
Dalam Kitab Kejadian digambarkan bahwa penciptaan Allah memberi tekanan atas ketertiban penciptaan. Seluruh ciptaan ditujukan pada penciptaan manusia sedangkan tempat hunian dan sarana-prasarana telah disediakan terlebih dahulu sehingga manusia tinggal dalam kecukupan, demikian juga waktu, telah diciptakan sebagai ukuran, sehingga manusia dapat mengatur hidupnya. Pemazmur melihat hal tersebut indah dan teratur, patut dipuji kebesaranNya dan mulialah Sang Pencipta.
Namun ciptaan Allah tersebut saat ini sedang tercabik, seringkali kita mendengar bahkan menyaksikan peristiwa gesekan-gesekan dalam masyarakat yang disebabkan adanya pemaksaan kehendak. Hal ini terjadi karena kelompok yang memiliki kekuatan merasa bahwa nilai yang baik dan benar adalah miliknya sendiri, sehingga ketika pihak lain tidak sepaham patutlah ditindas bahkan dilibas.
Kehadiran Tuhan Yesus adalah untuk mengabarkan berita sukacita, pembebasan bagi yang tertindas, siapapun, bagi semua ciptaanNya untuk hidup dalam pengampunan dan kemerdekaan, menjadi diri mereka sendiri seperti maksud dari awal penciptaan.
Untuk itu umat dipanggil agar ambil bagian dalam membebaskan semua makhluk yang tertindas dengan mengkritisi nilai-nilai kebenaran yang ada. Sehingga kehadiran Kabar Sukacita adalah benar-benar menyukacitakan semua orang. Perintah untuk mengabarkan Injil adalah agar semua bangsa menjadi murid Tuhan Yesus dan dibabtis. Di Baptis artinya adalah agar ada tanda perjanjian telah masuk dalam komunitas murid Tuhan Yesus.
Oleh karena itu kita tidak perlu memaksakan kehendak atas kebenaran kita, sebab Kebenaran Sejati hanya di dalam Tuhan Yesus. Mari kita saling menghormati dan saling memberi tempat semestinya bagi orang lain. Kiranya Tuhan senantiasa memampukan kita. Amin.
Bacaan I : Kej. 1: 1-2, 4a
Tanggapan: Mazmur 8
Bacaan II: 2 Kor. 13: 11 – 13
Bacaan III : Matius 28:16–20
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 19 Juni 2011
Add comment