
Puji Tuhan, Haleluya! Kita sudah menikmati 29 hari di tahun 2011. Silih berganti antara bahagia dan tidak bahagia. Pada hari ini kita sedang menikmati hari ke 30 atau mengakhiri bulan yang pertama pada tahun baru 2011. Firman Tuhan pada hari ini tertulis dalam kitab Mikha 6:1-8; Mazmur 15:1-5; I Korintus 1:18-31; Matius 5:1-12. Marilah kita renungkan firman Tuhan ini yang berbicara mengenai bagaimana manusia hidup bahagia, yaitu dengan memiliki dan tinggal tetap dalam hikmat Allah.
Tinggal tetap dan memiliki hikmat Allah berarti memiliki keselarasan hidup dengan prinsip-prinsip atau ajaran Alkitab. Bertobat dari dosa dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat. Menurut hikmat Allah, hidup bahagia bukan berasal dari kepemilikan hal-hal lahiriah dan bersifat sementara, tetapi bermula dari kepemilikan pengampunan dosa melalui percaya kepada juru selamat dunia yang datang dari Surga, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Menurut hikmat Allah, hidup bahagia adalah hidup yang berlaku adil, setia dan rendah hati. Menurut firman Tuhan, kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dapat menikmati hidup bahagia. Hidup bahagia di dunia yang fana ini dan berdampak di keabadian
Marilah kita belajar dari Alkitab pengertian hidup bahagia. Apakah hidup bahagia itu?Hidup bahagia adalah hidup yang selaras dengan hakekat Allah. Harta kekayaan, kekuasaan, ketenaran, kepandaian, dan kepribadian diperlukan untuk kita hidup bahagia. Namun, dapat terjadi salah pengertian tentang hidup bahagia. Kesalahan itu terjadi karena dasarnya bukan dari Alkitab. Harta kekayaan, kekuasaan, ketenaran, kepandaian dan kepribadian yang digunakan dalam hidup selaras dengan prinsip-prinsip yang diajarkan Alkitab menjadikan kita hidup bahagia. Misalnya, penggunaan harta kekayaan dengan prinsip 'hidup seimbang' atau 'prinsip tabur tuai'. Dalam 2 Korintus 9:6-15, diajarkan, bahwa jemaat di kota Korintus mengumpulkan persembahan berupa uang untuk keperluan jemaat di Yerusalem.
Dengan memberikan persembahan itu bukan berarti orang-orang percaya di kota Korintus menjadi berkekurangan dan jemaat di Yerusalem berkelebihan, tidak demikian! Tetapi malah menjadikan jemaat di Korintus berlimpah-limpah dalam berkat-berkat Allah, secara jasmani dan rohani. Kebenaran ajaran ini dapat dialami oleh siapapun yang rela memberi harta kekayaan atau miliknya untuk keperluan pelayanan pekerjaan Allah, yaitu pekabaran Injil kepada orang-orang berdosa di segala penjuru dunia. Orang yang rela memberi untuk pekabaran Injil memiliki pengalaman hidup lebih bahagia dibandingkan sebelumnya. Sekarangpun kita dapat memiliki pengalaman hidup bahagia seperti ini.
Pertanyaannya adalah, bagaimana saya dapat mengalami hidup bahagia seperti yang diajarkan dalam Alkitab? Tidak ada cara lain, kecuali melalui inisiatif atau prakarsa Allah yang maha kudus, maha mulia kepada manusia berdosa . Dalam Mikha 6:1-8, dinyatakan, bahwa hidup bahagia adalah hidup di hadapan Allah, hidup menyembah Allah. Dapatkah manusia berdosa menyembah Allah yang maha kudus? Tidak bisa! Hidup bahagia adalah hidup menumpang dalam kemah TUHAN, diam di gunung-Nya yang kudus, Mazmur 15:1-5. Dapatkan manusia berdosa menumpang dalam kemah TUHAN, Allah yang maha kudus? Tidak bisa! Persoalannya adalah dosa manusia yang menjadikan manusia tidak dapat menyembah Allah. Dosa manusia menyebabkan Allah tidak berkenan kepada manusia.
Tapi Puji syukur kepada Allah. Puji nama Tuhan. Puji Tuhan. Haleluya! Karena kasih Allah kepada manusia berdosa, maka Yesus Kristus datang ke dalam dunia. Oleh karena pengorbanan Yesus Kristus, maka Allah membenarkan setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Hidup bahagia adalah hidup dalam Kristus Yesus, Kristus Yesus yang telah membenarkan kita, menguduskan dan menebus dari hukuman maut atau hukuman dosa. Hidup bahagia adalah hidup damai dengan Allah dan damai dengan sesama manusia. Sekarangpun kita dapat mengalami hidup bahagia.
Bila selama ini kita belum mengakui segala dosa dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat, maka sekaranglah waktu yang tepat untuk menentukan keputusan mulai mengalami hidup bahagia di dunia dan di keabadian. Bertobat dari dosa dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan mengalami hidup damai dengan Allah dan hidup damai dengan manusia. Akhirnya, muncul pertanyaan hasil atau buah hidup bahagia. Apakah hasil atau buah dari orang yang hidup bahagia? Di hadapan Allah, orang yang hidup bahagia menghasilkan atau berbuah menjadi orang yang diperkenan Allah, Mikha 6:1-8.
Menurut I Korintus 1:18-31 dinyatakan, bahwa buah atau hasil orang yang hidup bahagia adalah menerima pembenaran dari Allah. Yaitu bahwa Allah telah menguduskan dan menebus dari hukuman dosa di dalam karya Tuhan Yesus Kristus, yang telah datang dari Surga untuk menderita sengsara, disalibkan, mati dan dikuburkan kemudian bangkit dan naik ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita orang percaya, dan kelak akan datang kembali untuk menjemput orang percaya. Di hadapan sesama manusia, hasil atau buah hidup bahagia adalah menjadi kepujian bagi Allah, Mazmur 15:1-5; Matius 5:1-12. Dengan berlaku berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah menjadikan kita hidup bahagia. Selamat menikmati hidup bahagia. Puji Tuhan. Amin.
Bacaan I : Mikha 6 : 1 – 8
Bacaan II: 1 Kor. 1 : 18 – 31
Antar Bacaan : Mazmur 15 : 1 – 5
Bacaan Injil : Matius 5: 1 – 12
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 30 Januari 2011
Add comment