Kudus memberi kemampuan kepada gereja untuk mengatasi ketakutan. Sebelum Roh Kudus dicurahkan, para murid berkumpul dalam ruang yang tertutup, terkunci sebab ketakutan mereka akan orang yahudi yang lain. Ketakutan yang ada pada gereja mula-mula pada waktu itu adalah ketakutan untuk bersekutu dan memberitakan karya keselamatan dari Allah karena besarnya ancaman-ancaman dari pihak luar.
Kedua, Roh Kudus memampukan gereja untuk menerima perbedaan dan keragaman. Dalam Kisah Para Rasul disebutkan, kenyataannya adalah bahwa Rasul Paulus, Petrus dan rasul-rasul lain bertemu dengan orang lain, dari banyak suku, bangsa dan bahasa.
Ketiga, Roh Kudus memampukan gereja untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan Yesus secara jelas dan dapat diterima, dimengerti dan dipahami oleh orang lain. Mengenai kasih dan pengampunan yang dinyatakan dalam karya penyelamatan manusia oleh Allah.
Di akhir kotbahnya, Pdt. Fritz menyatakan: “memang benar ada tantangan dan rintangan. Tetapi akankah rintangan itu akan menghalangi kita memberitakan karya Allah? Ataukah kita akan berdiri tegak dan menyatakan: Roh Kudus yang memampukan kami untuk memberitakan karya Allah!”
Sebelum jemaat menerima berkat Tuhan di penghujung ibadah, dilakukan prosesi pelepasan burung merpati, yang juga merupakan salah satu simbol hadirnya Roh Kudus bagi setiap orang percaya. Selamat hari Pentakosta. (SePur)
Add comment