Pada hari Jumat, 20 Pebruari 2009 lalu, GKJ Manahan menerima tamu dari The Alliance For Conflict Transformation (ACT) Kamboja. ACT adalah sebuah organisasi non pemerintah (NGO) yang bergerak di bidang perdamaian. Secara lebih khusus lagi lembaga ini mempromosikan tentang perdamaian melalui berbagai pelatihan, melakukan upaya rekonsiliasi antar kelompok yang mengalami konflik dan juga melakukan banyak penelitian tentang penyebab terjadinya konflik.
Kunjungan ke GKJ Manahan merupakan salah satu rangkaian dari perkunjungannya di Indonesia. Selain berkunjungan ke GKJ Manahan, selama 3 hari di kota Solo, rombongan ini juga berkunjung ke Forum Perdamaian Lintas Agama dan Golongan, mengadakan oudensi dengan Bapak Wali Kota Ir. H. Joko Widodo di Loji gandrung, kunjungan ke Wisma Kasih Mojosong, kunjungan ke Dayaka Sabba Vihara Dharma Sundara, Kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Muayyad – Windan dan Ke Kraton Kasunana.

Menarik juga mencermati kelompok ini yang dipimpin oleh Sukeo, sebagian besar terdiri dari anak-anak muda yang mempunyai semangat untuk mempromosikan dan pengembangkan karya perdamaian di tengah masyarakat yang sarat dengan konflik. Jumlah rombongan yang terdiri dari 11 orang ini mempunyai latar belakang agama yang berbeda, ada yang Islam, Kristen, Budha, maupun Hindu. Di lihat dari perannya di tengah masyarakat mereka juga beragam, ada yang menjadi dosen, peneliti, pejabat pemerintah, pekerja LSM, aktifis perempuan, mahasiswa dll. Keberagaman ini tentu semakin memperlengakapi mereka dalam mengupayakan perdamaian.
Selama di GKJ Manahan, rombongan disambut oleh Pdt. Retno Ratih, Vik. Fritz Yohanes, beberapa majelis harian, para pemuda dan remaja GKJ Manahan. Dalam perjumpaan ini Pdt. Retno Ratih memaparkan sekilas tentang GKJ Manahan dan upaya-upayan yang dilakukan GKJ Manahan di tengah kehidupan masyarakat yang plural. Demikian juga upaya untuk mengembangkan dialog antar umat beragama baik dalam tataran pemimpin maupun dialog karya yang langsung menyentuh masyarakat secara umum. Suasana dialog semakin menarik tak kala terjadi tanya jawab, masing-masing saling belajar dan menimba baik pengalam maupun pengetahuan. Lebih dari itu melalui perjumpaan ini tentu GKJ Manahan secara umum dan para pemuda dan remajanya tergugah untuk semakin peduli pada masyarakat di sekitar bahkan di tengah konflik yang tak jarang terjadi, kita disemangat untuk menjadi agen perdamaian.
Surakarta, 21 – 2 – 2009
Pdt. Retno Ratih
Add comment