
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Tentunya tidak asing dengan lagu populer yang dilantunkan oleh salah satu group band di Indonesia, yang salah satu syairnya "tapi buka dulu topengmu...biar kulihat wajahmu...tapi buka dulu topengmu...biar kulihat wajahmu..." syair ini ingin bertanya, kebenaran apakah sebenarnya yang ada dibalik topengmu??? Dalam istilah seni, topeng merupakan alat penutup wajah yang memunculkan beragam ekspresi. Topeng seringkali juga digunakan untuk memanipulasi ekspresi wajah dari seseorang dan memanipulasi identitas seseorang.
Dalam syair lagu tersebut mengisyaratkan, bahwa orang yang dia temui selalu menutupi ekspresi dirinya atau identitasnya, bahkan bisa juga memanipulasi (membengkokan) identitas dan keadaan dirinya yang sesungguhnya. Artinya si penyair ini menginginkan adanya sebuah kejujuran yang diungkapkan baik melalui ekspresi diri, wajah dan identitas dari seseorang yang ditemuinya. Tidak basa-basi!!
Dalam kehidupan sehari-hari gaya hidup basa-basi menjadi budaya yang sudah lumrah dan umum. Banyak orang menanyakan kabar orang-orang yang ditemuinya namun tidak peduli ketika kabar orang tersebut tidak baik... Banyak orang tersenyum ketika bertemu seseoarang namun sebenarnya dalam hatinya memendam luka terhadap orang yang ditemuinya... sama ketika Petrus (bisa juga para murid yang lain mengalami perasaan yang sama seperti Petrus), yaitu peristiwa Tuhan Yesus dimuliakan di atas bukit. Agaknya Petrus mencoba menutupi perasaan yang ada di dalam hatinya karena ketakutan yang dialaminya.
Dalam ayat 5-6 kita diungkapkan bahwa Petrus berbahagia dengan peristiwa tersebut, namun ada kontradiksi pada ayat yang keenam yaitu Petrus merasa ketakutan melihat peristiwa tersebut. Sulit membayangkan perasaan mereka yaitu antara takut dan bahagia, suatu perasaan yang bertolak belakang. Agaknya apa yang dilakukan Petrus untuk membuat tenda, meskipun jika Tuhan Yesus berkenan pasti akan dibuatnya, merupakan basa-basi dari Petrus untuk menutupi ketakutannya.
Jika kita mau jujur terhadap diri kita sendiri, kadang-kadang kita sama seperti Petrus yang menutupi perasaan kita dengan berbagai macam basa-basi. Kita seolah-olah peduli padahal acuh, kita seolah-olah bahagia padahal takut, kita seolah-olah berempati padahal besukacita atas kegagalan orang lain...apakah sikap demikian yang akan kita kembangkan kehidupan pelayanan kita??? Mari kita lepas topeng kita masing-masing dan bersikap jujur dalam berelasi terlebih dalam kehidupan persekutuan. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.
Bacaan: Matius 9: 2-9
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 19 Februari 2012
Add comment